Wednesday, 9 April 2008

Dua Hari Pertama

Saya pikir, jadwal saya di awal April cukup padat dibandingkan kawan lain di Jepang. Belum sempat bernafas lega, sudah harus berlari lagi untuk membereskan kewajiban di kampus baru. Upacara Pelantikan, Orientasi, pembuatan kartu mahasiswa, urusan pindah alamat, kartu asuransi, menata barang-barang pasca pindahan dan tiba-tiba saja saya sudah harus ikut percobaan di hari kedua setelah upacara pelantikan mahasiswa. Tapi mengeluh bukanlah pelarian yang tepat. Kalau ada waktu senggang buat mengeluh, kenapa tidak dipergunakan untuk membereskan hal lain yang masih bertumpuk?


Sedikit di luar perhitungan saya, tahun ajaran ini saya harus mengambil banyak SKS. Alasannya :

1. Sks saya di college diakui lebih sedikit dari estimasi.
2. Saya harus memenuhi syarat minimal jumlah SKS untuk masuk ke Lab tahun depan.
3. Saya ingin mempersiapkan diri untuk ujian Master tahun depan. Jadi tahun depan sebisa mungkin mengambil sedikit SKS sahaja!

Sekarang masih terasa agak berat, mungkin karena saya masih kaget dengan pola hidup yang cepat di sini. InsyaAllah setelah bisa menyesuaikan diri, akan muncul waktu luang yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Bukan-bukan. Bukan begitu. Saya yang seharusnya membuat waktu luang itu. Bereskan masalah, tetapkan target, sehingga saya punya waktu pribadi yang bisa saya nikmati. Mana sudi harus disibukkan oleh urusan kampus saban hari!

Ya ya. Kemarin alhamdulillah saya sempat ikut main badminton di Gedung Olahraga Nagoya University. Setelah jam ke-8 selesai saya langsung melesat menuju ke sana. Tapiiiiiiii... saya lupa melihat papan pengumuman tentang percobaan hari ini, dan saya terlalu capek untuk turun ke lantai 4 di asrama untuk melihat internet. Oke-oke. Saya mengantuk dan malas sekali malam kemaren setelah seharian menekuni kuliah, membawa buku-buku tebal, bermain badminton, naik turun tangga subway dan kembali ke kamar saya di lantai 8 (eh, ini naik lift sih, hihi). Oops.. apakah saya mengeluh? Yang pasti saya harus mencari perlengkapan yang diperlukan untuk jam percobaan siang ini. Semoga orang-orang yang saya hubungi bisa membawakan barang yang saya perlukan saat sholat dzuhur siang ini. Kalau tidak ada, masih ada pilihan nekad yang lain : berbicara ke sensei tentang kecerobohan saya.


2 comments:

olangbiaca said...

Aslkm....Luar biasa usaha si mas...salut sy...memang betul2 memanfaatkan waktu yg ada.
betul kata Hasan Al-Banna, aktifitas kita lebih banyak dari waktu yg tersedia. tp masalashnya..bagaimana waktu yg sempit ini berguna dan bermanfaat buat dunia d akhirat kita.

Kujaku said...

alaykumsalam wr.wb

^__^

Betul, klo di dunia tuh yah wajar klo capek, istirahat itu ntar, klo udah di surga.

Mohon doanya juga yah, semoga bisa mengotimalkan waktu agar lebih bermanfaat.