Friday, 14 November 2008

Akhir Tahun = Baito, Baito!!

Seorang kawan menyatakan dia sedang berkonsentrasi memilih lab dan kerja sambilan (baito). Ya ya. Menjelang akhir tahun, memang banyak ditawarkan pekerjaan dadakan dalam periode singkat. Saat tepat untuk memulai karir sebagai pekerja sambilan. Masalahnya, kita tidak bisa bekerja dengan seenaknya. Bagi mahasiswa yang jelas-jelas status visanya adalah "college student" harus mengurus surat ijin untuk kerja sambilan ke kantor Imigrasi. Masalah kedua, bila kamu masih berani mengaku sebagai muslim yang baik, maka pilihan pekerjaannya pun jangan sampai 'asal gajinya besar'. Masalah ketiga, sesuaikan dengan jadwal kuliah. Bentrok atau tidak? Mengganggu atau tidak? Ingat tujuan awal menapakkan kaki di Jepang. Masalah ke-4, kemampuan bahasa Jepang. Kalau belum becus ngomong, sebaiknya tidak nekad melamar kerja sambilan yang langsung berhubungan dengan pelanggan (restoran, customer service dll).

Beberapa pekerjaan yang saya hindari :
1. Kerja di Pachinko. Selain dekat dengan judi dan kesia-siaan, sepertinya saya tidak akan betah bekerja di lingkungan musik berisik. Gajinya besar sih.
2. Restoran makanan berat. Ada kemungkinan harus turut menuangkan minuman keras dan bergelut dengan urusan halal haram.
3. Sales. *Kalau ini karena memang tidak berbakat, huehue*
4. Kerja berat (bangunan, tukang batu, tukang lap kaca jendela gedung) : Wah, bisa-bisa energi saya hanya tersalur kesini doang. Setelah kerja tepar 2 hari. Ogah.


Pekerjaan yang saya suka :
1. Pengajar Bahasa. Waktu kerja singat, gaji padat.
2. Translator. Waktu untuk mengerjakan bisa menyesuaikan jadwal, gaji gak perlu diragukan.
3. Interpreter. Biasanya dalam satu hari, atau satu minggu waktu liburan. Asyik. Menambah relasi orang penting, agak penting atau sedikti penting. Gajinya OK, belum ditambah barang dagangan yang terkadang dihadiahkan.


Pekerjaan yang bisa dijadikan pertimbangan :
1. Kombini (toko kelontong 24 jam non-stop). Tapi milih jam kerja pagi (subuh-08:00), kalau siang musim panas, banyak orang beli bir. Malam hari, ada kemungkinan orang beli alkohol atau majalah genre dewasa yang dijual bebas. Sebisa mungkin meminimalisir sentuhan dengan yang gituan.
2. Tukang bersih-bersih taman. Jam kerjanya lumayan enak, meski gajinya tidak terlalu besar.
3. Supermarket, bagian elektronik, sayuran,baju, atau barang selain makanan. Kadang ada yang gajinya oishii (sedap).


Oh yah. Surat ijin untuk kerja sambilan saya dapatkan juga dari kantor Imigrasi. Uhh.. akhirnya!! Hurray. Dengan ini saya bisa kerja sambilan secara resmi dan tidak sembunyi-sembunyi tanpa ijin. Di kampus yang lama, saya sempat harus menghadap dosen wali dan dipanggil ke bagian mahasiswa asing karena mengajukan ijin kerja sambilan selama libur musim panas. Alasannya : Mahasiswa yang dibiayai pemerintah, terlarang untuk kerja sambilan. Lalu ceritanya, selama 3 tahun saya tidak bisa memperoleh surat ijin dari kantor Imigrasi karena tak ada pengantar dari kampus. *Jadi selama ini..... :D:D:D *



Akhir tahun ini saya pun merencanakan untuk baito juga! Awalnya ingin melamar kerja di sebuah kedai donat dekat perempatan sebelah apartemen. Kebetulan ada kerjaan yang ditawarkan mulai jam 4 pagi sampai jam 8 pagi. Masih ada waktu untuk bersiap ke kampus. Hanya saja harus tahan dingin, dan siap bangun pagi. Hmm, bagus juga sih, supaya bisa qiyamul lail sekalian. Tapi subuhnya udah di tempat kerja dong?! Belum keharusan menembus udara dingin dini hari. BrrrR. Ehem, pikir lagi.


Selain itu, yang masuk pertimbangan saya adalah baito di kantor pos. Tipikal baito mahasiswa asing. Gajinya kecil sih, tapi kerjaan tidak berat dan tidak perlu mikir halal haram. Tugasnya hanya memilah barang kiriman dan kartu pos. Akhir tahun selalu diwarnai dengan kartu pos bergambar shio binatang plus ucapan tahun baru. Kalau di Kantor POs, pilihan kerja yang saya pilih dari malam sampai pagi. Tapi gak papa. Tidak bentrok dengan waktu sholat. Cuma bentrok dengan jam tubuh saja. Yang menjadikannya masuk hitungan, kantor posnya berada tepat di sebelah apartemen saya. Setelah kerja bisa langsung naik lift ke kamar terus tidurrr. Hue hue. Artinya, hanya bisa selama liburan musim dingin, secara saya masih tercatat sebagai mahasiswa. *ya iya lah, masa ya iya dong**apaan sih*



Lalu tiba-tiba sore ini hape berdering. Telepon dari orang Jepang. Lamaran saya untuk kerja sambilan sebagai pengajar bahasa Indonesia nampaknya membuahkan hasil. Yosh. Mari mengajar secara profesional. Alhamdulillah, ada juga pilihan kerja sambilan dengan gaji oishii.


Sebelumnya saya belum pernah mengajar bahasa Indonesia. Bahasa Inggris malah pernah. Dengan semangat pemuda yang diperingati dua minggu lalu, mari berusaha menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Siapa lagi yang mau memakai bahasa ibu, kalau bukan kita (saya, anda). Ohoho.


4 comments:

Yusahrizal said...

Maaf, setau saya untuk pelajar asing dilarang kerja di Pachinko dan klub malam. Kalau ketauan, visa anda bisa dicabut. Mungkin anda belum pernah ngelamar kerja di Pachinko yah?

Walaupun pihak pachinko dan klub malam mau saja nerima pelajar baito disana (biasanya tanpa surat Shikakugaikatsudo shoumeisho, toh ilegal koq), tapi resiko kena razia sangat besar.

Yang gaji lumayan gede, jadi guide! selain gaji, duit tips juga lumayan gede.

sunuhadi said...

Memang betul kok. Itu dilarang, makanya masuk list jenis baito yang tidak masuk hitungan. Dan saya belum pernah nyoba2 baito selain berhubungan dengan dunia bahasa (penerjemah ato pengajar).

Guide. Betul gaji lumayan, cuman hanya kadang2. Boleh lah buat mengisi waktu luang. eniwei, @enerrjemah dalam pameran industri juga lumayan loh, masih ada tips dr stand yang kita bantu, dan sedikti barang dagangan yang boleh dibawa pulang.

Thanks for visiting.

Lumierre said...

salam kenal...
mau tanya...
Di kampus yang lama, saya sempat harus menghadap dosen wali dan dipanggil ke bagian mahasiswa asing karena mengajukan ijin kerja sambilan selama libur musim panas. Alasannya : Mahasiswa yang dibiayai pemerintah, terlarang untuk kerja sambilan.
peraturan itu apa berlaku di semua kampus atau hanya kampus2 tertentu saja? kampus lamanya kampus apa ya kalau boleh tau?
lalu untuk mencari lowongan2 baito spt itu bgmn caranya ya?
makasih...

sunuhadi said...

Salam kenal juga.

Kampus lama bernama Ibaraki National College of Technology. Mahasiswa asingnya hanya sedikit dan hampir semuanya memperoleh beasiswa dari Pemerintah Jepang.

Pada kenyataannya, penerima beasiswa Monbusho pun bisa ikut baito secara resmi (dg ijin dr kampus dan imigrasi) dengan ijin dari prof/dosen wali @ 1st step. Klo gak dpt ijin, yah, otomatis pengurusan ijin k kampus & imigrasi gak bakal terealisasi.

Info baito ada di majalah town work yang bisa diambil secara GRATIS di stasiun2.

Klo terjemahan dll, biasa lewat network tertentu sih. Infonya gak bs diakses oleh semua orang. Hehe.