Friday, 13 March 2009

Satu Awal

Salah tangkap. Itu yang saya pahami dari beberapa telepon yang masuk akhir-akhir ini. Berawal dari email permohonan doa yang saya lontarkan ke sebuah milis tentang rencana S2. Ya. Alhamdulillah saya lolos seleksi administrasi dan insyaAllah hari Minggu tanggal 22 maret nanti saya akan berangkat wawancara. Lah terus salah tangkapnya? Itu dia. Wawancara saya diselenggarakan di Hongkong. Lalu, orang-orang yang membaca email saya secara sepihak menganggap bahwa saya akan melanjutkan kuliah ke Hongkong. Padahal tidak.


Ceritanya saya mengirimkan aplikasi untuk KAUST Discovery Scholarship bulan Desember 2008. Setelah sekitar 3 bulan menunggu -well sebenarnya tidak segitunya juga, soalnya sibuk juga dengan urusan kuliah, laporan, ujian, baito, ...- alhamdulillah sekitar seminggu yang lalu ada telepon dari perwakilan IIE (institute of international education) yang menyatakan bahwa saya lolos ikut wawancara yang akan diselenggarakan di Hongkong.

Wawancara akan dilaksanakan dalam bahasa Inggris, makanya saya sedikit mencari tips-tips soal interview plus cara meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dalam dua minggu. Iseng saya bertanya ke prof. Gobel -bule australi muslim,teman badminton saya- , jawabannya adalah :Gak mungkinn!! Kalau memang mau meningkatkan kemampuan bahasa Inggris yah harus banyak bacot dengan native, begitu kata beliau. Sebenarnya ada kesempatan untuk menjadi guide dadakan buat Daniel, bule Inggris yang mau melancong ke Kyoto -dia rekan maen badminton juga, wew, banyak manfaat juga neeh maen badminton, huhu- sayangnya saya tidak ada waktu luang sehari pun sampai tanggal 22 nanti. Baito saban hari, kalau tidak baito yah sudah ada acara lain yang terlanjur diiyakan sejak beberapa pekan yang lalu. Jalan terakhir yah, otodidak. Mendengarkan BBC sambil sok-sok menirukan pelafalan penyiar radionya. :-D

Soal tiket pesawat, hotel, dan segenap akomodasi lain ditanggung oleh pihak pewawancara. Alhamdulillah saya tinggal menyiapkan, mental, fisik dan baju sahaja. Orang Indonesia tidak perlu mengurus visa ke Hongkong. Suhu Hongkong di akhir Maret sudah hangat, jadi saya tidak perlu membawa jaket tebal seperti yang masih saya kenakan di Jepang sekarang. Hmm... Bismillah. Semoga Allah memberikan yang terbaik dan memudahlan awal jalan ini.


2 comments:

Fahmi said...

mas sunu...
ganbatte utk beasiswa S2nya!!

sunu said...

arigato gozass ^_^V
Ganbarimasu!1 Ouen onegaishimasu!