Thursday, 30 December 2010

Resolusi 2011

Target 2011 buat karir baito :
1. Upgrade status jadi expert
2. Jadi key-staff

Target 2011 buat karir akademis :
1. Presentasi di Chubu
2. Publish satu jurnal
3. Menguasai program-program software di Lab.



Target 2011 buat kualitas diri :
1. Peningkatan ilmu tajwid dan hafalan.
2. Peningkatan kemampuan bhs Inggris dan Spanyol.
3. Ambil TOEIC dan JLTP level 1 atau Business level Japanese (well, telat! harusnya waktu awal M1!!)
4. Dapet 内定
5. Menggenapkan separuh agama.
6. Menambah 70 halaman buat Novel.
7. menimba pengalaman dari luar negeri (belum spesifik kayak 2010...).
8. Memahirkan netting and ball placement, tingkatkan stamina untuk 3 jam(tanpa pake keseleo, enncok pegel linu atau kram!) di lapangan

Target 2011 untuk manajemen finansial :
1. Beasiswa.
2. Memaksimalkan 28jam/minggu.
3. Hutang internal lunas bulan Mei.
4. Ada tabungan 25 juta pada bulan Juni.
5. Hutang eksternal lunas setelah Idul Fitri.



ReAD MoRE・・・

Wednesday, 29 December 2010

Kali ini Mulyadi

Mulyadi, selamat! Anda sudah berhasil mengacaukan jadwal saya sore ini.
Eh? Siapa Mulyadi? Sekitar 4 jam yang lalu, dia adalah anggota intel anti terorisme. Sejam kemudian dia menjadi dokter, lalu saya tidak tahu sekarang dia mengaku sebagai apa. Kalau kata saya, Mulyadi ini dedengkot sindikat penipuan via telepon, masih sewarna dengan ore-ore sagi di Jepang.

Ceritanya 7 bulan yang lalu, kakak dan ibu saya kecelakaan motor dalam perjalanan melayat. Hari ini, kembali kakak dan Ibu melayat ke luar kota. Entah bagaimana ceritanya, sindikat Mulyadi tahu informasi ini dan dia menelepon saya mengabarkan kalau ibu dan kakak saya sedang dalam kondisi kritis karena mengalami kecelakan. Loh? Tahu darimana dia nomor HP saya? Saya merasa tidak pernah menuliskan informasi pribadi secara lengkap dimana pun di forum umum. Jangan-jangan bener lagi, tapi kok.... errr, bisa jadi....

Praduga bermunculan. Namun alhamdulillah akal sehat saya masih berjalan dan *tarararng.....* saya menghabiskan sore ini untuk meyakinkan diri bahwa saya hanyalah calon korban penipuan. Meski perlu diakui, saya sudah melakukan aksi penggalangan dana buat jaga-jaga kemungkinan terburuk :-D :-D

Kenapa saya tidak langsung 100% percaya dg Mulyadi :
1. Orang Madiun kok logatnya gak kayak orang Jawa. Hayo sini ngomong krama inggil sama saya!
2. Ditanya detail kejadian, malah mengarang bebas yang tidak menjawab pertanyaan. Mau bikin panik? *Maaf yah.... saya sudah punya antibodi panik mendadak karena berita buruk. Tahun ini saya sudah divaksinasi dengan berbagai kejadian*
3. Dia gencar sekali menelepon. Pakai nanya : "Sudah nelpon ke nomor HP yang saya berikan? Kondisi ibu kritis loh."
Yay. Kok sepertinya situ lebih panik dari saya. Kalau ada kejadian apa-apa saya hubungi dulu sanak keluarga yang lain lah yah.

Beberapa bulan lalu ada kejadian serupa. Seseorang mengaku Staf KBRI Tokyo dan menelepon ke keluarga di Indonesia bahwa kerabat mereka yang sedang kuliah di Jepang mengalami kecelakaan dan perlu bantuan uang.

Hari geneee masih pakai modus ginian?
*Well, saya khan gak punya uang. Gaji sebulan sudah habis dibagi kesana kemari dan menyisakan dua atau tiga digit doang. Hush, sana jauh2. Cuman ada receh nih!*

Pelajarannya :
1. Hati-hati menuliskan informasi pribadi. Termasuk status di FB :-P
*Soal ini salut ama orang Jepang yang ketat banget soal kojin joho*
2. Menjaga komunikasi dengan kerabat
3. Cek dan Ricek. Jangan tertelan arus lawan bicara, siapkan segala negasi yang mungkin dari tiap pernyataannya.
4. Jangan melakukan semua aksi yang diminta dalam waktu singkat oleh orang yang tidak dikenal.
*salah satu alasan saya suka komunikasi tertulis--> ada buktinya*
5. Punya banyak anggota keluarga itu penting * bwahaha :-D *


ReAD MoRE・・・

Saturday, 11 December 2010

Sekeping Yen di Musim Dingin

Cecabang pohon masih gagah menentang gravitasi, menjulang ke langit meski gundul tannpa daun. Yah. Ini bulan Desember, masa memasuki tanjakan menuju puncak musim dingin. Siang ini cakrawala gelap. Tetesan air masih bertahan jatuh dari langit tanpa mengkristal. Suhu perlu turun sedikit lagi untuk memaksanya memutih menjadi salju.

Lelaki itu tercenung di depan mesin ATM. Saldonya tinggal 3 digit. Dia ingin makan. Ditekannya sejumlah nominal. Angka satu tertera di saldo setelah dia mengambil alat tukar makan siang hari ini. Satu yen, sekeping terakhir agar masih ada uang dalam rekeningnya. Sekeping terkahir yang tak bisa ditukar hampir dengan makanan di toko manapun di negeri itu.

Di negeri itu Allah masih memberikan berkah melalui perantaraan manusia-manusia lembut hati. Yah. Tak ada lagi uang untuk makan malam hari ini, tak ada pula untuk sarapan dan makan esok hari. Tapi, lelaki itu insyaAllah masih bisa mengganjal perutnya.


Dan dia tak hanya kenyang dengan makanan. Malam ini dia mendapat santapan ruhani dari Surat Al Qolam. Syekh Achmad menjelaskan riwayat orang-orang dalam surat itu. Keturunan orang kaya yang enggan bersedakah lagi, lalu mendapatkan peringatan dari Allah. Namun lelaki itu lebih memikirkan soal cerita sampingan: sedekahlah biarpun cuma dengan satu yen, insyaAllah Allah akan memberikan barokah melalui uang tersebut.

Satu yen. Sekeping terakhir di rekening lelaki itu. Dia merasa satu koin itu begitu berharga saat ini. Pikirannya melayang kembali. Seorang sahabatnya pernah mengatakan : "Jangan coba-coba berbuat yang tidak-tidak, peringatan Allah buat orang yang tahu ilmunya biasanya instant, loh!" Tak perlu berbuat yang tidak-tidak, lalai dalam beribadah atau meninggalkan keutamaan yang dia ketahui dengan baik bisa jadi mendatangkan peringatan dari Allah. Tapi lelaki itu baru ingat, baru sadar, baru terbuka pikirannya dengan perantaraan kata satu yen dari Syekh Achmad.

Bisa jadi kegagalan, rintangan yang dia temui, usaha yang tak berbuah di tahap akhir, kegelisahan hati dan berbagai masalah yang dia hadapi akar masalahnya adalah dia sendiri! Tapi sampai detik ini dia merasa sumber masalah ada di sekitarnya. Supervisor yang terlalu sibuk, situasi yang tidak mendukung, tuntutan yang datang tidak tepat pada waktunya. Oh la la. Kalau direnungkan lagi, masalahnya memang ada pada dirinya. Tidak efektif menggunakan waktu! Pikiran negatif melulu!

Padahal kata orang : Keep your thoughts positive because your thoughts become your words. Keep your words positive because your words become your behaviors. Keep your behaviors positive because your behaviors become your habits. Keep your habits positive because your habits become your values. Keep your values positive because your values become your destiny.

Tuh, khan! Dia tahu teori tentang berpikir positif, tapi kenyataannya tidak dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari! Deuh. Cuci bersih tuh pikiran negatif dan hati yang penuh noda!!

Di tengah dinginnya Desember lelaki itu bertambah yakin, Allah memberikan peringatan dan pelajaran dengan cara yang tak disangka-sangka. Kali ini hanya dengan sekeping uang satu yen. Nominal saldo di rekeningnya sampai entah untuk berapa lama.









ReAD MoRE・・・

Monday, 6 December 2010

Pesan Bill Gates, datte!

I found a link to this file during my 'down' time in graduate school. Got some points from this ^_^

BILL GATES' SPEECH TO MT. WHITNEY HIGH SCHOOL in Visalia, California.
Love him or hate him, he sure hits the nail on the head with this!

To anyone with kids of any age, here's some advice. Bill Gates recently gave a speech at a High School about 11 things they did not and will not learn in school. He talks about how feel-good, politically correct teachings created a generation of kids with no concept of reality and how this concept set them up for failure in the real world.

Rule 1: Life is not fair -- get used to it!

Rule 2: The world won't care about your self-esteem. The world will expect you to accomplish something BEFORE you feel good about yourself.

Rule 3: You will NOT make $60,000 a year right out of high school. You won't be a vice-president with a car phone until you earn both.

Rule 4: If you think your teacher is tough, wait till you get a boss.

Rule 5: Flipping burgers is not beneath your dignity. Your Grandparents had a different word for burger flipping -- they called it opportunity.

Rule 6: If you mess up, it's not your parents' fault, so don't whine about your mistakes, learn from them.

Rule 7: Before you were born, your parents weren't as boring as they are now. They got that way from paying your bills, cleaning your clothes and listening to you talk about how cool you thought you are. So before you save the rain forest from the parasites of your parent's generation, try delousing the closet in your own room.

Rule 8: Your school may have done away with winners and losers, but life HAS NOT. In some schools they have abolished failing grades and they'll give you as MANY TIMES as you want to get the right answer. This doesn't bear the slightest resemblance to ANYTHING in real life.

Rule 9: Life is not divided into semesters. You don't get summers off and very few employers are interested in helping you FIND YOURSELF. Do that on your own time.

Rule 10: Television is NOT real life. In real life people actually have to leave the coffee shop and go to jobs.

Rule 11: Be nice to nerds. Chances are you'll end up working for one.


ReAD MoRE・・・

Thursday, 25 November 2010

Celoteh hari ini...

Ini gawat. Waktu berlalu begitu cepat.


Tapi yang lebih gawat adalah saya merasa lebih enjoy di tempat partime daripada di kampus. Terkadang ada kuliah yang menarik atau acara program yang asyick. Namun entahlah, tempat partime saya sekarang terasa lebih menjadi 居場所, tempat dimana saya merasa nyaman. Kenapa yah? Well, Obrolan yang nyambung, dapet makan plus gaji, pula. Ehehehe. Awalnya saya hanya perlu sebuah pekerjaan sampingan untuk menyokong hidup saya di Jepang. Seiring berjalannya waktu, saya lebih banyak menghabiskan hari saya di tempat partime daripada di kampus. Lalu tanpa saya sadari, isu-isu yang terjadi di tempat partime lebih banyak mengisi kepala saya daripada tugas kampus. Nah loh!

Melihat sekali lagi titik tolak saya untuk mengambil S2, idealisme itu berangsur luntur. Yah mau gimana lagi, tuntutan prioritas yang akhirnya harus dipenuhi terlebih dahulu. penelitian? Thesis? Ah. itu bisa menunggu! Perut yang minta diisi harus dipenuhi dahulu.

Seminggu yang lalu seorang kakak senior saya mengajak diskusi tentang perbedaan saat saya masih mendapat beasiswa dan tidak. Bedanya? Tentu saja jelas. Kalau mendapat beasiswa, pikiran lebih leluasa dipakai memenuhi kebutuhan sosialisasi : aktif di komunitas ini itu, buang ide dan energi setelah kebutuhan sendiri tercukupi. Sekarang? Saya menghilang dari kegiatan-kegiatan itu. Waktu luang harus dipakai untuk produksi uang.

Ehem. Saya pernah berpikir untuk tidak terlalu memforsir diri menghabiskan waktu di tempat kerja sampingan. Kenapa? karena ada sesuatu yang hilang. Sebut saja waktu bercakap dalam bahasa indonesia, waktu tukar pikiran, waktu membaca untuk menambah wawasan, termasuk waktu untuk menjaga silaturahim dengan kawan-kawan.

Pernah pula tercetus untuk putus sekolah di tengah jalan kalau dapet pekerjaan yang cocok dan menyenangkan. Ada tawaran untuk bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji lumayan. Obrolan dengan seorang sahabat menghentikan penelusuran cabang pikiran ini. Namun begitu, setiap kali ada tawaran dimana saya memenuhi qualifikasi, selalu terbersit niat untuk mencoba. Rejeki itu bisa dicari tapi kesempatan baik mungkin tidak datang dua kali....

Jadi gimanaaa dooonk?!


ReAD MoRE・・・

Monday, 8 November 2010

Volcano

Merapi masih batuk-batuk, lalu saya ingat satu film tentang kantung magma di bawah Los Angles. Semoga para pengungsi diberi kesabaran.


selamat menonton!


ReAD MoRE・・・

Friday, 29 October 2010

Sisi lain TKW Saudi

Beritanya sudah dirilis beberapa bulan lalu sih, tapi isu ketenagakerjaan memang selalu HOT!
Disimpan begitu adanya dari Kompasiana (bisa jadi link nya tidak berfungsi setelah sekian waktu...). Sebagai penyeimbang isu-isu ketenagakerjaan yang sering mengusung isu nasionalisme sehingga hanya menyorot para 'korban' tanpa mengungkap para 'pecundang' .

*+*+*+*+*+*+*+*+*+*

Seringkali saya membaca postingan rekan-rekan di Kompasiana, tentang kisah-kisah pilu dan menyedihkan para TKW yang bekerja di Saudi Arabia. Kisah-kisah itu diangkat berdasarkan cerita para TKW ataupun hanya sebatas pengamatan selintas tentang keadaan para TKW saat mereka bertemu di mall-mall, restaurant ataupun di Rumah Sakit.

Sebetulnya kalau kita mau jujur terhadap diri kita sendiri. Para TKW/PRT itupun sudah diperlakukan tidak layak dan tidak manusiawi sejak sebelum keberangkatan mereka ke Saudi. Pernahkah teman-teman melihat pemandangan di bandara Soeta (Soekarno-Hatta), bagaimana para petugas, baik petugas dari PJTKI-nya atau petugas bandara memperlakukan para ‘pahlawan devisa’ itu yang akan diberangkatkan ke Saudi Arabia khususnya..??

Mereka digiring-giring seperti ternak. Seringkali mereka dibentak-bentak bahkan dicaci maki. Saya sering melihat pemandangan seperti itu, karena setiap 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali saya pulang pergi Riyadh- jakarta, Jakarta-Riyadh.

Pemandangan seperti itu, bukan pemandangan yang langka. Para TKW-TKW itu setelah digiring-giring seperti bebek, mereka biasanya duduk bergerombol di lantai. Ada pemandangan yang berbeda tentang kelakuan dan tingkah para TKW itu, dari mereka yang akan berangkat ke Saudi dengan tingkahnya mereka yang akan pulang ke Indonesia.

Para TKW yang bergerombol di bandara Soeta, kebanyakan mereka diam dan tidak banyak omong. Tapi coba perhatikan para TKW di bandara KKIA Riyadh yg mau pulang ke Jakarta. Berisiknya minta ampun! Kalau ngomong saja sampai teriak-teriak, bahkan pernah saya lihat ada yang joget-joget segala, sampai-sampai ditegur oleh satpam bandara KKIA.

Back to topic. Di bandara Soeta, dokumen-dokumen keberangkatan para TKW saya perhatikan semuanya sudah diurus oleh petugas dari PJTKI masing-masing.

Setelah masuk ruang tunggu pesawat dan terbang ke Saudi, barulah para TKW itu bertanggung jawab atas dirinya masing-masing. Ketika mereka sudah ada dalam pesawat Saudia/GIA. Mulailah para pramugari yang di uji kesabarannya oleh para TKW. Saya memperhatikan, betapa seringnya para pramugari yang cantik-cantik itu membersihkan lavatory/wc. Sambil tidak henti-henti memberikan pengarahan kepada para TKW yang menggunakan lavatory. Coba lihat lantai lavatory yang menjadi penuh air, karena para TKW tidak tahu caranya cebok, tidak tahu caranya membuang tissue-tissue. Semuanya berceceran di lantai. Bahkan cara mengunci wc pun mereka tidak tahu..

Kalau kebetulan saya ingin menggunakan wc, tak jarang saya pun ikut-ikutan memberi tahu mereka. Bahkan setiap saya pulang atau pergi Riyadh – Jakarta, saya pasti dan selalu menjadi sekretaris dadakan para TKW untuk mengisi kartu-kartu kedatangan mereka. Tahukah teman …? kalau banyak para TKW yang buta huruf…? Bahkan banyak dari mereka itu yang tidak bisa berbahasa Indonesia …??! Mereka hanya bisa bahasa dari daerahnya sendiri. Jangankan bisa bahasa Arab untuk berkomunikasi
dengan majikan, bahasa Indonesia pun mereka banyak yang tidak tahu…? Apalagi bahasa Inggris…? Itu sih bisa dihitung dengan jari kelingking. Mungkin dari 1 juta TKW yang ke Saudi, cuma 1 yang bisa sedikit ngerti english … Itu kenyataan teman-teman.. Menyedihkan bukan..??

Terus apa yang mereka lakukan selama mereka ada di penampungan..???? Ternyata adanya balai latihan kerja itu sepertinya hanya formalitas saja. Kadang-kadang tidak ikut latihan kerja pun mereka sudah bisa punya sertifikatnya. Halahhhh …. tahu sendiri lah, di negara tercinta kita ini apapun bisa dibeli asal ada uang! Level korupsinya sudah dari level paling rendah sampai level paling tinggi. Berdasarkan sumber yang bisa dipercaya (para TKW-TKW khususnya yang ke Saudi) selama mereka berada di penampungan itu untuk mengurus dokumen-dokumen sambil menunggu datangnya visa, para TKW-TKW itu tidak belajar apa-apa.

Mereka hanya tidur-tiduran, makan, minum, ngobrol-ngobrol sampai malam, merokok (tentu saja tidak ketahuan para pengawas penampungan). Apalagi konon katanya, para TKW yang mau berangkat ke Saudi itu, diberi uang saku sekitar 1,5 jt-2 jt dari PJTKI. Banyak dari mereka itu yang menghabiskan uangnya untuk jajan, makan-makan dan merokok.

Setelah mereka sampai di bandara King Khalid Riyadh. Karena tidak ada petugas dari PJTKI yang mengarahkan mereka, jadilah gerombolan para ‘pahlawan devisa’ itu seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Bagaimana tidak dibentak-bentak oleh petugas orang Saudi, kalau mereka disuruh berbaris di sebelah kanan, para TKW masih tetap bergerombol di sebelah kiri. Disuruh mengantri satu-satu, malah mereka saling berebut. Disuruh memperlihatkan paspor dan kartu kedatangan, mereka malah melongo bego. Ya iyalahhhh …. petugas mana yang tahann….?! Apalagi orang Saudi kebanyakan tidak sabaran, dan suaranya yang kenceng-kenceng. Habislah para TKW itu dibentak-bentak.

Jangankan oleh petugas orang Saudi yang tidak bisa berbahasa Indonesia, wong oleh petugas orang Indonesia yang sebangsa saja, para TKW itu sering dibentak-bentak koq.

Setelah mereka selesai diproses di imigrasi dan selesai mengambil bagasi. Mereka semua dikumpulkan dan di data. Sementara paspor para TKW itu akan dipegang oleh petugas imigrasi. Setelah itu mereka akan dibawa ke ruangan tunggu khusus TKW, sambil menunggu dijemput oleh majikan masing-masing.

Para TKW-TKW itu tidak akan dikeluarkan dari ruangan tersebut, kecuali dijemput oleh majikannya yang nama majikannya tertera di paspor mereka. Bahkan kalau nama penjemput mereka itu tidak sesuai dengan nama yang ada dalam paspor TKW, penjemput tersebut harus memperlihatkan surat kuasa penjemputan dari calon majikan asli TKW itu. Itulah alasannya mengapa para TKW di bandara King Khalid dikumpulkan sebelum mereka dimasukkan ke ruang tunggu.

Calon majikan berada
di luar sambil memelototi screen tv monitor. Di sana akan disebutkan nama TKW lengkap nama majikan dan nomor urut TKW. Kalau nama-nama sudah cocok, para majikan akan lapor ke meja petugas sambil memperlihatkan kartu ID asli. Setelah itu mereka akan memanggil TKW yang bersangkutan dan memberikan paspornya. Setelah TKW dan majikannya menandatangani surat-suratan, barulah TKW itu bisa keluar mengikuti majikannya. Itu prosedur yang masih saya ingat.

Kenapa saya tahu tentang prosedur tersebut..? Karena saya pernah satu kali mengambil pembantu dari PJTKI Jakarta. Biaya yang dikeluarkan majikan untuk mengambil TKW, kurang lebih 28 jt. Bahkan ada yang membayar lebih dari itu..

Untuk teman-teman yang berada di Indonesia khususnya, ini sekedar informasi saja. Tidak semua TKW yang datang dan bekerja di Saudi Arabia itu semuanya mempunyai majikan WN Saudi.

Di Arab Saudi ini semua warga negara tersedia di sini. Jadi para TKW itu ada yang punya majikan yang memang WN asli Saudi, tapi tidak sedikit majikan-majikan mereka itu warga negara lain yang mukim dan tinggal di Saudi Arabia. Soalnya masyarakat kita yang ada di Indonesia kan tahunya, kalau TKW bekerja di Saudi Arabia sudah pasti saja majikannya warga negara Saudi. Padahal tidak begitu… lho…!! Ada yang majikannya WN Turky, Mesir, Siria, Lebanon, Palestina, Jordan, USA, Pakistan, India dan lain-lain sebagainya… (capek kalau harus nyebutin satu satu mah … hehehe..).

Sudah hampir 10 tahun saya menetap di Saudi Arabia, mengikuti suami yang WN Saudi. Karena menetap di sini, tentu saja saya sering sekali menjumpai para TKW di luar rumah, baik di rumah-rumah para kerabat suami saya, ataupun di rumah-rumah teman saya yang orang Saudi, berjumpa di pesta-pestanya orang Saudi, bertemu di mall-mall, di rumah sakit (mengantar majikan-majikannya yang sakit), di restaurant, juga di tempat bermain anak-anak. Seringkali saya menjadi penerjemah dadakan karena para TKW tidak mengerti sama sekali perintah-perintah majikannya.

Kalau anda sudah lama tinggal di Saudi dan anda sering belanja di toko-toko Indonesia, seringkali kita akan melihat ada TKW-TKW yang memang sedang berbelanja atau TKW-TKW kaburan (melarikan diri dari majikan) yang menunggu dijemput seseorang. Tahukah anda …?? Kalau para TKW ilegal di sini jumlahnya hampir sama banyaknya atau mungkin lebih banyak jumlahnya daripada TKW yang legal. Para TKW kaburan kebanyakannya bukan karena disiksa majikan atau karena tidak digaji majikan. Tapi banyak dari mereka yang kabur itu karena keinginannya sendiri. Ada yang alasannya karena mereka ingin mendapatkan gaji yang lebih besar dari gaji yang didapat dari majikan asli. Bahkan banyak yang jadi TKW kaburan karena mereka ingin bebas hidup bersama pacar-pacarnya (para sopir-sopir Indonesia, atau pekerja asing lainnya seperti Pakistan, Bangladesh, India). Dan bukan rahasia lagi kalau di sini ada sindikat/mafia yang akan menampung para TKW kaburan.

Seringkali saya membaca di surat kabar lokal, kalau polisi telah merazia beberapa apartemen/rumah-rumah kontrakan yang penghuninya hampir 99% TKW ilegal asal Indonesia. Dan ternyata mereka melakukan praktek pelacuran! Tarifnya cuma 50 sr (120 rb) sekali pakai. Germo wanitanya kebanyakan orang Indonesia asli, pasangan germo yang laki-laki seringkali orang Pakistan atau Bangladesh. Menurut pengakuan mereka, kostumernya kebanyakan sopir-sopir taxi orang Pakistan atau pekerja kasar orang Bangladesh dan India. Bahkan terkadang ada juga sopir-sopir orang kita sendiri.

Konon katanya di Jeddah, banyak TKW ilegal asal Indonesia yang diam-diam membuka praktek pelacuran. Para PSK asal negara kita itu bukan hanya TKW kaburan saja, bahkan banyak yang datang menggunakan visa umrah. Begitu sampai di Jeddah mereka tidak pulang lagi ke Indonesia, tapi mereka memilih menjadi TKW ilegal. Itu bukan menjadi rahasia umum lagi di sini… Sepertinya setiap orang yang sudah lama mukim di sini pasti sudah pada tahu soal itu.

Pemerintah Saudi Arabia sebetulnya terlalu baik terhadap para TKW ilegal tersebut. Kenapa ….?? Karena menurut pengakuan para TKW-TKW ilegal itu, kalau mereka sudah ingin menghentikan petualangannya sebagai TKW ilegal dan ingin secepatnya pulang ke Indonesia, maka mereka akan menyerahkan dirinya sendiri ke kantor polisi (jadi bukan polisi yang menangkap mereka, tapi seringkali TKW-TKW ilegal itu yang datang ke kantor polisi menyerahkan diri minta ditangkap). Karena dengan cara itulah para TKW akan dideportasi ke Indonesia dengan gratis (biaya tiket ditanggung oleh pemerintah Saudi Arabia).

Oleh polisi, para TKW itu akan dijebloskan dulu ke penampungan-penampungan khusus bagi TKW yang bermasalah atau bahkan banyak juga para TKW ilegal itu ditampung di penjara-penjara wanita, sebelum menunggu proses dipulangkan.

Kalau mereka di interogasi, mereka akan memberi alasan kabur dari majikan karena dipukuli dan lain-lain sebagainya.., dan mereka memberi alasan tidak tahu alamat lengkap majikannya. Bagaimana polisi mau mencari majikan para TKW tersebut kalau si TKW memberi alasan tidak tahu alamat majikannya ….?? Akhirnya TKW-TKW itu ditempatkan di penampungan-penampungan dan sudah pasti akan dipulangkan ke Indonesia.

Wahhhh … teman-teman jangan berfikiran bahwa penampungan/penjara wanita di Saudi menakutkan…. Menurut sumber yang bisa dipercaya kebenarannya, penampungan/penjara wanita di Saudi Arabia itu tempatnya sangat bagus. Makanan berlimpah ruah, malah konon katanya mereka mendapat jatah uang bulanan untuk membeli perlengkapan mandi sekitar 60 sr (kurang lebih 140 rb) per bulannya. Sementara mereka cuma tidur, duduk-duduk, nyanyi-nyanyi dan menikmati hari-harinya sambil menunggu waktu mereka di deportasi ke Indonesia.

Kenapa saya tahu banyak tentang keadaan penampungan/penjara wanita itu? Karena saya pernah punya TKW yang menurut pengakuannya, ternyata dia sudah 7 kali bekerja di Saudi Arabia, dan dia pernah 3 kali menjadi TKW kaburan, dan 4 kali menjadi TKW sukses. Untungnya dia termasuk TKW kaburan yang baik, yang tidak pernah menjadi PSK, dan saya percaya itu. Selama bekerja pada saya selama 3 tahun, si mbak sebut saja namanya Sumi, dia sering menceritakan kisah-kisah petualangannya selama menjadi TKW kaburan, termasuk selama dia berada di penjara wanita.

Dia juga menceritakan kisah teman-temannya sesama TKW ilegal yang sama-sama di penampungan. Jadi kalau ada TKW yang pulang ke Indonesia dalam keadaan hamil, terus mengaku diperkosa oleh majikan laki-laki/anak majikan laki-laki. Kita tidak harus begitu saja mempercayai omongan TKW-TKW itu. Karena kenyataannya di sini, banyak sekali para TKW yang dihamili oleh pacar-pacarnya. Bukan diperkosa, tapi suka sama suka.

TKW yang hamil karena diperkosa memang ada, tapi mereka yang hamil karena suka sama suka atau akibat karena melacurkan diri juga banyak. Itu sudah bukan rahasia lagi di sini.. Sebagai seorang WNI, terus terang saya malu juga dengan kelakuan sebagian mereka yang tidak bertanggung jawab itu.

Belum lagi di Saudi ini, para TKW dari Indonesia itu terkenal sekali dengan sihirnya. Sementara di negara Saudi hukuman untuk yang melakukan sihir sangat berat sekali. Jadi kalaupun ada TKW yang tidak pernah menyantet majikannya, tetep aja kadang-kadang jadi kena getahnya. Cerita ini bukan omong kosong belaka. Saya punya banyak rekan kerja orang Saudi. Hampir semua pembantu mereka pasti orang Indonesia.

Pernah ada keluarga pamannya teman sekantor saya yang menjebloskan pembantunya yang orang Indonesia ke penjara, karena ketahuan TKW itu memasukkan air kencing ke dalam minuman majikan laki-lakinya. Bodohnya TKW tersebut, dia memasukkan air kencingnya ke dalam air putih, bukan ke dalam air teh/kopi. Terang saja majikannya itu curiga, kenapa air minumnya berwarna kekuning-kuningan. Karena disangka majikannya air itu mengandung racun, akhirnya air itu dibawa ke laboratorium. Hasilnya ketahuan, kalau air putih itu mengandung air kencing.

Setelah di interogasi, TKW itu mengaku kalau dia memang sengaja memasukkan air kencing kedalam minuman majikannya, supaya majikannya tunduk atau menyayangi TKW itu. Bahkan katanya lagi dia pernah memasukkan darah menstruasi dia ke dalam masakan-masakan untuk disantap majikannya. Menurut keterangannya, dia tidak sendirian melakukan hal-hal menjijikan tersebut, tapi hampir sebagian TKW yg datang ke Saudi melakukan hal seperti itu, karena mendengar cerita dari senior-seniornya yang eks Saudi selama di penampungan di Jakarta. Terus mempraktekannya.

Akhirnya ketahuan dan dijebloskan ke penjara. Teman saya yang orang Saudi itu, sampai khusus datang kepada saya dan bertanya, kenapa banyak TKW yang melakukan perbuatan seperti itu..?? Bukankah dalam Islam itu merupakan dosa besar..?? Dan TKW-TKW itu beragama Islam..?? Saya sendiri bingung harus menjawab apa..?? Kenapa para TKW itu berbuat hal-hal menjijikan seperti itu, saya sendiri tidak tahu..?? Karena saya kan bukan TKW…. hahahahahahaha…

Karena cerita itu berkembang dari mulut ke mulut, akhirnya saya dengar, banyak rekan-rekan orang Saudi yang punya pembantu orang Indonesia memulangkan pembantunya. Alasannya, mereka takut makanan mereka dicampur oleh air kencing atau dicampur darah menstruasi. Dan sekarang ini banyak orang Saudi yang mengambil pembantu dari Vietnam.

Pernah saya mendapat pertanyaan konyol dari seorang Saudi, “Di Indonesia ada listrik gak…?? Ada telpon gak..?? Ada Mac Donald gak…??” Saya jawab saja: ”Tidak ada….!!! Kami orang Indonesia masih hidup di gua-gua…!!” hahahahahahaha..

Ternyata orang itu punya alasan sendiri, kenapa mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Karena dia punya pembantu dari Indonesia yang tidak tahu caranya menggunakan setrika, mesin cuci atau alat-alat lainnya yang menggunakan listrik.. Mereka membandingkan dengan keadaan di sini. Semiskin-miskinnya orang Saudi, semua alat-alat rumah tangganya kan sudah modern dan menggunakan listrik. Dassarrrr… katro…!! Hahahahaha…

Sekitar 3 tahun yang lalu, ketika saya berkunjung ke rumah mertua di luar kota Riyadh. Saya diperkenalkan dengan pembantunya tetangga dari mertua saya. Sebut saja namanya Yuyun. Baru kenal saya satu hari, Yuyun sudah menceritakan kalau dia punya pacar orang Yaman yang berjanji akan menikahinya kalau Yuyun pulang cuti nanti (kebetulan, Yuyun janda dengan anak dua). Yuyun menceritakan betapa baik si Yaman pacarnya itu. Suka memberinya Indomie, pulsa, dan uang jajan.

Oia, Yuyun juga menceritakan kalau si Yaman itu suka masuk diam-diam ke kamar Yuyun, kalau majikan-majikannya sudah tidur (majikan Yuyun cuma berdua, sepasang suami isteri yang sudah tua). Wahhhh…. ternyata si Yuyun ini nekat juga. Ngapain aja hayohh…?? Kalau sudah berduaan di dalam kamar..?? Tidak mungkin kan cuma maen pasir… hehehehehe. Saya sudah wanti-wanti sama si Yuyun, supaya tidak melakukan hal-hal bodoh seperti itu. Di Saudi ini kan yang namanya pacaran tidak diperbolehkan. Kalau ketahuan bisa dihukum karena ada aturannya. Ternyata Yuyun mungkin sudah tak tahan juga. Setiap hari memasukkan si Yaman, lama-lama masuk angin… Ketika kandungannya menginjak 4 bulan, si Yamani kabur entah kemana. Tinggallah Yuyun dengan perut buncitnya.

Untung majikan Yuyun baik hati. Yuyun cepat-cepat dipulangkan ke Indonesia. Karena kalau sampai melahirkan di sini tanpa ada surat nikah resmi, Yuyun bersama bayinya bisa dijebloskan ke penjara. Selamatlah Yuyun dari hukuman cambuk karena kebaikan hati majikannya. Itu kalau pas kebetulan majikannya baik hati, pembantunya hamil cepat-cepat dipulangkan untuk menyelamatkan pembantunya. Coba kalau majikannya yang tidak mau mengerti. Mengetahui perut pembantunya yang tiba-tiba melendung tanpa ketahuan tukang pompanya, boro-boro dipulangkan, malah kalau gak diserahkan ke kantor polisi, bisa-bisa malah langsung dibuang di kolong jembatan layang.

Dan waktu pulang ke Indonesia dengan membawa orok, untuk menutup malu biasanya para TKW itu akan mengarang cerita kalau oroknya itu hasil diperkosa atau hasil dipaksa.. Padahal setelah beberapa lama kemudian, TKW itu akan kembali daftar ke PJTKI untuk kembali bekerja sebagai TKW di Saudi Arabia. Itulah sebabnya, walaupun Saudi Arabia banyak dicaci maki di Indonesia oleh orang-orang yang tidak tahu kejadian sebenarnya, tapi tetap saja PJTKI selalu kebanjiran calon-calon TKW untuk minta diberangkatkan ke Saudi Arabia. Kalau teman-teman tidak percaya, coba temen-temen cek dan ricek ke PJTKI-PJTKI di Jakarta. Teman-teman akan mengetahui.. ada berapa ribu TKW-TKW yang sedang menunggu mendapatkan visa untuk bekerja di Saudi Arabia. Dan saya yakin sekali kalau di Saudi Arabia, banyak sekali para TKW yang semodel dengan si Yuyun..

Pemerintah Saudi bukan tidak berusaha menekan serbuan datangnya para TKW ilegal. Khususnya yang datang dari Indonesia. Mulai dari 2 tahun yang lalu. Semua warga asing yang tinggal di Saudi Arabia, harus disidik jari lagi, diphoto lagi di imigrasi untuk disimpan di database mereka. Konon katanya untuk mencegah masuknya kembali TKW ilegal yang pernah dideportasi ke luar dari Saudi Arabia. Jadi para tenaga kerja asing yang pernah bermasalah di Saudi Arabia, tidak akan bisa mudah masuk begitu saja, walaupun mereka sudah mengganti paspor bahkan mengganti namanya.

Saya masih ingat pesan si mbak Sumi, bekas pembantu saya dulu, ”Ibu, kalau nanti saya sudah pulang, dan ibu mau mengambil TKW dari Jakarta lagi. Ibu harus hati-hati. Jangan mengambil TKW yang asalnya dari T, P, B, L, S, C, M… karena banyak TKW-TKW dari sana yang jahat-jahat. Saya kasihan sama ibu kalau ibu mendapatkan TKW yang jahat. Karena ibu orangnya baik … (hehehehe saya disebut baik, padahal saya bawel sekali.. hahahaha ). Saya kasihan sama si putri kalau diasuh oleh TKW yang tidak baik. Kalau saja saya tidak akan menikah lagi, saya mau selamanya bekerja di rumah ibu. Ibu harus tahu, tidak semua TKW itu datang ke sini karena mereka mau menjadi TKW. Banyak lokalisasi pelacuran di Jawa Tengah dan di Jawa Timur yang di gerebek polisi, terus para bekas PSK-PSK itu larinya ke PT, melamar untuk menjadi TKW. Dan kebanyakan mereka milihnya menjadi TKW di Saudi Arabia. Ya … ibu bisa bayangkan, mereka tidak akan menjadi TKW yang baik karena menjadi pembantu itu susah, paling-paling begitu sampai di sini juga para bekas PSK itu akan kembali menjual diri. Jadi ibu harus hati-hati ya bu….!!” Itu pesan si mbak Sumi tercinta (hallo… mbak Sumi sayang…?? Sehatkah mbak…??).

Akhir bulan Mei kemarin, ketika saya sedang di ruang tunggu seorang dokter mengantar kakak saya yang sakit. Kebetulan bertemu dengan seorang TKW yang juga sedang mengantar majikannya berobat.

Saya perhatikan majikannya, seorang perempuan Saudi yang sudah tua. Si majikan itu minta diambilkan air minum dari tas yang dibawa TKW itu. Saya mendengar jelas TKW itu ngomel-ngomel terus dalam bahasa Indonesia. ”Dasar babi, tadi ditawarin tidak mau, sekarang minta …!!” Saya yang mendengar omelan TKW itu, jadi gatal juga. ”Emang di mana ada babi mbak..??!!” Si TKW itu tampak terkejut melihat saya. ”Eh… ibu orang Indonesia..?!” tanyanya.. sambil lalu. Saya sedikit menasehati TKW tersebut untuk sekedar menjaga bahasanya.

Ngomel sih ngomel, tapi masa babi sampai dibawa-bawa…. hahahaha. Kalau majikannya ngerti itu kata babi. Saya yakin tuh TKW sudah ditendang 10 kilometer oleh majikannya… hahahahaha…

Sekelumit kisah2 di atas itu murni berdasarkan pengalaman saya pribadi. Dengan tidak bermaksud mengambil kesimpulan bahwa para TKW/PRT dari Indonesia itu semuanya jahat-jahat. Orang-orang jahat itu ada di mana-mana. Tidak di Saudi Arabia, tidak di Indonesia, tidak di Amerika, tidak di Eropa, tidak di Afrika. Di semua tempat di belahan dunia ini, orang-orang jahat itu ada.

Dan orang-orang yang baik pun ada. Tidak semua majikan-majikan orang-orang Saudi (khususnya) itu jahat. Yang baiknya juga banyak sekali (makanya banyak sekali para TKW yang betah bertahun-tahun kerja di Saudi Arabia). Majikan yang jahat pun banyak, itu bisa kita lihat dari banyaknya TKW-TKW yang pulang ke Indonesia dengan keadaan babak belur. Bahkan seringkali pulang hanya tinggal nama saja.

Para TKW itu juga tidak semuanya orang-orang baik dan jujur. Banyak sekali mereka yang jahat yang penuh tipu muslihat. Makanya sering diberitakan di koran-koran lokal di sini, kejahatan-kejahatan yang pelakunya TKW/tenaga kerja Indonesia. Baik dan buruknya pengalaman seseorang, tidak menjadi tolok ukur baik dan buruknya satu bangsa/ras tertentu.

Marilah kita sama-sama dewasa dalam menyikapi permasalahan masalah para TKW ini (khususnya para TKW di Saudi Arabia), yang kadang-kadang tampaknya seringkali di dramatisir oleh pihak-pihak tertentu (khususnya orang-orang yang tidak suka dengan Islam/tidak suka bangsa Arab).

Kalau kita mau jujur, negara kita punya andil besar dalam semua permasalahan TKW-TKW yang bermasalah ini. Negara Indonesia yang konon katanya dulu, gemah ripah loh jinawi, ternyata sampai sekarang tidak bisa menyejahterakan rakyatnya. UUD 45 pasal 34 ayat 1, ”Fakir miskin dan anak anak terlantar dipelihara oleh negara,“ hanyalah kata-kata keramat yang tertera di atas kertas belaka. Pada kenyataannya para penguasa-penguasa di negara kita sampai saat ini belum ada yang berpihak kepada rakyat miskin. Selama angka kemiskinan dan angka pengangguran semakin meningkat, selama itu pula keberadaan para TKW yang tidak berpendidikan pun tidak akan punah, malah akan semakin banyak dan meningkat. Dan selama itu pula, kita pun akan selalu mendapat suguhan berita, tentang nasib-nasib para TKW yang memilukan. Dan itu merupakan pekerjaan rumah untuk para pejabat penguasa negara Indonesia. Cq terutama bapak menteri tenaga kerja yang sejak tahun jebot sampai tahun 2010 mau segera berakhirpun, belum ada tanda-tanda kapan Pekerjaan Rumah yang satu ini akan segera bisa diselesaikan dengan baik.

Cag dulu ahhhhhhh…..!!

Ditulis oleh: Nining

Sumber (dengan sedikit perubahan):
- http://luar-negeri.kompasiana.com/2010/07/01/sisi-lain-cerita-tkw-di-saudi-arabia-bagian-1/
- http://luar-negeri.kompasiana.com/2010/07/02/sisi-lain-cerita-tkw-di-saudi-arabia-bagian-2/




ReAD MoRE・・・

Thursday, 14 October 2010

Menolong tanpa Menunda





Waktu duduk sambil menunggu kereta datang tanpa sengaja saya membaca iklan ini. Iklan alat pembantu pendengaran. Hopla!! Ini dia yang saya cari bertahun lalu. Komunikasi dengan ayahanda via telpon akan lebih mudah bila saya menghadiahkan alat ini.

Masalahnya..... yah, Ayahanda sudah keburu meninggal sebelum saya sempat membelikan beliau alat ini. T_T. Anehnya saya sudah berencana akan mengunjungi alamat yang tertera di iklan itu lalu baru sadar beberapa menit kemudian kalau orang yang akan saya beri hadiah sudah tak ada lagi di dunia ini......

Jangan menunda berbuat baik....
Siapa tahu kebaikan itu sudah tidak dibutuhkan lagi saat diberikan beberapa waktu kemudian.


ReAD MoRE・・・

Thursday, 7 October 2010

Wittenberg



Dokumentasi kunjungan ke Wittenberg Lutherstadt. Ting tong! Adakah lampu mneyala di kepala anda? Yup! INi tempat kelahiran Marthin Luther, pembawa paham Protestant dalam gereja. Ternyata kotanya kecil euy, ada di kawasan bekas Jerman Timur. Here are the pictures:



Kafe-kafe seperti ini banyak menjamur di antara gedung-gedung yang sambung menyambung menjadi satu.
Berbagai lambang dalam pigura...
Wittenberg dari atas...

Patung-patung kecil 4 warna, lokasi dekat sini sering dipergunakan untuk acar kumpul-kumpul, studytour atau rapat tertentu...


ReAD MoRE・・・

Monday, 4 October 2010

Waktu Sholat di Kawasan Kutub

Disimpan untuk menjawab rasa ingin tahu.Pernah ditanya orang jepang soal ini soalnya, ehehehe. Sumber dari http://en.islamtoday.net/artshow-384-3955.htm

The lands above 66° 33'N and 66° 33'S fall respectively within the Arctic and Antarctic circles. These latitudes define the approximate limit of the midnight sun and the polar night. In other words, for at least one Summer day, the Sun will not set for the full 24 hours, and for at least one winter day, the Sun will not rise for a full 24 hours.

As one travels towards the poles from the 66° 33 degree limit, the duration of this time without sunrise or sunset increases, until it can last for months. Indeed, at the poles themselves, the Sun only rises and sets once each year, with a half-year day and a half-year night.

There are today many Muslims living above the Arctic Circle, and they face the midnight sun/polar night phenomena for various amounts of time, ranging from one day up to a few months. For instance, the Russian city of Salekhard (pictured right) lies directly on the Arctic Circle and boasts a 20% Muslim population.

The mosque in Tromsø, Norway is the northernmost mosque in the world. It lies over 300 km inside the Arctic Circle and the Muslim community there experiences the midnight sun from 18 May to 26 July and perpetual night from 26 November to 15 January.

The Inuvik Mosque -- famous at holding the world record for the world's longest building move after traveling 4000 km from Winnipeg -- is approximately 200 km north of the Arctic Circle and the Muslim community there experiences an average of 56 days of continuous sunlight every summer and 30 days of polar night every winter.

Other important Muslim communities exist elsewhere above the Arctic Circle Canada, Alaska, Northern Europe, and Russia. The numbers of Muslims who live under these conditions is growing.

All Muslim scholars agree that whenever there is perpetual day or perpetual night for 24 hours or more, the prayer times during the affected days should be approximated. This is because the Prophet Muhammad (peace be upon him) said: "There will come a time when there will be a day like a year, a day like a month, and a day like a week…" The people asked him if during the day like a year, should they offer each prayer only once. He replied: "You should approximate the times." [Sahîh Muslim]

This means that the time between the prayers should be approximated so that all five prayers will be performed for each 24 hour period. This, however, is the extent of their agreement. The question remains as to how this estimation is to be achieved. Scholars are divided among three opinions:

[1] The prayer times should conform to the nearest populated locality where normal day and night are experienced. This is the opinion held by the majority of scholars.

Those who hold this view argue that since it is impossible to determine the prayer times by the position of the Sun in that particular locality, then looking to the closest place where there is normal sunrise and sunset gives the best approximation for how the prayer times should be.

[2] The day should be estimated according to a perfectly even day with 12 hours of daytime and twelve hours of nighttime. This is the view of a few scholars of the Hanbali school of thought.

These scholars argue that since it is impossible to determine the prayer times by the actual position of the Sun, the absolute mean should be taken, just as is the case with a number of other religious rulings requiring estimation. They cite, for example, the case with estimating the menstrual period for a woman who suffers from perpetual vaginal bleeding and never had a normal menstrual cycle to estimate from.

However, other scholars have pointed out that this is a weak comparison, since the closest inhabited place where there is day ad night brings a stronger resemblance to the locality in question than some hypotetical 12-hour day.

[3] The prayer times should be estimated so as to conform with the prayer times in Mecca for the same day. This opinion has been expressed by various scholars, as articulated in Fatâwâ al-Manâr (7/2578) and by al-Thunayân (p 24).

These scholars argue that Mecca has precedence of place. It is for Muslims "the mother of all cities" and the direction that Muslims turn to in their prayers. It is where Islam had its beginnings, and it should be what Muslims fall back on as a reference for prayer times in lands where normal day and night do not occur.

Other scholars have rejected this idea, arguing that there is no connection between Mecca's admittedly special qualities and prayer times in the Arctic. Mecca is far away from the latitudes where day and night fail to manifest, and therefore should not be used as a point of reference for estimating prayer times in those areas.

The Best Solution

It appears that the strongest of the opinions elaborated above is the first opinion: that of basing one's prayers upon the prayer times in the nearest populated locality where normal day and night are experienced. This is because the closest locale is the one that resembles conditions in the area the most. This is a rather compelling argument, while the supporters of the other two opinions provide very weak rationales in their defense


ReAD MoRE・・・

Wednesday, 29 September 2010

Idul Fitri di Eropa



Siapa pernah membayangkan bahwa di MOSKOW diselenggarakan perayaan Idul Fitri yang diramaikan oleh begitu banyak muslim? Di Eropa saya bertemu banyak muslim. Penduduk pribumi maupun imigran dari negara arab atau Afrika. Ada yang muslim declare, ada yang benar-benar menjalankan syari'at. Bila dilihat dari skala muslim dunia, permasalahan antar golongan di Indonesia jadi terdengar "apa-apaan sih?!" di telinga saya.

Lalu, percayalah, Idul Fitri di Eropa tak kalah meriah dengan di Indonesia meskipun budaya mudik tidak ada. :-D. Jepang gimana? err.... sepertinya masih terkotak-kotak di kedutaan besar masing-masing negara. Iya gak sih?


ReAD MoRE・・・

200 Tahun Oktoberfest



Lima jam sebelum pesawat saya lepas landas menuju Jepang, saya sempatkan mengunjungi OKTOBERFEST. Festival ini terkenal dengan bir, namun saya lebih tertarik untuk mencari ikan bakar yang jarang-jarang bisa dijumpai di Bavaria. :-D


200 Years Oktoberfest in Munich (1810-2010)

The "Historical Oktoberfest" takes place only in 2010 because of the 200th anniversary of the Oktoberfest. Like in old times the historcal "Wiesn" is quiet and family-friendly.

In the tent "Herzkasperl" you'll be entertained by German and Bavarian artists. There is also an animal tent with different species of farm and domestic animals and a museum tent, where you can visit historical objects of the Oktoberfest. Like in the early "Wiesn" years you can see horse races every day at 1.00 and 6.00pm.

I visited this festival 5 hours before my flight back to Japan. I just came at the right time to Munich, eheheheh \^o^/

http://www.oktoberfest.de/en


ReAD MoRE・・・

Tuesday, 28 September 2010

Memaksa Keliling Eropa (dengan waktu terbatas)

Entah kapan lagi ada kesempatan ke eropa..

Mumpung ada sedikit waktu sebelum tahun ajaran dimulai di Jepang dan membuat laporan, saya berusaha mengoptimalkan waktu yang tersisa. Well, tulisan ini sudah terpajang di Notes FB saya sebenarnya. Tapi siapa tahu ada yang nyasar ke blog ini lalu menemukan bahwa informasi semacam ini perlu juga.

So, Berbekal Eurail yang masa berlakunya tinggal seminggu dan dukungan easyjet yang tiketnya murah meriah, saya berhasil mengunjungi 13 kota di 6 negara dalam 7 hari setelah Idul Fitri.



Rutenya : Munich-Paris-Portbau-Barcelona-Grenada-Malaga-Milan-Venezia-Roma(dan Vatican)-Bologna-Verona-Trento-Innsburg-Zurich-Munich
Dengan rute ini, tidak perlu menginap di hostel karena bisa memanfaatkan kereta malam.
Well, sebenarnya rencana awal saya adalah Munich-Paris-Barcelona-Madrid-Cordoba-Granada-Malaga-Milan-Vennezia-Roma-Wina-Praha-Munich, namun karena satu dan lain hal terpaksa harus diubah--->Terutama gara-gara keterlambatan kereta!


Castello, Milano

Paris : Eiffel & Louvre
Barcelona : Sagrada Familia, Casa Mila, Espana
Madrid : city centre
Cordoba : Katedral dalam Masjid
Granada: Al Hambra, kebun olive, city centre--> nikmatilah paella


Al Hambra, Granada
Malaga : cuman numpang naik pesawat doang~
Milan : Duomo, Monza, Castello, Buenos Aires street --> makan pasta n pizza
Venezia : Santo Marco (kotanya kecil sih, 2 jam juga udah muter kemana-mana, bila ada waktu lebih bisa menyebrang ke pulau lain atau buang duit naik gondola (mahal! 80 euro! mending naik bus air, 16 euro buat 12 jam)
Roma : Coleseo, Vatican, City centre --> Nikmati Tiramisu dan Es krim, oleh2 murah!! (dibanding negara eropa lain)
antara Bologna-Zurich : suasana pegunungan~~


Pengalaman selama perjalanan :
1. Bikin reservasi dekat hari-H saja supaya memungkinkan perubahan rencana. Siapa tahu setelah sampai di suatu kota muncul keinginan untuk mengeksplorasi lebih jauh.

2. Bikin reservasi untuk jarak terjauh dalam satu negara lalu dilanjutkan dengan kereta lokal yang melewati perbatasan bisa menghemat 75% biaya. \^o^/ ----> Dibandingkan bila melakukan reservasi untuk 2 kota besar di 2 negara berbeda.

3. Pakai pesawat murah jarak jauh untuk menghemat waktu. Kali ini saya terbang dari Malaga (spanyol) ke Milan (Italia) dengan 40 euro-an saja. Kata teman saya kalau lagi murah (reservasi 3 bulan sebelumnya) bisa 15 euro-an. Ehem, bagi saya 40 euro masih murah untuk penerbangan internasional jarak jauh macam ini, apalagi saya melakukan segala reservasi H-2 keberangkatan.

4. Selain ingin menikmati hidangan lokal dengan suasana elegan, belilah keperluan perut di supermarket untuk menjaga ketebalan dompet. (ingat hari Minggu gak ada yang buka, kecuali toko di stasiun!). Makanan andalusia dan Itali sedap!! --> mungkin karena terbiasa makanan di Jerman yg gak banyak variasi....

5. Penuhilah panggilan alam di McD (huehue ato restoran lah, McD ada dimana-mana sebagai WC gratisan), kereta atau bandara. Kencing di stasiun bayar dan antri!! -> apalagi di kota wisata. Well, Beberapa tempat di Vatican dan Spanyol toiletnya gratis.


6. Aktif bertanya supaya tidak ketinggalan kereta. Ada kalanya pengumuman hanya disampaikan dalam bahasa lokal dan kereta datang terlambat. Untuk kasus saya di Italia, saat diumumkan dalam bahasa Inggris "....NOW DEPARTING FROM LINE NUMBER..." keretanya tuh udah jalan, sehingga saya cuman melonggo sambil bawa barang bawaan. >_<; --> Kirain masih ada satu menit buat nekad melompat ke gerbong T_T

7. Pemandangan gunung yang eropaaaa banget saya jumpai antara Italia dan Austria, setelah masuk Austria pemandangannya justru kurang cantik (bisa jadi yg bagus terlewat saat saya tidur), Memasuki swiss, keretanya lewat pinggir danau, waowwW (pilihlah tepat duduk di sisi kanan deket jendela). Eniwei, pemandangan gunung yang bagus lebih bisa diperoleh di stasiun kota kecil ala Trento atau Bolzano, begitu sampai Innsburk ke atas, udah tertutup dengan gedung T_T

8. Tidak semua menu di restoran kebab adalah halal. Kalau mau selektif, pilih yang pasang label halal di tokonya. Well, kalau ayam masih bisa diterka, kalau daging katanya udah campur-campur euy....

Tautan :

Bertualanglah selagi muda (dan single) . Diskon 35% dari harga biasa bagi mereka yang berumur 25 tahun atau lebih muda saat hari pertama perjalanan dimulai.Bisa dibeli dari jauh-jauh hari, lalu diakivkan saat hendak memulai perjalanan sesampainya di Eropa.

Situs kereta nasional Jerman, bisa dipakai untuk cek jalur di Eropa.

Bila hanya ada satu barang bawaan berukuran 25x45x56 dengan berat berapapun, memakai pesawat terkadang lebih murah dibandingakn biaya reservasi kereta highspeed. Obrak-abrik saja sampai ketemu.


ReAD MoRE・・・

Thursday, 2 September 2010

Banyak Jalan Menuju Roma



Serigala, Romulus dan Romus. Legenda yang dibatukan di tengah kota Roma.

Dengan memakai tiket eurail, biaya transportasi di Itali terasa murah sekali. Saya hanya membayar 3 euro untuk kereta malam dari Venezia ke Roma. Sayang sekali saya hanya punya waktu kurang dari satu hari untuk menikmati suasana mantan ibukota kerajaan Romawi ini.

Di Kota ini ada Masjid Jami' terbesar di Eropa yang disekilingnya banyak berdiri tenda penjaja makanan tradisional negara-negara islam. Hmm, jadi daya tarik tersendiri selain melakukan ibadah dalam masjid. ^_^

Hanya saja anak kecil terlatih untuk mengemis di kota ini. Tidak jauh berbeda dengan suasana jalanan di kota besar Indonesia. Ah yah, hati-hati terhadap copet!


ReAD MoRE・・・

Monday, 30 August 2010

Hati-hati

Hati-hati. Jangan pergi sendiri. Itu kata kawan Turki saya di sini. Alasannya, saya berada di kawasan bekas Jerman Timur dimana lebih besar kemungkinan penganiayaan terhadap warga non-Jerman. Apalagi saya tidak fasih berbahasa Jerman plus wajah yang Asia sekaleee. Pemukulan dan tindakan anarkis terhadap warga non-Jerman mungkin sekali terjadi.

Ya, Allah. Masih juga terjadi di era ini?
Tak perlu suudzon, tapi hati-hati. Ya. Teman-teman pribumi di sini sangat ramah dan suka menolong. Oleh karena itu saya merasa aman dan betah. Saya yakin tidak salah. Saya pikir wajar saja bila ada orang yang kurang baik. Dimana-mana ada orang baik dan tidak baik.

Bagaimanapun kalau diingatkan hampir tiap hari, yah kepikiran juga. Saya jadi berpikir dua kali untuk jalan sendiri di malam hari. Tiba-tiba ada rasa setengah tak aman. Apalagi saat malam, mulai banyak orang yang berkumpul sambil bawa minuman di pinggiran jalan. Bahaya sekali kalau saya diciduk lalu dijadikann bulan-bulanan.

Pulang di atas jam 6 sore mendingan bebarengan, ah. Buka puasa di kamar saja...


ReAD MoRE・・・

Thursday, 26 August 2010

Once Upon a time in saxony-anhalt


Orang-orang dalam foto ini berbicara dalam bahasa Jerman, Spanyol, Inggris, Jepang, Indonesia, Turki, Perancis, Itali, Rusia dan Ukraina. Beberapa orang tidak bisa berbahasa Jerman. Dua orang tidak bisa berbahasa Inggris. Dua orang bisa bahasa Jepang. Untung saja kemampuan multibahasa membantu kami dalam berkomunikasi. Bila kami bersama dalam satu tahun saja, mungkin setaip kami akan menambah kemampuan sedikitnya dua bahasa asing lain. :-D

Ich spreche kein noch Deutsh +_+

Well, rencana petualangan makin menggelembung dan saya menemukan bahwa ada tiket kereta murah trans-eropa yang berlaku 24 jam sehari selama 15 hari adalah yang paling cocok saya pergunakan. Tiket ini bisa dipesan dari seluruh dunia lewat www.eurail.com . karena masih bulan puasa saya merencanakan untuk melakukan kunjungan rutin ke Masjid Ar Rahman di Leipzig yang hanya memakan waktu satu jam dari asrama saya. Alhamdulillah lokasinya tidak jauh dari Central Station, sehingga masih memungkinkan untuk memakai kereta setelah waktu isya' (jam 10 malam baru masuk isya', maghrib antara jam 8:00-8:30 malam).

Satu catatan penting : Berhubung saya berada di bekas jerman Timur, harus hati-hati terhadap rakyat rasis yang bakal menghujat karena saya orang asing. Harus lebih hati-hati lagi terhadap skinhead +_+



ReAD MoRE・・・

Thursday, 19 August 2010

Road to Germany!



Wilkommen!!

Akhirnya bisa juga mewujudkan pesan Ayahanda untuk mengunjugi Jerman. Katanya, salah satu adab terhadap orang tua adalah memenuhi keinginannya. Maka saya sedikit terburu-buru menunaikan amanah ini. Ayah keburu meninggal sebelum saya sempat melaporkan lawatan saya ke negeri ini. Setelah sebulan menjadi graduate student, persiapan buat ke Jerman segera dilakukan. Korespondensi dengan Prof di Jerman sambil menyiapkan proposal ke kampus di Jepang, melobi supervisor plus menyicil ini dan itu untuk visa. Alhamdulillah, semuanya lancar sehingga dalam 2 bulan, tiket sudah di tangan dan semakin menggelembunglah angan-angan.

Stasiun Berlin sangat megah! Jalur keretanya bertingkat-tingkat. Jujur saja, terlihat lebih keren daripada stasiun manapun di Jepang. terlihat? Iyah, soalnya meskipun stasiun di Jepang juga ada yang bertingkat, tapi bertingkatnya ke bawah tanah jadinya tak terlihat megah, huehue.

Jadi, petualangan di Jerman segera dimulai!!



ReAD MoRE・・・

Friday, 6 August 2010

Usia-usia, ada apa?

Salah satu pelajaran penting dari memahami sejarah adalah tahu cara pandang dan pola hidup masyarakat pada masanya. Menjelang ramadan tahun ini saya berpikir tentang usia para tokoh sejarah. Misalnya apa yang sudah bisa dilakukan remaja berusia 20 tahun pada masa rasulullah masih hidup? Saya ingin menemukan relevansi tentang tingkat kedewasaan dan usia manusia pada masa nabi dan masa dimana saya sekarang hidup di muka bumi. Terlebih, saya merasa bahwa sejarah berulang lagi. Ya, di sini, di bumi ini.


Misalnya.. err, Tentang kisah kaum quraisy saat diseru untuk menyembah Allah dan mengakui Muhammad sebagai rasul. Mereka menolaknya meskipun tahu bahwa Allah adalah sang pencipta, Tuhan alam raya. Bukankah hal ini mirip dengan kondisi umat sekarang? Sebut saja islam KTP. Orang-orang ini kalau ditanya, siapa Tuhanmu, atau siapakah yang menciptakan alam ini? Mereka bisa menjawab : Allah. Akan tetapi seruan untuk menunaikan kewajiban sholat, puasa mupun zakat tidak dilaksanakan. (Mungkin diperhatikan saja tidak.). Mirip tidak?

Kembali ke topik soal usia, saya sebenarnya terlambat untuk tahu bahwa kisah para pemuda islam di masa lalu sungguh luar biasa. Sebut saja Muhammad Al Fatih. Beliau sudah mendapat kepercayaan untuk memimpin penakhlukan Konstantinopel pada usia 21 tahun, mengganti nama kota ini menjadi islambul (islam keseluruhan)--> Oleh kemal attaturk nama kota ini diubah mejadi istambul, artinya apa yah.... hebatnya beliau ini dalam usia 21 tahun sudah menjadi ahli di bidang militer, sains, matematika dan menguasai 6 bahasa. ENAM BAHASA-21 years old!



Tahun 711, dalam usia 18 tahun Tariq Bin Ziyad berhasil menakhlukan andalusia, menjabat sebagai gubernur musim pertama di semenanjung Iberia. Namanya diabadikan menjadi selat Gibr-al- Tar Gibraltar. Keputusan beliau untuk membakar seluruh kapal saat mendarat di semenanjung Iberida tanggal 29 April 711 kemudian membakar semangat laskar muslim untuk berjuang menegakkan islam di eropa masih bergaung hingga sekarang :

"Oh my warriors, whither would you flee? Behind you is the sea, before you, the enemy. You have left now only the hope of your courage and your constancy. Remember that in this country you are more unfortunate than the orphan seated at the table of the avaricious master. Your enemy is before you, protected by an innumerable army; he has men in abundance, but you, as your only aid, have your own swords, and, as your only chance for life, such chance as you can snatch from the hands of your enemy. If the absolute want to which you are reduced is prolonged ever so little, if you delay to seize immediate success, your good fortune will vanish, and your enemies, whom your very presence has filled with fear, will take courage. Put far from you the disgrace from which you flee in dreams, and attack this monarch who has left his strongly fortified city to meet you. Here is a splendid opportunity to defeat him, if you will consent to expose yourselves freely to death. Do not believe that I desire to incite you to face dangers which I shall refuse to share with you. In the attack I myself will be in the fore, where the chance of life is always least.

Remember that if you suffer a few moments in patience, you will afterward enjoy supreme delight. Do not imagine that your fate can be separated from mine, and rest assured that if you fall, I shall perish with you, or avenge you. You have heard that in this country there are a large number of ravishingly beautiful Greek maidens, their graceful forms are draped in sumptuous gowns on which gleam pearls, coral, and purest gold, and they live in the palaces of royal kings. The Commander of True Believers, Alwalid, son of Abdalmelik, has chosen you for this attack from among all his Arab warriors; and he promises that you shall become his comrades and shall hold the rank of kings in this country. Such is his confidence in your intrepidity. The one fruit which he desires to obtain from your bravery is that the word of God shall be exalted in this country, and that the true religion shall be established here. The spoils will belong to yourselves.

Remember that I place myself in the front of this glorious charge which I exhort you to make. At the moment when the two armies meet hand to hand, you will see me, never doubt it, seeking out this Roderick, tyrant of his people, challenging him to combat, if God is willing. If I perish after this, I will have had at least the satisfaction of delivering you, and you will easily find among you an experienced hero, to whom you can confidently give the task of directing you. But should I fall before I reach to Roderick, redouble your ardor, force yourselves to the attack and achieve the conquest of this country, in depriving him of life. With him dead, his soldiers will no longer defy you!"

[Abad 12]Ibnu Rushd a.k.a Averroes (nama salah satu senior saya di Jepang yang sekarang sedang ambil PhD, eheheh). Terlahir 400 tahun setelah penakhlukan andalusia. Artinya islam menguasai spanyol selama ratusan tahun! Dan setelah kontribusi islam terhadap teknologi, maka mulai muncullah penjelajahan samudera, dimana orang Eropa menjajah mana-mana T_T
Salah satu ilmuan muslim yang menyumbang banyak sekali ilmu pengetahuan kepada dunia.
Dalam usia 25 tahun beliau melakukan observasi astronomi, mendefinisikan arti Gaya, lintasan planet (yg sekarang lebih terkenal dg hukum Keppler +_+ )

Kalau melihat usia para tokoh di atas, semuanya masih muda dengan kontribusi yang luar biasa. seharusnya ini bisa mejadi motivasi bagi generasi muda untuk giat berkarya dan berusaha mewujudkan cita-cita dan mimpi raksasa. Sayangnya saya terlambat tahu tentang kisah beliau ini karena mungkin orang tua saya tidak tahu dan tidak ada guru yang memberi tahu hingga saya lulus SMA. juga karena tidak adanya ketertarikan untuk aktif mencari tahu. Akibatnya saya bari paham kehebatan mereka saat usia saya lebih tua atau ada pada tahap dimana sulit mencapai prestasi yang sepadan dengan yang mereka raih pada usia yang sama.

Tapi ada satu lagi neeh...

[Abad 15]Taqi al-Din, terlahir pada tahun masa yang sama, saat Belanda mendarat di Nusantara. Pada usia 30 tahun beliau menemukan mesin uap turbin yang bermanfaat buat irigasi. Yosh. masih ada 6 tahun untuk mengejar prestasi beliau. Beliau juga ahli dalam astronomi dan berbagai disiplin ilmu yang lain.


Kebanyakan tokoh muslim tidak hanya ahli dalm satu hal. Mereka begitu multi talenta dan mumpuni memanfaatkan waktunya, kalau melihat diri saya sendiri, dalam usia 18 tahun, boro-boro mau memimpin pasukan. Mengerjakan tugas kuliah saja puyeng. Dalam usia 21 tahun masih masih mau lulus S1 dan tidak tahu mau ngapain.

Pelajaran yang saya ambil : pendidikan dini terhadap anak-anak untuk menanamkan mimpi dan membuat mereka sadar pentingnya membuat rencana hidup pasca baligh adalah teramat krusial! Khan tidak lucu kalau saya baru sadar kalau Al fatih atau tariq bin Ziyad sudah jadi pemimpin di awal usia 20-nya, lalu saya bilang : yah. telat donk! saya udah berkepala dua sejak bertahun-tahun yang lalu tapi memimpin keluarga saja belum becus!! -->mau membangun keluarga sendiri aja belum punya nyali, padahal udah kepala 2 loh! Udah baligh loh! kalau misalnya hidup dimasa yang sama dengan beliau-beliau, lalu duduk bersanding apada saat usia yang sama, sepertinya bakal ketahuan sekali tingkat kekanakan saya (dan mungkin anak jaman sekarang) di mata-mata orang yang memandang....

*nangis bombay T_T*
*Proses pembentukan masyarakat yang baik dengan pola pikir yang benar tidak bisa selesai dalam satu generasi. yah. saya saja sudah merasa sangat terlambat untuk menyamai prestasi para tokoh itu! (Sunu, 24 tahun, single, masih mahasiswa, merasa gak ada apa-apanya saat membaca kisah-kisah tokoh dan ilmuan islam, akhirnya cita-citanya dia berharap supaya bisa membangun generasi baru (generasi anak, cucu, atau cicitnya nanti, insyaAllah) yang tidak terlambat tahu dan sudah berwawasan luas saat baligh. (rata-rata baligh tuh SMP khan yah? atau sekarang justru lebih cepat? SD kelas 4 atau5?)*
*Tingkat kedewasaan biologis dan akademis generasi sekarang sepertinya lebih pesat dibandingkan jaman saya dulu, dengan suntikan akselerasi, gadget teknologi dan mudahnya akses informasi. Sayangnya kedewasaan pisokologis justru mengalami perlambatan karena menurunnya tingkat kemandirian dan kepedulia plus merebaknya budaya instan*
*nangis bombay part2*

Laluuuuu~~
Seorang senpay saya menuliskan tulisan berikut (pas banget momennya)
Edi Suharyadi : Memaknai Warisan kepada Anak

Allah berfirman dalam surat An-Nisa' ayat 9: "Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar"

Sudah menjadi fitrah, bahwa setiap orang tua pasti punya kekhawatiran mereka akan meninggalkan generasi yang lemah, sebagai salah wujud cinta dan sayang orang tua kepada anak2nya. Kekhawtiran tsb menimbulkan beragam impilikasi. Ada sebagian orang tua yang sangat khawatir bahwa kelak anak2nya akan jatuh misikin. Sehingga mereka bekerja keras untuk "menimbun" harta benda yang kelak bisa diwariskan kepada anak2nya. Bahkan ada sebagian yang "serakah", harta yang ditimbunnyapun tdk akan habis "dimakan" sampai beberapa keturunan. Ketika orang tuanya meninggal, sang anak tinggal meneruskan "warisan perusahaan" peninggalan orang tuanya. Ada sebagian orang tua yang mewujudkannya dalam bentuk pendidikan (formal). Mereka bekerja keras agar anak2nya bisa sekolah sampai perguruan tinggi, S1 bahkan lebih. Dengan harapan bahwa ijazah S1 yang dimilikinya kelak akan bisa "mengantarkannya" kepada kesejahteraan dalam hidupnya.

Itu adalah sebagian contoh bentuk "implikasi" kekhawatiran para orang tua. Apapun bentuknya, mungkin kita sepakat bahwa anak adalah investasi. Ya, invetasi orang tuanya, bahwa sang anak akan bisa "memberikan manfaat" kepada orang tuanya, tidak hanya di kehidupan dunia lebih2 dalam ke kehidupan di akhirat. Meskipun orang tuanyapun meninggal, "manfaat" dari sang anak terus mengalir ke orang tua tiada henti.

Mari kita tengok, bagaimana para Salafussholeh mensikapi ayat ke-9 pada surat An-Nisa' di atas. Ada implikasi yang lain sebagai bentuk kekhawatiran mereka bahwa kelak mereka akan meninggalkan generasi yang lemah.

Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah menjual rumah dengan harga delapan ribu dirham. Seseorang berkata kepadanya "Sisakanlah bagian untuk anakmu dari harta penjualan rumah ini sebagai simpanan mereka". Ia mengatakan "Saya jadikan harta ini sebagai simpananku di sisi Allah. Dan saya jadikan Allah sebagai simpanan bagi anakku". Lalu Ubaidillah bin Abdullah menginfaqkan seluruh hartanya.

Ada perkataan dari Said bin Musayyib: "Sesungguhnya aku sedang sholat, setelah selesai aku teringat anakku, lalu aku tambahkan lagi Sholatku"

Suatu hari Abdulllah bin Mas'ud melakukan Sholat malam dan di sisinya tertidur anaknya yang masih kecil. Usai sholat ia memandangi anaknya dan berkata "Ini untukmu wahai anakku ......." lalu Ia membaca surat Al Kahfi ayat 82 yang menyebutkan "wa kaana abuuhuma shalihin" (dan adalah orang tua dari anak itu merupakan orang sholih). Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan "Itu merupakan dalil bahwa kesholihan orang tua akan turut memelihara keluarga & keturunannya. Barakah dari Ibadah kepada Allah meliputi kebahagiaan dunia dan akhirat bagi keluarga yang ditinggalkannya. Termasuk dengan syafaat orang tua untuk keluarganya dan pengangkatan derajat mereka sehingga orang tua yang sholih itu senang melihat keturunannya di Surga"

Orang tua adalah pendidik yang utama untuk kebaikan anak2nya. Orang tua adalah Murobbi yang senantias mentarbiyah anak2nya agar menjadi anak2 yang Sholeh. Keberhasilan sang Murobbi tentunya sangat ditentukan oleh "Kesholehannya"





ReAD MoRE・・・

Monday, 2 August 2010

Tak Lancar Menulis, Kenapa?

Setidaknya itu yang terjadi dengan saya sekarang. Setahun yang lalu, bila ada todongan untuk menulis tentang sebuah tema spesifik, bisa dipastikan tulisan saya sudah berwujud dalam tenggang 24 jam. Sejak tahun ini, entah kenapa tulisan saya jadi jelek, isinya tidak bergizi dan perlu waktu lama sekali untuk merangkai kata. berhubung menjelang bulan suci ramadhan, kembali saya mengevaluasi diri saya tahun ini. Evaluasi yang berbeda dengan resolusi 2010 yang saya tuliskan beberapa hari yang lalu.


Beberapa perubahan ritme hidup yang terjadi :


1. Hilangnya waktu luang untuk membaca dan menulis.

Dengan pola hidup 09:00-16:00 di kampus, 17:00-23:00 kerja partime, 24:00 sampai rumah, 08:00 berangkat ke kampus ternyata saya belum menemukan celah untuk memasukkan agenda pribadi di dalamnya. Awalnya saya pikir, bisa menyelipkan bahan bacaan atau agenda lain sesampainya di rumah, tapi ternyata saya bukan robot yang bisa diprogram berdasarkan waktu saja. Rasa lelah plus emosi dan pikiran yang tidak selalu tenang menjadi penghalang untuk menambah pengetahuan. Akhirnya waktunya dipergunakan untuk nonton Tv sambil leyeh-leyeh :-D

2. Hilangnya keluangan rejeki untuk memberi bantuan biaya sekolah ke Indonesia.

Anggaran belanja saya defisit, terutama semenjak beasiswa saya putus 4 bulan yang lalu. Dengan terpaksa email yang menanyakan soal bantuan beasiswa untuk anak SMP dan SMA belum bisa saya IYAkan. Insyaallah setelah kembali dari Jerman saya akan berusaha mengatur keuangan dengan lebih baik. Mungkin saya akan membalik pola pikir saya tentang perencanaan anggaran. Biasanya saya akan mematok pemasukan terlebih dahulu, baru menyusun pengeluaran yang akan dilakukan. Saya akan coba menyusun pengeluaran terlebih dahulu, lalu menyesuaikan pemasukan agar cukup. Loh? Kalau kurang gimana?
Huakakka. kata saya, saatnya insting wirausaha dipergunakan. Bila ternyata calon pemasukan dirasa tak cukup, yah tinggal mencari sumber pemasukan yang lain, khan? Gitu aja kok repot! :-D

Pengeluaran yang saya maksud termasuk uang yang ditabung tiap bulan, jadi pemasukan perbulannya harus bisa memenuhi segala rancangan pengeluaran (termasuk tabungan di dalamnya) yang saya buat. yang bisa saya lakukan untuk menambah penghasilan, err, apa yah, menambah shift partime, komersialisasi jasa (buat pemesanan tiket kereta, bus dll bagi orang Indonesia yg buta huruf Jepang dan minta tolong ke saya)--> sebenarnya saya senang hati membantu secara cuma-cuma, tapi karena waktu yang saya pakai buat mencari info bisa dipakai buat partime ini jadi merugikan secara ekonomi :-D, meniru cara kang Abik : menerjemahkan buku dalam bahasa Jepang ke bahasa Indonesia lalu ditawarkan ke penerbit (tapi saya belum menemukan waktunya.. deuh)

::deuh, ingin segera lepas dari defisit::


3. Hilangnya saya dari peredaran.

Maksudnya saya tidak lagi banyak terlibat dalam kegiatan masyarakat Indonesia maupun mahasiswa di Jepang. Gak ada waktuuu! Jadwal pertemuan selalu bentrok dengan jadwal partime, sementara saya harus mengatur jadwal partime agar waktu istirahtnya bisa dipergunakan buat sholat dan jumlahnya jamnya cukup untuk memperoleh pendapatan yang menyokong hidup selama sebulan. Diskusi di milis pun cuma bisa megikuti tanpa berkomentar. :-(( Sudah 3 minggu saya absen tidak mengikuti kajian Tajwid di islamic center karena kecapekan kerja paruh waktu (ditambah dengan suhu di musim panas yang bikin malas jalan kaki xD ).


Hadist tentang memanfaatkan 5 perkara sebelum datang 5 perkara benar-benar terasa. Menjelang bulan suci, siapkan waktu mengevaluasi diri, menetapkan target amalan di bulan diskon pahala, berniat berusaha sekuat tenaga agar bisa memenuhi kewajiban selama bulan ramadan dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Yah. saya rasa ini salah satu manfaat dari menulis, bisa dipergunakan untuk membandungkan perkembangan diri hari ini dengan diri dimasa lalu. Apakah kita masuk golongan orang yang beruntung, rugi atau celaka?!





ReAD MoRE・・・

Friday, 30 July 2010

R-10, Puncak Musim Panas...

Tahun ini Ramadan akan hadir di tengah musim panas pada bumi belahan utara, termasuk Jepang. Ramadan datang bertepatan dengan musim puncak panas setiap 25 tahun sekali. Tahun depan pun ramadan akan kembali hadir pada musim ini. Sebenarnya tak ada yang perlu dikejutkan dengan momentum ini. Ramadan akar bahasanya berarti panas yang menyengat atau kekeringan.


Bisa kita bayangkan bagaimana kondisi umat islam di jazirah arab sewaktu jaman Rasulullah menjalankan ibadah puasa dalam kondisi yang kering dan panas. Bahkan dalam bulan Ramadan pernah terjadi perang badar, dimana dalam kondisi berpuasa laskar muslim harus teguh menggerus musuh. Boleh jadi kita beruntung bisa mendekati kondisi bulan Ramadan seperti pada masa rasul. Artinya amalan kita sepanjang bulan suci ini harus mendekati yang ibadah para sahabat pada masa itu.

Namun perlu diingat bahwa kita menerima kemudahan jauh lebih banyak dibandingkan kondisi peradaban pada masa itu. Teknnologi sudah melahirkan kipas angin, AC, rumah yang teduh , kulkas dan berbagai upaya untuk menambah kenyamanan hidup manusia di bumi. Sebagian besar kita juga tidak sedang berjihad di medan perang namun tinggal di negeri yang aman.

Beberapa pelajaran bisa dipetik dari nama bulan ini. Pertama, panas yang membakar bisa diasumsikan bahwa pada bulan ini dosa-dosa kecil akan dibakar oleh perbuatan baik yang pahalanya dilipatkan berkali-kali seperti kayu yang habis dimakan api. Selanjutnya adalah hati yang beku membatu seharusnya bisa dilumerkan oleh nuansa bulan ini. Implemantisanya bisa dengan merasaan derita saudara yang kekurangan, meningkatnya kepekaan terhadap kondisi masyarakat sekitar, ketergughan untuk memperbaiki akhlak dan tingkah laku.

Bagaimanapun Ramadan di musim panas harus disambut dan dipersiapkan dengan baik. Apalagi siang di musim panas teramat panjang dan waktu malam untuk istirahat teramat pendek. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk meminimalisir tantangan menahan lapar dan dahaga :

1. Mengakhirkan sahur menjelang subuh dengan menu kaya serat seperti sayuran dan buah serta minum banyak air putih.
2. Dalam puncak-puncak panas di siang hari, mari menghindari aktivitas fisik di luar.
3. Tidak langsung makan besar saat buka puasa. Sesuai sunnah, mari berbuka dengan kurma. Bisa juga dengan buah, jus buah atau susu.Setelah sholat mahbrib bisa dilanjutkan dengan menikmati cemilan ringan. Setelah periode puasa yang panjang, penting untuk menaikkan kadar gula darah tanpa berlebihan.
4. Tdak makan berlebihan dan pastikan untuk banyak minum.
5. Selama malam hari, hindarilah kopi, teh dan soda. Makan buah segar lebih sehat dibandingkan permen atau coklat.
6. Usahakan untuk menkonsumsi 8 gelas air hingga menjelang tidur.
7. Minimalkan konsumsi gorengan dan masakan pedas.
8. Berhentilah merokok

Penting juga untuk mengatur jadwal sehari-hari untuk bekerja, tidur, ibadahm belajar dan aktivitas yang lain. Keseimbangan dalam memanfaatkan waktu akan menyokong kesahatan badan dan pikiran selama bulan ramadhan.

Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Mari berlomba mendapatkan lailatul Qodar, malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Mari meraih kemenangan dan semoga kita masih bisa berjumpa dengan Ramadan pada tahun depan.

referensi :
1. http://islam.about.com/od/ramadan/a/ramadan_tips.htm
2. http://www.bbc.co.uk/religion/religions/islam/practices/ramadan_1.shtml#section_3


ReAD MoRE・・・

Wednesday, 21 July 2010

Schengen Visa

Seminggu yang lalu, saya apply visa buat ke Jerman. Ternyata visa ke sana jenisnya macam-macam. Daripada bingung mau apply yang mana dan tidak tahu bertanya ke siapa, saya mengirim email ke Konsulat Jerman di Osaka untuk memperoleh informasi yang terpercaya. Katanya, visa yang pas buat saya adalah schengen visa, selain Jerman saya juga bisa mengunjungi 14 negara Eropa yang lain dengan visa ini. yey!

Supaya prosesnya cepat, berikut yang perlu disiapkan :


1. Application form, bisa diunduh dari sini ;
http://www.osaka-kobe.diplo.de/Vertretung/osaka/en/01/Visabestimmungen/Schengen.html
2. Reservasi pesawat dan hotel
3. Saldo buku tabungan --> buruan tingkatkan saldo anda sebelum apply visa-->Pinjam kesana-kemari, huehue.
4. Dalam kasus saya, pihak Universitas akan membantu biaya hidup dan tiket selama saya di Jerman, karena itu surat keterangan dari kampus juga perlu. Alhamdulillah suratnya sehari jadi.
5. Travel Insurance.
Sebenarnya aplikasi saya buat asuransi perjalanan sudah memenuhi syarat yang tertulis di situs. Ternyata saya diminta untuk menambah opsi RESCUE selain jaminan kematian, wabah, biaya rumah sakit, kecelakaan dan liability. Secara saya sebenarnya tidak rela bayar asuransi macam ini, sambil menggerutu dalam hati saya keluarkan juga 6800 yen untuk mencover asuransi ini. T_T (baca ini dan ini deh)

Saya acungkan jempol untuk proses visa yang cepat. Tepat seminggu setelah saya mengunjungi Konsulat Jendral Jerman di Osaka, saya menerima paket berisi paspor dengan visa yang sudah disetujui di pondok kediaman Nagoya yang nyaman dan sejuk (halah!) (saya memasukkan aplikasi hari Rabu dan saya menerima visa hari Rabu, 7 hari kemudian).

Pengalaman sedikit kurang menyenangkan adalah kereta saya dari Nagoya terlambat 2 jam dari jadwal gara-gara ada 2 kali bunuh diri di jalur Tokaido Nagoya-Osaka. Begitu pula saat kembali dari Osaka, kereta masih belum beroperasi normal gara-gara ada bunuh diri versi lain yang memerlukan waktu untuk memberihkan rel dari darah dah serpihan daging. :-( Tapi saya tidak terburu-buru soal waktu, jadi tidak masalah sih... cuman panas dan berdesakannya itu loh! Ini khan siang di hari kerja, kenapa banyak banget orang naik kereta di jam-jam segini!!! T_T

::Well, yah begitulah kalau mau pergi dengan tiket kereta murah 18kippu, harus rela berdesakan dengan resiko tidak mendapat tempat duduk. Apalagi memasuki Kyoto, bersiap bernapas dengan mendongakkan kepala ke atas --> nasib manusia ukuran mini macam saya yang bertemu punggung kemanapan menoleh di kereta penuh penumpang T_T::




ReAD MoRE・・・

Tuesday, 20 July 2010

Evaluasi semesteran

tak terasa sudah satu semester berlalu di 2010. Salah satu kebaikan menuliskan resolusi di awal tahun adalah bisa dievaluasi sejauh mana peningkatan kualitas diri dan target pribadi yang terraih. Well, menjelang penghujung semester pertama tahap master, di tengah musim panas yang menyengat, evaluasi 6 bulan perdana 2010 siap dilaksanakan.

berikut resolusi 2010 yang saya tulis di penghujung tahun 2009.

1. Lulus
2. Menyelesaikan novel
3. Nambah hafalan. Errmm.... 1 juz kebanyakan gak yah? kurang?
4. Menabung buat nikah.
5. Nikah. (Uhm, harus disiapkan neeh +_+)
6. Cicilan rumah lunas.
7. Germany.
8. Terbiasa menulis dalam bahasa Inggris. --> klo gak, bakal susah sendiri waktu nulis thesis.
9. Menyelesaikan 10 buku. (baca maksudnya)
10. Menulis artikel ke media.
11. Nambah kemampuan badminton.

Evaluasi :

1. Alhamdulillah tercapai. Sekarang saya sudah mengantongi gelar bachelor of Engineering alias S.T (Sarjana Teknik, Sok tahu, huehue). Terima kasih kepada Monbukagakuso (Kementrian Pendidikan Jepang) yang sudah membiayai seluruh biaya kuliah dan life stipend selama 6 tahun.

2. Novel? Belum tercapaaaaiiii~~ InsyaAllah ditargetkan bulan September selesai. Baru 15% jadi. (deuh!)

3. Boro-boro satu juz. satu surat aja kok susah banget masuk di kepala yah? begitu nambah ayat, yg sebelumnya lupa lagi :(
---> Perbaiki teknik menghafal!

4. Alhamdulillah dikit-dikit lama-lama menjadi bukit. catatan : TIDAK berencana pake pesta besar2an di gedung
5. Belum juga. Ternyata lebih kompleks dari perkiraan. Rintangan harus dibereskan dulu nih!
6. Alhamdulillah tinggal sedikit lagi. Gambarimasu!!
7. Alhamdulllah aplikasi ke Jerman diterima. Sekarang sedang memperisapkan visa. Bismillah!!
8. Well, mulai terbiasa biarpun masih aja belepotan kalau ngomong. Huehue.
9. Hmm... baru baca 3 buku. Kurang 7 lagiiii~~

10. Errr... yang diikutkan lomba blog UII tuh boleh diitung gak yah? kalu tidak, belum ada satu pun tulisan yang dipublish di media umum :-((

11. Yosha~~ . nambah atau enggaknya susah dievaluasi, tapi teteup istiqomah latihan seminggu sekali.




Informasi tambahan :
1. Biarpun sama-sama musim panas, siang di Jerman jauh lebih panjang dibandingkan Jepang. sekarang saja waktu masuk magbrib selisihnya lebih dari dua jam!! Gyaaa~~

2. Saya baru ingat kalau dalam obrolan masa SD saya dengan almarhum Ayahanda beliau menyarankan untuk kuliah di Jerman atau Jepang. Eh, gak tahunya saya benar-benar bisa kuliah di Jepang dan insyaallah akan menimba ilmu dan pengalaman di Jerman. Pelajaran buat memberikan impian jangka menegah buat anak-anak saya nanti ^_^

Tapi waktu itu saya lebih tertarik ke canada gara-gara gantungan kunci berbentuk Maple dan sekelumit cerita tentang vancouver. Dannn waktu SMA ayah seorang sahabat saya menawarkan pilihan untuk kuliah ke canada. Wow, what a coincidence! Kenapa waktu itu gak saya tindaklanjuti yah.... lupa. Errr... mungkin gara-gara kemampuan bahasa Inggris saya begitu buruk dan tidak ada biaya buat ambil TOEFL.


3. Mungkin saya harus menambah target baru : Mengunjungi lebih banyak negara daripada almarum Ayahanda. tapi saya tidak tahu negara mana saja yang sudah beliau kunjungi. Duluu saya mengumpulkan perangko yang dikirim ayah dari negera2 yang dikunjunginya. sekarang albumnya entah dimana :-( . Setiap kali kapal ayahnada mendarat di Indonesia maka kami akan berbondng-bondong diajak naik, menikmati masakan ala barat, dll. Thanks for those great experiences, Dad.






ReAD MoRE・・・