Thursday, 21 January 2010

Pagi, 21 Januari

Semalam hujan mengguyur. Alhamdulillah saya memantau prakiraan cuaca, sehingga bisa pulang sebelum rintik air turun ke bumi. Alhamdulillah, kegiatan di Lab berakhir lebih cepat sehingga saya bisa istirahat sebelum tengah malam. Alhamdulillah saya bisa tidur nyenyak selama 7 jam. Alhamdulillah saya bisa bangun sebelum adzan subuh, mengambil wudhu dan memulai aktivitas pagi dengan mematok persiapan ruhani.

Biasanya saya bangun terburu-buru. Sholat subuh dikejar waktu, kadang dimarahi atasan di tempat kerja sambilan karena terlambat. Tapi saya tidak menyengaja untuk melambatkan diri. Hari biasa waktu istirahat malam saya hanya 4 jam, maka wajar kalau badan menuntut hak untuk diistirahatkan sedikit lebih lama. Meski sudah hampir satu tahun ini saya terbiasa dengan pola hidup seperti itu, saya merasa bahwa kemampuan memanfaatkan waktu jauh dari efektif. Kenapa? Bisa jadi karena otak dipaksa bekerja, sementara dia ingin rehat, akhirnya banyak pekerjaan yang tanggung.

Alhamdulillah saya berangkat kerja sambilan dengan hati yang tenang. Aroma hujan masih tersisa dari jalan dan bangunan yang basah. Pagi ini kabut tipis hadir, menciptakan sensasi sebuah kota di dataran tinggi.

Sepulang kerja sambilan, saya menyalakan TV. Ada liputan mengenai film dokumenter yang ingin saya buat resensinya. Dokumenter yang membuat saya berdecak kagum atas ciptaan-Nya yang sempurna dan luar biasa, dibuat dengan berbagai penemuan baru yang menghabiskan dana 70 milyar rupiah. Film yang menginspirasi saya untuk mengeksplorasi alam lebih jauh.

Di persimpangan lampu merah depan kampus, saya bertemu brother Ashraf (Mesir). Sebuah kumpulan mushaf tergenggam di tangannya. Saya membayangkan tulisan kang Abik yang bercerita tentang kebiasaan orang Mesir : dekatnya interaksi mereka dengan Quran. Ah, tiba-tiba saya teringat hapalan saya yang tidak nambah-nambah. Deuh. Bagaimanapun, kejadian-kejadian pagi ini insyaAllah menjadi pemicu semangat untuk sehari.

Bismillah, ayo berusaha sedikit lagi.

3 comments:

Madison's Wishes said...

Hi Sunu .. Salam kenal ..
Pengalaman di Jepang benar-benar seru banget, rencananya aku mau pindah ke Nagoya 1 April 2010 tapi belum dapat tempat tinggal, kira2 carinya dimana yah? kalo cari dari jakarta bisa atau tidak ya?

sunuhadi said...

Kerja? Kuliah?
Kalau kuliah di Nagoya Univ atau NIT, sepertinya pihak universitas akan menyediakan asrama untuk 6 bulan pertama. Gak perlu kuatir soal tempat tinggal.

Kalau cari dari Jakarta... errm, cukup sulit karena harus mengurus ini-itu dengan yang punya rumah.

salam kenal juga yah. ^_^

オテモヤン said...
This comment has been removed by a blog administrator.