Wednesday, 17 February 2010

If I go to Japan for the 1st time....

Kalau saya pergi ke Jepang untuk pertama kalinya, apa saja yang perlu dipersiapkan? Berdasarkan pengalaman 6 tahun yang lalu dan tambahan pengetahuan setelah tinggal di Jepang berikut yang bisa saya tuliskan :

1. Baju untuk musim dingin maupun musim lain tidak usah bawa berlebihan dari Indonesia, kecuali anda tipe orang yang mempertahankan gaya apa adanya. Setelah tinggal di Jepang apalagi dengan mendapat beasiswa, buang duit kecil buat beli jaket, baju, sepatu, sepertinya berangsur menjadi biasa. Lagiaaann, supaya lebih membumi dan tidak ketinggalan jaman(tren?), mendingan beli baju di sini. Terutama untuk baju musim dingin, di Jepang insyaAllah tersedia barang dengan kualitas bagus baik bahan maupun modelnya dengan harga lebih murah dari di Indonesia.

Catatan : buat CD cowok kebanyakan hanya model boxer, klo lebih betah pake yang segitiga, silakan bawa stok dari Indo

--> Korban-korban mode Jepang yang saya temui akhirnya hanya menyimpan baju-baju yang dibawa dari Indonesia lalu mewariskan/membuang sekalian kopernya saat mau pulang/pindahan.

--> Bawa deterjen mungkin perlu kalau baju yang dibawa gak cukup buat seminggu.

2. Bawa yen dari Indonesia perlu. Waktu jaman saya datang ke Jepang 6 tahun lalu, masih dapat jatah uang tunjangan kedatangan di Bandara sebesar 25 ribu yen. Alhamdulillah cukup buat bertahan (dengan tambahan 10 ribu dari senior) sampai beasiswa pertama turun sekitar 3 minggu kemudian. Sekarang tidak ada lagitunjangan ini, biar aman siap-siap sekitar 50 ribu yen.

--> klo lapar mata lihat elektronik dkk, siapkan uang lebih. Klo kira2 biasapuasa sejenak sampai tabungan cukup, keknya lebih baik.

--> Saya cukup terbantu dengan 'uang pinjaman' dari senior buat bertahan sampai beasiswa datang. Uhm, kali aja ada anak dari keluarga kurang beruntung macam saya yang susah sekali nyari uang saku 25 ribu yen.

Info baru : Kalau kekurangan yen ternyata bisa mendapat bantuan sampai 50 ribu yen dari Universitas bersangkutan( <--in this case : Nagoya Univerity) dengan persetujuan International Student Advisor dan Sensei pembimbing.

3. Persiapan makanan : Indomie satu kardus, abon 2 kg, sambal pecel 1 kg, kecap 500 mL. Temen saya dari Sulawesi bawa ikan sagela (ikan yang diawetkan?), yang dari Sumatra pada bawa rendang (yang diawetkan juga?). ---> Saking extrimnya saya dulu membawa panci aluminium mini buat bikin mie instan/manasin air buat energen. Di asrama mahasiswa asing insyaAllah ada kompornya, tapi gak selalu disediakan alat masak. Lumayan buat bertahan 1-2 hari pertama sebelum bisa membedakan mana yang boleh dimakan dan tidak.

(gak penting : Dimana panci itu sekarang yaaaa?!!)

4. Buku yang dianggap penting dibawa saja, masukkan ke kabin biar jatah bagasi nambah. Buku di Jepang mahal.

5. Masalah tempat tinggal untuk mahasiswa asing yang pertama kali datang ke Jepang dengan jalur beasiswa, biasanya disediakan oleh pihak kampus atau JASSO.

6. Setelah sampai di Jepang : Segera menguhubungi senior orang Indonesia di kota/universitas/asrama yang sama. Mohon bimbingan mencari barang-barang keperluan sehari-hari, mengurus administrasi, laporan kedatangan ke KBRI/KJRI. Jangan lupa memberi kabar kepada keluarga di Indonesia kalau sudah sampai dengan selamat.




10 comments:

aini said...

Assalamu'alaikum

Maaf mas, kalo berkenan tolong jawab yha pertanyaan-pertanyaan saya ini. Syukron katsir sebelumnya.

Alhamdulillaah suami saya mendapat beasiswa program linkage dengan IUJ. Insya Allah tahun depan berangkat ke Jepang dan berencana mengajak saya dan 2 balita kami. Menurut kabar, allowance yang didapat per bulan sekitar 15 jt rupiah. Apakah nominal segitu cukup untuk hidup satu keluarga (karna sebenernya kami jg pengen saving)?

Trus tentang indomi dan konco2nya, emang boleh yha bawa-bawa makanan ke pesawat? Berarti untuk sekeluarga bawa indominya 2 kardus downk ya? Oya, boleh bawa-bawa bumbu ga ya semisal mrica, ketumbar de el el (rencana masak sendiri aja, biar bisa lebih hemat)?

Saya pernah dapet info kalo pememrintah jepang memberikan tunjangan juga untuk anak? Benarkah?

Jazaakillah khoir

Wassalamu'alaikum

sunuhadi said...

Wa'alaykumsalam wr.wb

Saya coba jawab sependek pengetahuan saya ya ^_^

1. 15 Juta rupiah/bulan insyaAllah cukup. Pada kenyataannya banyak mahasiswa master/doktor yang tinggal di Jepang dengan keluarganya dengan beasiswa Monbusho (sekarang berkisar antara 15-17 juta rupiah/bulan) dan bisa tetap hidup dan lulus .

Anda dan keluarga akan tinggal di asrama yang disediakan kampus? kalu iya, insyaAllah bisa hemat banyak. ^_^

2. Bahan makanan, termasuk bumbu, boleh dibawa dalam bagasi. Masukkan saja dalam koper. Jangan dibawa masuk ke kabin. Setiap kali mudik saya selalu dibawain bawang putih goreng, merica, ketumbar, cabe bukuk, lengkuas bubuk, daun salam kering dan seabreg bumbu lain buat masak. Masak sendiri jelas lebih hemat.

3. Tunjangan buat anak? Uhm, untuk sekolah, rumah sakit, tunjangan kelahiran, ada. tapi kebijakan dan nominalnya berbeda tiap kota.

sunuhadi said...

Beberapa tambahan :
i) IUJ terletak di negeri salju!
Mungkin waktu anda datang di Jepang nanti pada bulan April, udara di sana masih cukup dingin. Silakan bersiap pakaian hangat.

ii) Lokasi IUJ jauh dari metropolitan. Berkah buat anak-anak untuk mengeksploitasi alam Jepang tanpa terganggu gaya hidup kota yang padat dan semrawut. Kekurangannya mungkin akses dengan komunitas orang Indonesia. Tapi InsyaAllah ada orang Indonesia di sekitar situ untuk berbagi info mengatasi homesick, mendadak buta huruf, dsb. Daging halal bisa dipesan via internet : http://baticrom.com/

iii) Selamat bersiap-siap menuju Jepang. Semoga dimudahkan segala proses dan selamat sampai kampus IUJ bersama keluarga.

Salam,

Sunu

aini said...

wah,terima kasih byk infonya. Nanti boleh tanya2 lg yha..

aini said...

wah,terimakasih banyak infonya
Nanti boleh tanya2 lagi yha...
Jazaakallaah khoir

aini said...

Alhamdulillaah. Trima kasih infonya. Sangat membantu. Ada beberapa pertanyaan lagi nih, hehe.. *ngelunjak*

Kalo akhir tahun di Jepang musim apa ya? Salju kah? Karena akhir tahun ini suami baru mulai masuk kul di indo (karena linkage, setahun di indo setahun di jepang).

Kalo habis lulus S2 trus pengen langsung nyambung S3 di sana susah tidak? Kok rasanya setaun di Jepang cuma sebentar yha...

Sebenernya ini ga terlalu penting, tapi signifikan :P Di jepang ada yang jual cobek ga ya? (sambel trasi fans club).

Wassalamu'alaikum

sunuhadi said...

::Afwan baru balas, sekarang lg mudik di Indonesia soalnya::

1. Musim dingin antara November-Maret. Akhir tahun di Niigata biasanya selalu dekatdengan yang namanya salju dan dingin.

2. Mau lanjut S3, insyaallah bisa. Tinggal dibicarakan dengan profesor disana, info beaiswa banyak disokong oleh profesor, terutama buat mahasiswa S3.

3. Cobek? Yang buat bikin sambal? Di jepang tidak adaaa. Silakan bawa saja dari Indonesia. Kalau saya mah, cabe diguntingin, bawang diparut, jadilah sambal, eheheheh

☺ZzzIdriszzZ☺™ said...

mas maaf ni comment d'sni,, msh aktif kan blognya???..
hehe numpang tanya,, sya pelajar sma, sbntar lgi lulus, niat mw ambil monbusho kberangkatan 2013 :), mnurut mas ambil kuliah dijepang nyesel apa gak?.. ceritain dunks pengalaman pertama kali wktu dtg kejepang, bleh ke email sy : idrisskyscraper@gmail.com
terima kasih bnget nih, klo dijawab
ksh saran dan pesan jga buat saya y ;)
terima kasih, mdah-mdahan sukses d'sna ;D

Dwi Putro Notonegoro said...

Assalamualaikum..

Mas, saya sedang melanjutkan S2 program Double Degree UI dan Univ Jepang. Rencananya akan mengambil IUJ dan Ritsumeikan.

Katanya, untuk bawa keluarga (istri dan anak) tidak bisa langsung yaa, harus menunggu 6 bulan kita menetap dulu baru bisa dibawa keluarganya.

Terima kasih mas penjelasannya

# sunuhadi # said...

Wa'alaykumsalam wr.wb

Setahu saya juga begitu. Karena perlu pengurusan visa dkk. Sepanjang pengalaman saya, menag tidak bisa langsung ikut.