Tuesday, 5 February 2013

Tiga Bulan kerja di Ibukota ;-)

Saat hendak dipindahtugaskan ke lain kota, maka cari tempat berteduh adalah yang jadi prioritas utama. Rumah, apartemen atau kontrakan? Well, nampaknya apartemen belum kami jadikan pilihan. Pertimbangannya lingkungan dan kondisi aparteemn yang sesuai budget tidak layak untuk hidup berkeluarga! Beda cerita kalau masih single, kamar sempit minim fasilitas pun tidak akan terlalu jadi pikiran. Bagaimana dengan rumah? Hum, budjetnya alhamdulillah masih belum cukup sehingga pilihan untuk tempat tinggal keluarga kecil kami sudah jelas: rumah kontrakan. Berburu kontrakan di ibukota ternyata gampang-gampang susah. Gampang karena banyak penawaran, susah karena sedikit yang masuk budget. 

 Kategori yang kami pilih sebagai tempat tinggal antara lain : 
 1. Akses rumah-kantor tidak lebih dari 1 jam.
 2. Jalan di depan rumah muat untuk 2 mobil bersimpangan. 
3. Tidak jauh dari Masjid dan rumah sakit 
4. Lingkungan nyaman, cahaya dan sirkulasi udara bagus. 
5. Ada halaman, buat parkir (biarpun blom punya mobil sendiri :-p)
 6. Sewanya tidak lebih dari 20 juta/tahun.

 Alhamdulillah akhirnya kami menemukan rumah yang cocok dan setidaknya bisa mengimbangi kategori yang kami buat di Nusa Loka, BSD City. 

Detailnya.
 1. Dari BSD ke kantor di Senayan bisa naik trans BSD feeder busway atau naik kereta dari Rawabuntu-Palmerah. kalau berangkat jam setengah 6 pagi, naik bus cuman satu jam. Kalau siang dikit, bisa 90 menit lebih. Kereta lebih stabil, bisa berangkat jam 7 dari rumah sampai di kantor jam 8 :p Alhamdulillah dengan adanya kereta, setelah subuh masih bisa beberes rumah dan halaman, kalau mau, sempat juga buat nyuci dan jemur pakaian. 
 2. Terpenuhi.
 3. Di dekat rumah sakit ada Masjid. Alhamdulillah keduanya bekerja sama memberikan program berobat nyaris gratis untuk warga yang tidak mampu. Lengkapnya di sini. Masjid ini alhamdulillah cukup aktif kegiatannya. :-) 
 4, 5,6 Alhamdulillah terpenuhi. Soal KRL Serpong-Jakarta, sejak tahun 2013 ini penumpangnya terasa makin padat saja, tidak jauh berbeda dengan kereta ekonomi, padahal harga tiketnya lebih dari 5 kali lipat sekali jalan. Biarpun berdesakan, tapi masih cukup reasonable lah buat dipakai, demi menghemat waktu PP ke kantor. :-P Harga Tiket KRL : 8000 rupiah, kereta ekonomi : 1500 rupiah. Parkir motor di stasiun seharian 3000 rupiah.

 Ojeg dari stasiun Palmerah-Senayan City, standarnya 10.000 rupiah, kalau tidak bilang sebelum naik, tukang ojegnya bisa minta 15 ribu :-P Kalau Hujan bisa minta 20 ribu... hiks. 

Ada angkutan Ciputat-Tanah abang yang lewat Senayan City- Hotel Mulia-TVRI-arah Tanah Abang,(2000 rupiah). Kalau mau sekalian olahraga jalan kaki, bisa melewati trotoar sepanjang kompleks DPR/MPR menuju stasiun Palmerah (ke/dari pertigaan Hotel Mulia). Banyak juga para komuter yang jalan kaki dari Palmerah, soalnya taksi dan ojeg biasa berebut. :-) 

*Nampaknya kalau berangkat pagi-pagi banget setelah Subuh, bisa sekalian jogging dulu di Gelora Bung Karno, trus mandi di shower kantor :-p

 Btw, ada alternatif juga dengan komunitas www.nebeng.com. Ide bagus untuk mengurangi kemacetan tanpa mengurangi kenyamanan. Sewaktu saya menginap di Milan, teman saya tsb menuju kantor dengan cara yang sama, satu mobil dipakai ber-4 dengan orang-orang yang searah. :-) Well, saya belum daftar di komunitas ini sih.

:: Update 17 January 2014::
Moda Transportasi dari kawasan BSD ke Senayan 
1. Kereta dari Stasiun Rawa Buntu  -- Kebayoran atau Palmerah, lanjut jalan kaki + kopaja/ojeg.
2. Bus Trans BSD - Ratu Plaza
3. Bus Agramas/Mayasari jurusan Tangerang-Bekasi/Cikarang, turun di exit tol Veteran (tanah Kusir) lanjut angkot 2x (naik arah Blok M, di halte simpang -Pakubuwono- ganti jur Tanah Abang) atau Ojeg.

*ongkos kereta 2000 rupiah.
*ongkos angkot sekali naik 3000 rupiah
*ongkos ojeg, sesuai tawar menawar :-p 

11 comments:

Muhammad Ma'ruf said...

mbak atau mas. saya mau tanya kebetulan saya juga baru ngontrak rumh di nusa loka. mau tanya kalau dari nusaloka ke stasiun rawa buntu mau naik angkot apa ya? spy gak naik ojek terus, biar bs irit gt...hehehehe...tks y

# sunuhadi # said...

dari Nusaloka ke rawabuntu bisa naik angkot jurusan cikokol. Naiknya dari Pasar modern. Nusaloka sektor 14 berapa? Jalan rayanya tidak dilewati angkot.

kalau dari sektor 14-6, bisa naik angkot dari arah pamulang-BSD di jalan ciater raya, terus disambung ke arah Cikokol.

Kalau dari 14-4 yg jalan jawa, bisa jalan kaki lewat kampung tembus pasar modern, dilanjut naik angkot.

Kalo dari 14-1-14.5 yang lain... sepertinya belum ada alternatif angkutan umum, hehe.

Muhammad Akbar said...

Mas, kalau dari stasiun palmerah ke istora senayan gak ada angkot ya mas?

# sunuhadi # said...

Gak ada angkot yang langsung. Ke istora bis naik ojeg/taksi/jalan kaki. :-)

yuda agus hermawan said...

mas kalo dari palmerah ke gbk berapa menit jalan kaki? lewat trotoar mana?

# sunuhadi # said...

Dari Palmerah ke GBK jalan kaki sekitar 15-20 menit. Dari wicket, keluar ambil arah kiri, telusuri trotoar sepanjang kompleks DPR sampai ketemu Hotel mulia di kanan jalan. Di seberang jalan udah kompleks GBK, ada banyak pintu masuknya :-)

Sendiko Janu w said...

Kak mau nanya. Kalau dari Rawa Buntu ke Jalan Mentawai 4 naik angkot apa ya?

Rr. Utari Mega Kusuma said...

Kak kalau dari tangerang ke istora lebih dekat turun di stasiun palmerah atau stasiun sudirman ya? Terimakasih

# sunuhadi # said...

secara jarak, paling dekat dr Palmerah atau stasiun Karet. kalau dari Karet bisa naik kopaja, turun di kawasan GBK.

K.D. N said...

Selamat pagi, Mas Sunuhadi. Terima kasih untuk postingan yang sangat membantu. Semoga tetap diberikan inspirasi untuk menulis.

Mau tanya nih mas. Kalo dari stasiun palmerah ke kementerian PUPERA naik apa ya yang sekiranya bisa irit dan sama cepatnya (selain ojek atau taksi).

Terima kasih. Ditunggu jawabannya ^^

# sunuhadi # said...

Dari Palmeah naik kopaja jurusan blok M, 86 klo gak salah. Kalau mau jalan sampai sebrang hotel mulia, naik 102. Agak susah sih. Mending turun di stasiun kebayoran naik kepala 71 klo gak salah jurusan rempoa-blok M. Sampai blok M naik kepala nomor 19 atau 66 (jurusan manggarai) turun depan kementerian pupera. Gakda yang sekali naik,kecuali turun di stasiun sudirman, terus naik kepala jurusan blok M, bisa sekali naik.