Tuesday, 28 September 2010

Memaksa Keliling Eropa (dengan waktu terbatas)

Entah kapan lagi ada kesempatan ke eropa..

Mumpung ada sedikit waktu sebelum tahun ajaran dimulai di Jepang dan membuat laporan, saya berusaha mengoptimalkan waktu yang tersisa. Well, tulisan ini sudah terpajang di Notes FB saya sebenarnya. Tapi siapa tahu ada yang nyasar ke blog ini lalu menemukan bahwa informasi semacam ini perlu juga.

So, Berbekal Eurail yang masa berlakunya tinggal seminggu dan dukungan easyjet yang tiketnya murah meriah, saya berhasil mengunjungi 13 kota di 6 negara dalam 7 hari setelah Idul Fitri.



Rutenya : Munich-Paris-Portbau-Barcelona-Grenada-Malaga-Milan-Venezia-Roma(dan Vatican)-Bologna-Verona-Trento-Innsburg-Zurich-Munich
Dengan rute ini, tidak perlu menginap di hostel karena bisa memanfaatkan kereta malam.
Well, sebenarnya rencana awal saya adalah Munich-Paris-Barcelona-Madrid-Cordoba-Granada-Malaga-Milan-Vennezia-Roma-Wina-Praha-Munich, namun karena satu dan lain hal terpaksa harus diubah--->Terutama gara-gara keterlambatan kereta!


Castello, Milano

Paris : Eiffel & Louvre
Barcelona : Sagrada Familia, Casa Mila, Espana
Madrid : city centre
Cordoba : Katedral dalam Masjid
Granada: Al Hambra, kebun olive, city centre--> nikmatilah paella


Al Hambra, Granada
Malaga : cuman numpang naik pesawat doang~
Milan : Duomo, Monza, Castello, Buenos Aires street --> makan pasta n pizza
Venezia : Santo Marco (kotanya kecil sih, 2 jam juga udah muter kemana-mana, bila ada waktu lebih bisa menyebrang ke pulau lain atau buang duit naik gondola (mahal! 80 euro! mending naik bus air, 16 euro buat 12 jam)
Roma : Coleseo, Vatican, City centre --> Nikmati Tiramisu dan Es krim, oleh2 murah!! (dibanding negara eropa lain)
antara Bologna-Zurich : suasana pegunungan~~


Pengalaman selama perjalanan :
1. Bikin reservasi dekat hari-H saja supaya memungkinkan perubahan rencana. Siapa tahu setelah sampai di suatu kota muncul keinginan untuk mengeksplorasi lebih jauh.

2. Bikin reservasi untuk jarak terjauh dalam satu negara lalu dilanjutkan dengan kereta lokal yang melewati perbatasan bisa menghemat 75% biaya. \^o^/ ----> Dibandingkan bila melakukan reservasi untuk 2 kota besar di 2 negara berbeda.

3. Pakai pesawat murah jarak jauh untuk menghemat waktu. Kali ini saya terbang dari Malaga (spanyol) ke Milan (Italia) dengan 40 euro-an saja. Kata teman saya kalau lagi murah (reservasi 3 bulan sebelumnya) bisa 15 euro-an. Ehem, bagi saya 40 euro masih murah untuk penerbangan internasional jarak jauh macam ini, apalagi saya melakukan segala reservasi H-2 keberangkatan.

4. Selain ingin menikmati hidangan lokal dengan suasana elegan, belilah keperluan perut di supermarket untuk menjaga ketebalan dompet. (ingat hari Minggu gak ada yang buka, kecuali toko di stasiun!). Makanan andalusia dan Itali sedap!! --> mungkin karena terbiasa makanan di Jerman yg gak banyak variasi....

5. Penuhilah panggilan alam di McD (huehue ato restoran lah, McD ada dimana-mana sebagai WC gratisan), kereta atau bandara. Kencing di stasiun bayar dan antri!! -> apalagi di kota wisata. Well, Beberapa tempat di Vatican dan Spanyol toiletnya gratis.


6. Aktif bertanya supaya tidak ketinggalan kereta. Ada kalanya pengumuman hanya disampaikan dalam bahasa lokal dan kereta datang terlambat. Untuk kasus saya di Italia, saat diumumkan dalam bahasa Inggris "....NOW DEPARTING FROM LINE NUMBER..." keretanya tuh udah jalan, sehingga saya cuman melonggo sambil bawa barang bawaan. >_<; --> Kirain masih ada satu menit buat nekad melompat ke gerbong T_T

7. Pemandangan gunung yang eropaaaa banget saya jumpai antara Italia dan Austria, setelah masuk Austria pemandangannya justru kurang cantik (bisa jadi yg bagus terlewat saat saya tidur), Memasuki swiss, keretanya lewat pinggir danau, waowwW (pilihlah tepat duduk di sisi kanan deket jendela). Eniwei, pemandangan gunung yang bagus lebih bisa diperoleh di stasiun kota kecil ala Trento atau Bolzano, begitu sampai Innsburk ke atas, udah tertutup dengan gedung T_T

8. Tidak semua menu di restoran kebab adalah halal. Kalau mau selektif, pilih yang pasang label halal di tokonya. Well, kalau ayam masih bisa diterka, kalau daging katanya udah campur-campur euy....

Tautan :

Bertualanglah selagi muda (dan single) . Diskon 35% dari harga biasa bagi mereka yang berumur 25 tahun atau lebih muda saat hari pertama perjalanan dimulai.Bisa dibeli dari jauh-jauh hari, lalu diakivkan saat hendak memulai perjalanan sesampainya di Eropa.

Situs kereta nasional Jerman, bisa dipakai untuk cek jalur di Eropa.

Bila hanya ada satu barang bawaan berukuran 25x45x56 dengan berat berapapun, memakai pesawat terkadang lebih murah dibandingakn biaya reservasi kereta highspeed. Obrak-abrik saja sampai ketemu.


ReAD MoRE・・・

Thursday, 2 September 2010

Banyak Jalan Menuju Roma



Serigala, Romulus dan Romus. Legenda yang dibatukan di tengah kota Roma.

Dengan memakai tiket eurail, biaya transportasi di Itali terasa murah sekali. Saya hanya membayar 3 euro untuk kereta malam dari Venezia ke Roma. Sayang sekali saya hanya punya waktu kurang dari satu hari untuk menikmati suasana mantan ibukota kerajaan Romawi ini.

Di Kota ini ada Masjid Jami' terbesar di Eropa yang disekilingnya banyak berdiri tenda penjaja makanan tradisional negara-negara islam. Hmm, jadi daya tarik tersendiri selain melakukan ibadah dalam masjid. ^_^

Hanya saja anak kecil terlatih untuk mengemis di kota ini. Tidak jauh berbeda dengan suasana jalanan di kota besar Indonesia. Ah yah, hati-hati terhadap copet!


ReAD MoRE・・・

Monday, 30 August 2010

Hati-hati

Hati-hati. Jangan pergi sendiri. Itu kata kawan Turki saya di sini. Alasannya, saya berada di kawasan bekas Jerman Timur dimana lebih besar kemungkinan penganiayaan terhadap warga non-Jerman. Apalagi saya tidak fasih berbahasa Jerman plus wajah yang Asia sekaleee. Pemukulan dan tindakan anarkis terhadap warga non-Jerman mungkin sekali terjadi.

Ya, Allah. Masih juga terjadi di era ini?
Tak perlu suudzon, tapi hati-hati. Ya. Teman-teman pribumi di sini sangat ramah dan suka menolong. Oleh karena itu saya merasa aman dan betah. Saya yakin tidak salah. Saya pikir wajar saja bila ada orang yang kurang baik. Dimana-mana ada orang baik dan tidak baik.

Bagaimanapun kalau diingatkan hampir tiap hari, yah kepikiran juga. Saya jadi berpikir dua kali untuk jalan sendiri di malam hari. Tiba-tiba ada rasa setengah tak aman. Apalagi saat malam, mulai banyak orang yang berkumpul sambil bawa minuman di pinggiran jalan. Bahaya sekali kalau saya diciduk lalu dijadikann bulan-bulanan.

Pulang di atas jam 6 sore mendingan bebarengan, ah. Buka puasa di kamar saja...


ReAD MoRE・・・

Thursday, 19 August 2010

Road to Germany!



Wilkommen!!

Akhirnya bisa juga mewujudkan pesan Ayahanda untuk mengunjugi Jerman. Katanya, salah satu adab terhadap orang tua adalah memenuhi keinginannya. Maka saya sedikit terburu-buru menunaikan amanah ini. Ayah keburu meninggal sebelum saya sempat melaporkan lawatan saya ke negeri ini. Setelah sebulan menjadi graduate student, persiapan buat ke Jerman segera dilakukan. Korespondensi dengan Prof di Jerman sambil menyiapkan proposal ke kampus di Jepang, melobi supervisor plus menyicil ini dan itu untuk visa. Alhamdulillah, semuanya lancar sehingga dalam 2 bulan, tiket sudah di tangan dan semakin menggelembunglah angan-angan.

Stasiun Berlin sangat megah! Jalur keretanya bertingkat-tingkat. Jujur saja, terlihat lebih keren daripada stasiun manapun di Jepang. terlihat? Iyah, soalnya meskipun stasiun di Jepang juga ada yang bertingkat, tapi bertingkatnya ke bawah tanah jadinya tak terlihat megah, huehue.

Jadi, petualangan di Jerman segera dimulai!!



ReAD MoRE・・・

Friday, 6 August 2010

Usia-usia, ada apa?

Salah satu pelajaran penting dari memahami sejarah adalah tahu cara pandang dan pola hidup masyarakat pada masanya. Menjelang ramadan tahun ini saya berpikir tentang usia para tokoh sejarah. Misalnya apa yang sudah bisa dilakukan remaja berusia 20 tahun pada masa rasulullah masih hidup? Saya ingin menemukan relevansi tentang tingkat kedewasaan dan usia manusia pada masa nabi dan masa dimana saya sekarang hidup di muka bumi. Terlebih, saya merasa bahwa sejarah berulang lagi. Ya, di sini, di bumi ini.


Misalnya.. err, Tentang kisah kaum quraisy saat diseru untuk menyembah Allah dan mengakui Muhammad sebagai rasul. Mereka menolaknya meskipun tahu bahwa Allah adalah sang pencipta, Tuhan alam raya. Bukankah hal ini mirip dengan kondisi umat sekarang? Sebut saja islam KTP. Orang-orang ini kalau ditanya, siapa Tuhanmu, atau siapakah yang menciptakan alam ini? Mereka bisa menjawab : Allah. Akan tetapi seruan untuk menunaikan kewajiban sholat, puasa mupun zakat tidak dilaksanakan. (Mungkin diperhatikan saja tidak.). Mirip tidak?

Kembali ke topik soal usia, saya sebenarnya terlambat untuk tahu bahwa kisah para pemuda islam di masa lalu sungguh luar biasa. Sebut saja Muhammad Al Fatih. Beliau sudah mendapat kepercayaan untuk memimpin penakhlukan Konstantinopel pada usia 21 tahun, mengganti nama kota ini menjadi islambul (islam keseluruhan)--> Oleh kemal attaturk nama kota ini diubah mejadi istambul, artinya apa yah.... hebatnya beliau ini dalam usia 21 tahun sudah menjadi ahli di bidang militer, sains, matematika dan menguasai 6 bahasa. ENAM BAHASA-21 years old!



Tahun 711, dalam usia 18 tahun Tariq Bin Ziyad berhasil menakhlukan andalusia, menjabat sebagai gubernur musim pertama di semenanjung Iberia. Namanya diabadikan menjadi selat Gibr-al- Tar Gibraltar. Keputusan beliau untuk membakar seluruh kapal saat mendarat di semenanjung Iberida tanggal 29 April 711 kemudian membakar semangat laskar muslim untuk berjuang menegakkan islam di eropa masih bergaung hingga sekarang :

"Oh my warriors, whither would you flee? Behind you is the sea, before you, the enemy. You have left now only the hope of your courage and your constancy. Remember that in this country you are more unfortunate than the orphan seated at the table of the avaricious master. Your enemy is before you, protected by an innumerable army; he has men in abundance, but you, as your only aid, have your own swords, and, as your only chance for life, such chance as you can snatch from the hands of your enemy. If the absolute want to which you are reduced is prolonged ever so little, if you delay to seize immediate success, your good fortune will vanish, and your enemies, whom your very presence has filled with fear, will take courage. Put far from you the disgrace from which you flee in dreams, and attack this monarch who has left his strongly fortified city to meet you. Here is a splendid opportunity to defeat him, if you will consent to expose yourselves freely to death. Do not believe that I desire to incite you to face dangers which I shall refuse to share with you. In the attack I myself will be in the fore, where the chance of life is always least.

Remember that if you suffer a few moments in patience, you will afterward enjoy supreme delight. Do not imagine that your fate can be separated from mine, and rest assured that if you fall, I shall perish with you, or avenge you. You have heard that in this country there are a large number of ravishingly beautiful Greek maidens, their graceful forms are draped in sumptuous gowns on which gleam pearls, coral, and purest gold, and they live in the palaces of royal kings. The Commander of True Believers, Alwalid, son of Abdalmelik, has chosen you for this attack from among all his Arab warriors; and he promises that you shall become his comrades and shall hold the rank of kings in this country. Such is his confidence in your intrepidity. The one fruit which he desires to obtain from your bravery is that the word of God shall be exalted in this country, and that the true religion shall be established here. The spoils will belong to yourselves.

Remember that I place myself in the front of this glorious charge which I exhort you to make. At the moment when the two armies meet hand to hand, you will see me, never doubt it, seeking out this Roderick, tyrant of his people, challenging him to combat, if God is willing. If I perish after this, I will have had at least the satisfaction of delivering you, and you will easily find among you an experienced hero, to whom you can confidently give the task of directing you. But should I fall before I reach to Roderick, redouble your ardor, force yourselves to the attack and achieve the conquest of this country, in depriving him of life. With him dead, his soldiers will no longer defy you!"

[Abad 12]Ibnu Rushd a.k.a Averroes (nama salah satu senior saya di Jepang yang sekarang sedang ambil PhD, eheheh). Terlahir 400 tahun setelah penakhlukan andalusia. Artinya islam menguasai spanyol selama ratusan tahun! Dan setelah kontribusi islam terhadap teknologi, maka mulai muncullah penjelajahan samudera, dimana orang Eropa menjajah mana-mana T_T
Salah satu ilmuan muslim yang menyumbang banyak sekali ilmu pengetahuan kepada dunia.
Dalam usia 25 tahun beliau melakukan observasi astronomi, mendefinisikan arti Gaya, lintasan planet (yg sekarang lebih terkenal dg hukum Keppler +_+ )

Kalau melihat usia para tokoh di atas, semuanya masih muda dengan kontribusi yang luar biasa. seharusnya ini bisa mejadi motivasi bagi generasi muda untuk giat berkarya dan berusaha mewujudkan cita-cita dan mimpi raksasa. Sayangnya saya terlambat tahu tentang kisah beliau ini karena mungkin orang tua saya tidak tahu dan tidak ada guru yang memberi tahu hingga saya lulus SMA. juga karena tidak adanya ketertarikan untuk aktif mencari tahu. Akibatnya saya bari paham kehebatan mereka saat usia saya lebih tua atau ada pada tahap dimana sulit mencapai prestasi yang sepadan dengan yang mereka raih pada usia yang sama.

Tapi ada satu lagi neeh...

[Abad 15]Taqi al-Din, terlahir pada tahun masa yang sama, saat Belanda mendarat di Nusantara. Pada usia 30 tahun beliau menemukan mesin uap turbin yang bermanfaat buat irigasi. Yosh. masih ada 6 tahun untuk mengejar prestasi beliau. Beliau juga ahli dalam astronomi dan berbagai disiplin ilmu yang lain.


Kebanyakan tokoh muslim tidak hanya ahli dalm satu hal. Mereka begitu multi talenta dan mumpuni memanfaatkan waktunya, kalau melihat diri saya sendiri, dalam usia 18 tahun, boro-boro mau memimpin pasukan. Mengerjakan tugas kuliah saja puyeng. Dalam usia 21 tahun masih masih mau lulus S1 dan tidak tahu mau ngapain.

Pelajaran yang saya ambil : pendidikan dini terhadap anak-anak untuk menanamkan mimpi dan membuat mereka sadar pentingnya membuat rencana hidup pasca baligh adalah teramat krusial! Khan tidak lucu kalau saya baru sadar kalau Al fatih atau tariq bin Ziyad sudah jadi pemimpin di awal usia 20-nya, lalu saya bilang : yah. telat donk! saya udah berkepala dua sejak bertahun-tahun yang lalu tapi memimpin keluarga saja belum becus!! -->mau membangun keluarga sendiri aja belum punya nyali, padahal udah kepala 2 loh! Udah baligh loh! kalau misalnya hidup dimasa yang sama dengan beliau-beliau, lalu duduk bersanding apada saat usia yang sama, sepertinya bakal ketahuan sekali tingkat kekanakan saya (dan mungkin anak jaman sekarang) di mata-mata orang yang memandang....

*nangis bombay T_T*
*Proses pembentukan masyarakat yang baik dengan pola pikir yang benar tidak bisa selesai dalam satu generasi. yah. saya saja sudah merasa sangat terlambat untuk menyamai prestasi para tokoh itu! (Sunu, 24 tahun, single, masih mahasiswa, merasa gak ada apa-apanya saat membaca kisah-kisah tokoh dan ilmuan islam, akhirnya cita-citanya dia berharap supaya bisa membangun generasi baru (generasi anak, cucu, atau cicitnya nanti, insyaAllah) yang tidak terlambat tahu dan sudah berwawasan luas saat baligh. (rata-rata baligh tuh SMP khan yah? atau sekarang justru lebih cepat? SD kelas 4 atau5?)*
*Tingkat kedewasaan biologis dan akademis generasi sekarang sepertinya lebih pesat dibandingkan jaman saya dulu, dengan suntikan akselerasi, gadget teknologi dan mudahnya akses informasi. Sayangnya kedewasaan pisokologis justru mengalami perlambatan karena menurunnya tingkat kemandirian dan kepedulia plus merebaknya budaya instan*
*nangis bombay part2*

Laluuuuu~~
Seorang senpay saya menuliskan tulisan berikut (pas banget momennya)
Edi Suharyadi : Memaknai Warisan kepada Anak

Allah berfirman dalam surat An-Nisa' ayat 9: "Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar"

Sudah menjadi fitrah, bahwa setiap orang tua pasti punya kekhawatiran mereka akan meninggalkan generasi yang lemah, sebagai salah wujud cinta dan sayang orang tua kepada anak2nya. Kekhawtiran tsb menimbulkan beragam impilikasi. Ada sebagian orang tua yang sangat khawatir bahwa kelak anak2nya akan jatuh misikin. Sehingga mereka bekerja keras untuk "menimbun" harta benda yang kelak bisa diwariskan kepada anak2nya. Bahkan ada sebagian yang "serakah", harta yang ditimbunnyapun tdk akan habis "dimakan" sampai beberapa keturunan. Ketika orang tuanya meninggal, sang anak tinggal meneruskan "warisan perusahaan" peninggalan orang tuanya. Ada sebagian orang tua yang mewujudkannya dalam bentuk pendidikan (formal). Mereka bekerja keras agar anak2nya bisa sekolah sampai perguruan tinggi, S1 bahkan lebih. Dengan harapan bahwa ijazah S1 yang dimilikinya kelak akan bisa "mengantarkannya" kepada kesejahteraan dalam hidupnya.

Itu adalah sebagian contoh bentuk "implikasi" kekhawatiran para orang tua. Apapun bentuknya, mungkin kita sepakat bahwa anak adalah investasi. Ya, invetasi orang tuanya, bahwa sang anak akan bisa "memberikan manfaat" kepada orang tuanya, tidak hanya di kehidupan dunia lebih2 dalam ke kehidupan di akhirat. Meskipun orang tuanyapun meninggal, "manfaat" dari sang anak terus mengalir ke orang tua tiada henti.

Mari kita tengok, bagaimana para Salafussholeh mensikapi ayat ke-9 pada surat An-Nisa' di atas. Ada implikasi yang lain sebagai bentuk kekhawatiran mereka bahwa kelak mereka akan meninggalkan generasi yang lemah.

Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah menjual rumah dengan harga delapan ribu dirham. Seseorang berkata kepadanya "Sisakanlah bagian untuk anakmu dari harta penjualan rumah ini sebagai simpanan mereka". Ia mengatakan "Saya jadikan harta ini sebagai simpananku di sisi Allah. Dan saya jadikan Allah sebagai simpanan bagi anakku". Lalu Ubaidillah bin Abdullah menginfaqkan seluruh hartanya.

Ada perkataan dari Said bin Musayyib: "Sesungguhnya aku sedang sholat, setelah selesai aku teringat anakku, lalu aku tambahkan lagi Sholatku"

Suatu hari Abdulllah bin Mas'ud melakukan Sholat malam dan di sisinya tertidur anaknya yang masih kecil. Usai sholat ia memandangi anaknya dan berkata "Ini untukmu wahai anakku ......." lalu Ia membaca surat Al Kahfi ayat 82 yang menyebutkan "wa kaana abuuhuma shalihin" (dan adalah orang tua dari anak itu merupakan orang sholih). Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan "Itu merupakan dalil bahwa kesholihan orang tua akan turut memelihara keluarga & keturunannya. Barakah dari Ibadah kepada Allah meliputi kebahagiaan dunia dan akhirat bagi keluarga yang ditinggalkannya. Termasuk dengan syafaat orang tua untuk keluarganya dan pengangkatan derajat mereka sehingga orang tua yang sholih itu senang melihat keturunannya di Surga"

Orang tua adalah pendidik yang utama untuk kebaikan anak2nya. Orang tua adalah Murobbi yang senantias mentarbiyah anak2nya agar menjadi anak2 yang Sholeh. Keberhasilan sang Murobbi tentunya sangat ditentukan oleh "Kesholehannya"





ReAD MoRE・・・