Showing posts with label JePAng. Show all posts
Showing posts with label JePAng. Show all posts

Monday, 29 August 2011

Catatan di hari ke-29

Diriwayatkan dari Hasan, ia berkata, “Sesungguhnya Allah telah menjdikan Ramadhan sebagai ajang perlombaan bagi hamba-hambaNya. Mereka berlomba dalam rangka ketaatan dan meraih keridhaanNya. Lalu sebagian orang berlomba dengan gigih sehingga mencapai kesuksesan, sebagian orang tertinggal di belakang sehingga mendapat kekecewaan. Sungguh menakjubkan sikap orang yang bersenda gurau sambil tertawa di hari Raya Idul Fitri dimana orang-orang berbuat baik yang meraih kemenangannya dan sebagian lagi yang meraih kerugian"

*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*


Sunu mengucapkan Selamat hari Raya Idul Fitri 1432 H.

(Bersamaan dengan 30 Agustus 2011 sesuai hasil keputusan panitia Hilal islamic center Jepang pada malam 29 Agustus 2011 ^_^). Tahun ini Sholat ied untuk masyarakat Nagoya dan sekitarnya diselenggaraan di Port Messe Kinjo Futo, 24 menit dari Nagoya station dengan Aonami line. Jam 10:00 dijadwalkan sholat akan dimulai.

TaqobalAllahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum qiyamana wa qiyamakum. Kullu'am wa antum bi khyair.

*hiks sedihnya Ramadan sudah pergi... T___T *



*Hadits seputar akhir Ramadan, diambil dari buku Bughyatul Insan Fi Wazhaaif Ramadhan, (edisi terjemah : Mutiara Ramadhan Yang Terabaikan) karya Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah*


Salah seorang salaf berkata. “Kaum salaf biasanya berdoa selama enam bulan agar sempat bertemu Ramadhan. Kemudian mereka berdoa selama enam bulan pula agar amalan mereka pada bulan Ramadhan diterima.”

Suatu ketika Umar bin Abdul Aziz keluar untuk melaksanakan shalat hari raya Idul Fithri , lalu beliau berkata dalam khutbahnya, “Wahai sekalian manusia,sesungguhnya kamu telah berpuasa karena Allah selama tiga puluh hari, berdiri melakukan shalat selama tiga puluh hari pula, dan pada hari ini kamu keluar seraya memohon kepada Allah untuk menerima amalan tersebut.

Salah seorang salaf nampak sedih pada hari raya Idul Fitri. Maka ditanyakan kepadanya, "Sesungguhnya hari ini adalah hari bersuka ria dan bersenang‐senang.” Maka ia berkata, “Perkataan kamu benar, akan tetapi aku ini hanyalah seorang hamba yang diperintahkan oleh Tuhanku untuk mempersembahkan suatu amalan padaNya. Sungguh aku tidak tahu apakah amalanku diterima atau tidak.

Suatu ketika Wuhaib bin Al‐Ward melihat suatu kaum yang tertawa riang pada hari raya Idul Fithri, maka ia berkata, “Jika mereka itu adalah orang‐orang yang diterima amalannya, maka sesungguhnya bukan seperti itu ekspresi orang‐orang yang bersyukur. Dan, jika amalanmereka tidak diterima, maka bukan seperti itu sikap orang‐orang yang takut.”

Diriwayatkan dari Hasan, ia berkata, “Sesungguhnya Allah telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai ajang perlombaan bagi hamba‐hambaNya. Mereka berlomba dalam rangka ketaatan dan meraih keridhaanNya. Lalu sebagian orang berlomba dengan gigih sehingga mereka mencapai kesuksesan, dan sebagian lagi tertinggal di belakang sehingga mendapat kekecewaan. Maka sungguh menakjubkan sikap seseorang yang bersenda-gurau sambil tertawa pada hari dimana orang‐orang berbuat baik meraih kemenangan dan orang‐orang yang berbuat bathil ditimpa kerugian.

Diriwayatkan dari Ali radhiallahu ‘anhu bahwasannya beliau biasa berseru pada penghujung malam bulan Ramadhan, “Aduhai andai aku tahu, siapakah gerangan yang diterima amalan‐amalannya agar aku dapat memberi ucapan selamat kepadanya, dan siapakah gerangan yang ditolak amalan‐amalannya agar aku dapat melayatnya.”

Hal ini mirip dengan perkataan Ibnu Mas’ud, “Siapakah gerangan di antara kita yang diterima amalannya untuk kita beri ucapan selamat, dan siapakah gerangan di antara kita ditolak amalannya untuk kita layat. Wahai, orang yang diterima amalanya, berbahagialah Anda. Dan wahai orang yang ditolak amalannya, keperkasaan Allah musibah Anda.”


ReAD MoRE・・・

Thursday, 4 August 2011

Hantaran

Waktu saya masih kecil, seringkali disuruh ibunda menghantarkan makanan ke tetangga. Terutama karena memang ada budaya ini menjelang bulan Ramadan. Dulu kiriman itu berupa nasi dengan lauk 7 rupa dilengkapi pisang raja dan kue apem. Kini orang mulai tidak suka repot hingga menggantinya dengan jajanan pasar 7 rupa. Yah, di Jepang mah tak mungkinlah ada kebiasaan seperti ini, tetapi menunjukkan kasih sayang terhadap tetangga MASIH eksis bahkan di negeri yang kata orang tingkat individualismenya tinggi. Bahkan di kota Nagoya yang katanya menduduki peringkat kota termahal kedua setelah Tokyo (sekaligus kota termahal ke-4 di dunia versi businessweek) *Huh, siapa yang bikin survey sih, jelas-jelas saya masih bisa hidup super hemat sambil menikmati beberapa kemewahan yang murah!*

Ini buktinya :

*sekotak Peach yang benar-benar menyegarkan malam ramadan di Musim Panas. Terima kasih, bu Mariko ^_^ *

Yang ini sebuah kartu ucapan hantaran dari tetangga Jepang kawan Turki saya : Silakan dimakan bersama-sama kawan-kawan yang lain, ya.

ttd, tetangga sebelah anda.



Bulan lalu kami merencanakan untuk mengadakan festival Ramadan di lingkungan RT, dengan mengundang warga Jepang yang tinggal di sekitar. Hitung-hitung sosialisasi komunitas muslim lah ya... Langkah awalnya PDKT ke orang-orang yang dituakan di RT, pak ketua RT, bu ketua urusan sampah dan para pengurus RT lainnya. Bismillah, semoga respon dan kesan yang tertangkap oleh mereka adalah yang baik-baik saja.

Bukankah banyak hadist seputar tetangga :

1. Malaikat Jibril as. selalu berpesan kepadaku tentang tetangga sehingga aku mengira dia akan menetapkan hak waris bagi tetangga. (HR. Al Bukhari)

2. Tiap empat puluh rumah adalah tetangga-tetangga, yang di depan, di belakang, di sebelah kanan dan di sebelah kiri (rumahnya). (HR. Aththahawi)

3. Tetangga adalah orang yang paling berhak membeli rumah tentangganya. (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Janganlah seseorang melarang tetangganya menyandarkan kayunya (dijemur) pada dinding rumahnya. (HR. Al Bukhari)

5. Hak tetangga ialah bila dia sakit kamu kunjungi dan bila wafat kamu menghantar jenazahnya. Bila dia membutuhkan uang kamu pinjami dan bila dia mengalami kemiskinan (kesukaran) kamu tutup-tutupi (rahasiakan). Bila dia memperoleh kebaikan kamu mengucapkan selamat kepadanya dan bila dia mengalami musibah kamu datangi untuk menyampaikan rasa duka. Janganlah meninggikan bangunan rumahmu melebihi bangunan rumahnya yang dapat menutupi kelancaran angin baginya dan jangan kamu mengganggunya dengan bau periuk masakan kecuali kamu menciduk sebagian untuk diberikan kepadanya. (HR. Athabrani)

6. Di antara kebahagiaan seorang muslim ialah mempunyai tetangga yang shaleh, rumah yang luas dan kendaraan yang meriangkan. (HR. Ahmad dan Al Hakim)

7. Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. (HR. Al Bazaar)

8. Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya. (HR. Al Baihaqi)

9. Pilihlah tetangga (lihat calon tetangganya atau lingkungannya dulu) sebelum memilih rumah. Pilihlah kawan perjalanan sebelum memilih jalan dan siapkan bekal sebelum berangkat (bepergian). (HR. Al Khatib)

Yah, maka sekarang saya lebih paham lagi saat Ibunda menyatakan keberatannya pindah ke perumahan yang murah beberapa tahun silam. Tetangga memang bisa dijadikan alasan.

Berikut ada sebuah kisah tentang tetangga dan ibadah haji.


Abdullah bin al-Mubarak hidup di Mekkah. Pada suatu waktu, setelah menyelesaikan ritual ibadah haji, dia tertidur dan bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit.

“Berapa banyak yang datang tahun ini?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya.

“600.000,” jawab malaikat lainnya.

“Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?”

“Tidak satupun”

Percakapan ini membuat Abdullah gemetar. “Apa?” aku menangis. “Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasing yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?”

“Ada seorang tukang sepatu di Damaskus yang dipanggil Ali bin Mowaffaq.” Kata malaikat yang pertama. “Dia tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni.”

Ketika aku mendengar hal ini, aku terbangun dan memutuskan untuk pergi menuju Damaskus dan mengunjungi orang ini. Jadi aku pergi ke Damaskus dan menemukan tempat dimana ia tinggal. Aku menyapanya dan ia keluar. “ Siapakah namamu dan pekerjaan apa yang kau lakukan?” tanyaku. “Aku Ali bin Mowaffaq, penjual sepatu. Siapakah namamu?”

Kepadanya aku mengatakan Abdullah bin al-Mubarak. Ia tiba-tiba menangis dan jatuh pingsan. Ketika ia sadar, aku memohon agar ia bercerita kepadaku. Dia mengatakan: “Selama 40 tahun aku telah rindu untuk melakukan perjalanan haji ini. Aku telah menyisihkan 350 dirham dari hasil berdagang sepatu. Tahun ini aku memutuskan untuk pergi ke Mekkah, sejak istriku mengandung. Suatu hari istriku mencium aroma makanan yang sedang dimasak oleh tetangga sebelah, dan memohon kepadaku agar ia bisa mencicipinya sedikit. Aku pergi menuju tetangga sebelah, mengetuk pintunya kemudian menjelaskan situasinya. Tetanggaku mendadak menagis. “Sudah tiga hari ini anakku tidak makan apa-apa,” katanya. “Hari ini aku melihat keledai mati tergeletak dan memotongnya kemudian memasaknya untuk mereka. Ini bukan makanan yang halal bagimu.” Hatiku serasa terbakar ketika aku mendengar ceritanya. Aku mengambil 350 dirhamku dan memberikan kepadanya. “Belanjakan ini untuk anakmu,” kataku. “Inilah perjalanan hajiku.”

"Malaikat berbicara dengan nyata di dalam mimpiku,” kata Abdullah, “dan Penguasa kerajaan surga adalah benar dalam keputusanNya.”

*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+

Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al-Hanzhali al Marwazi lahir pada tahun 118 H/736 M. Ia adalah seorang ahli Hadits yang terkemuka dan seorang petapa termasyhur. Ia sangat ahli di dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, antara lain di dalam bidang gramatika dan kesusastraan. Ia adalah seorang saudagar kaya yang banyak memberi bantuan kepada orang-orang miskin. Ia meninggal dunia di kota Hit yang terletak di tepi sungai Euphrat pada tahun 181 H/797 M.

+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*

Kisah di atas diambil dari buku “Warisan Para Auliya” karya Farid al-Din Attar.

Edisi Inggris “Muslim Saints and Mystics: Episodes from the Tadhkirat al-Auliya (Memorial of the Saints) By Farid al-Din Attar”


*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*

Rasulullah pernah ditanya, "Ya Rasullah tunjukkan padaku amal perbuatan yang bila kuamalkan akan masuk syurga."

Jawab Rasulullah, "Jadilah kamu orang yang baik."

Orang itu bertanya lagi, "Ya Rasulullah, bagaimanakah akan aku ketahui bahawa aku telah berbuat baik?"

Jawab Rasulullah, "Tanyakan pada tetanggamu, maka bila mereka berkata engkau baik maka engkau benar-benar baik dan bila mereka berkata engkau jahat, maka engkau sebenarnya jahat."


ReAD MoRE・・・

Monday, 1 August 2011

Ramadan @ Summer 2011

Untuk bahan introspeksi, apa saja kebiasaan buruk selama Ramadhan?

1) Tidur lagi setelah sholat subuh
2) Ngabuburit dengan hal yang tidak bermanfaat
(nongkrong, ngobrol ngalor ngidul)
3) Masuk kerja (ngampus) siang, tapi pulang buru-buru
4) Produktivitas kerja menurun
5) Makan buka puasa sampai kekenyangan
6) Ngemil sambil nonton TV

Humm, apalagi yah. Sudah 9 tahun tidak menikmati Ramadan di rumah sih :-P
Tapi Alhamdulillah banget, sejak Taifun #6 mengunjungi Jepang, suhu udara bertahan tidak menembus angka 30 derajat Celcius. Padahal seharusnya bulan ini adalah puncak-puncaknya musim panas. Padahal pada bulan Juli kemarin suhu mencapai 38 derajat celcius di Nagoya... Padahal.... Wew.. Maha suci Allah yang memberikan rahmatnya pada awal-awal bulan Ramadan dan semoga suhu udara tetap seperti ini hingga Idul Fitri. *heu, pengen enaknya*


Menjelang Ramadan Jamaah sholat Isya' bisa 10 kali lipat biasanya. ^_^
Itu di Islamic Center Nagoya http://nagoyamosque.com/

Kemudian buat bujang-bujang lokal maupun Internasional yang tidak sempat memasak buka dan sahur, makanan cukup melimpah di Masjid sehingga solusi bersantap pun bisa ditemui di Masjid. Jazakallah khayr kepada Brother Hasan yang setiap hari mengatur distribusi makanan. Tahun ini pun dia sudah bersiap I'tikaf selama sebulan penuh sambil mengajak saya yang masih belum memastikan jadwal. +__+

Bicara soal I'tikaf, tak bisa lepas dari masjid di Jepang. Ada banyak loh. Bisa disimak di sini : http://www.masjid.jp/list.html


Ah yah, hari ini rumah kedatangan 18 tamu, teman-teman adik di UG* yang pulang mengeksplorasi Pulau Sempu dan hendak kembali ke Yogya lewat jalur selatan. Yah, paniklah Ibu karena pasar sudah tutup, sementara anak-anak itu perlu makan setelah seharian puasa. Alhamdulillah ada seorang kawan yang punya kolam ikan dan menjelang Magrib bisa dimintai pesanan mendadak. Heuh, kalau begini ingat kebiasaan orang Jepang yang tidak bertamu secara mendadak.





ReAD MoRE・・・

Monday, 25 July 2011

Juice Ilmu Kepenulisan dan Dakwah by ust. Salim A Fillah

Menulis itu kurang cerdas? Orang lebih menghargai hafalan? Itu mah dulu, saat kebanyakan orang masih buta huruf. Menulis dianggap suatu kekurangan karena keterbatasan ingatan. Kini, menulis tak lagi dianggap sebagai aktivitas rendahan. Bahkan untuk mendapat gelar dalam pendidikan formal, menulis adalah kegiatan yang mutlak tak bisa ditinggalkan. salah satunya manfaat menulis adalah mengujipublikkan apa yang dipahami, dengan diselipi harapan akan diluruskan bila ada yang salah. Ilmu yang hanya ditimbun dalam kepala tanpa jalan keluar berupa pengajaran seperti air yang tidak mengalir, mudah tercemar yang menjadi cikal babal kefasikan atau kerusakan dalam beragama.

Apa saja manfaat menulis yang lain?

1. Mengikat Ilmu dengan kata kunci untuk mengakses relung-relung memori yang pernah kita simpan.Yah, karena kapasitas otak kita teramat besar sehingga perlu kunci-kunci untuk memasuki kembali kamar-kamar ilmu yang tertutup.
2. Merekam jejak pemahaman, untuk melihat perkembangan jejak pemikiran kita. Lihat saja tulisan-tulisan kita di masa lampau, kalau sudah bisa dilihat kekonyolan dan kekurangannya, artinya kita sudah berkembang. Kalau tulisan itu masih dianggap begitu sempurna tanpa cacat, sebaiknya mulai bertanya kepada diri sendiri: adakah perkembangan yang tergapai selama ini?
3. Mewakili bicara kepada sesama tanpa terikat jarak atau waktu.
4. Mewariskan nilai, bukan sekedar transfer ilmu. Ada amal jariyah apa pula dosa jariyah! Makanya tulislah sesuatu yang menerahkan, bukan sesuatu yang menginspirasi orang berbuat kerusakan. Tidak terbayang kalau dosa itu terus terproduksi sepanjang jaman. Hiyy!!

Ya Allah jadikan setiap kata yang aku tulis menjadi tunas-tunas tasbih.
Jadikan setiap kalimat menjadi pelecut semangat menuju takwa.


*) Mengenai tips menulis : gambarkan, jangan katakan. Caranya? memperbanyak kata kerja, bukan kata sifat. Contoh yang ada dalam al Quran, adalah bagimana surga itu dituliskan. Coba bandingkan: Surga itu indah dan permai, dengan : Masuklah ke dalam surga, yang di bawahnya MENGALIR sungai-sungai. Mana yang lebih memberikan kesan?

*) Penulis harus cerdas. Cerdas bukan karena IQ tapi karena takwa. Ini kata Imam Syafi'i. Ilmu Allah adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak dikaruniakan kepada yang bermaksiat.

*) Benyamin Franklin : Satu kalimat, satu pokok pikiran. Kembangkan kalimat dengan padanan kata, perkaya perbendaharaan katamu. Sisipkan pula gaya bahasa agar tulisan kita tidak lugu.

*) Perumpamaan Ibnu Abbas tentang komposisi Al Quran.
6000 ayat kisah : inspirasi
600 tanda-tanda kebesaran Allah: kontemplasi
60 Muamallah : Petunjuk praktis
6 Punishment

Ingat, Al Quran Jumlah Ayatnya 6236, loh! Jangan salah dengan menjumlahkan perbandingan ayat berdasar komposisi isi menurut Ibu Abbas.

*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*

Ada sebuah tulisan yang dibedah oleh Ust. Salim, katanya sih ditulis oleh Sunu Hadi. :-P
Masukan dari beliau :
Susunan tulisan itu cantik, ada kepekaan apa yang ditampilkan duluan, apa yang disimpan dahulu lalu disampaikan kemudian.

Rupa-rupanya ini adalah tulisan saya tahun 2006 atau 2007 (lupa) dan ikut terbit dalam Antologi Ramadan FLP Jepang. (Ayo beli! Ayo Beli! *promosi mode*). Biasanya tulisan aslinya saya simpan dalam blog cuman setelah dicari-cari tidak akan ketemu lagi, soalnya tahun 2004-2007 saya menulis di friendster. Sekarang blognya sudah tidak bisa diakses, turut lenyap bersama ratusan tulisan saya. *Dulu saya sangat produktif, sehari bisa muncul 3 tulisan, sampai-sampai seorang teman mengatakan kalau dalam satu minggu tulisan baru saya tidak muncul, maka sesuatu pasti telah terjadi pada diri ini. Sekarang, kemana produktivitas itu pergi?!!! T__T *)

Sebenarnya masih banyak ilmu Ust. Salim yang bisa dibagi, cuman karena keterbatasan saya, kali ini hanya seputar kepenulisan yang saya simpan. Juice ilmunya saya cukupkan di sini. Kalau ada kesempatan, insyaallah akan ditulis juga juice versi yang lain.


ReAD MoRE・・・

Sunday, 24 July 2011

Menanam Sebelum Ramadan

*Terlebih dahulu tersusun dalam Notes di FB*

Ali bin Abi Thalib mengatakan ikatlah ilmu dengan menulisnya. Maka saya mencoba mengikat ilmu-ilmu yang bersebaran dalam Pengajian Bulanan KMI Nagoya 24 Juli 2011 bertempat di Coop Motoyama. Tentu saja tak semuanya bisa saya ikat, karena banyak pula yang tercecer tanpa terekam dengan baik dalam ingatan yang terbatas. Catatan ini tidak pula murni hanya dari sang pembicara, tetapi sudah ditambah dengan tambahan-tambahan dari sumber ilmu lain yang turut hadir dan perenungan pribadi yang ingin dibagi tanpa ada maksud menggurui.

Bismillahirrahmanirrahim.

Ramadan akan hadir sebentar lagi sebagai tamu agung yang harus disambut, dijamu dan dimuliakan dengan baik. Maka sebenarnya cukup terlambat bila kita menyambut begitu dia sampai karena tak cukup masa yang bisa diolah untuk mempersiapkan penyambutan yang lebih dari biasa. Saya membayangkan kita bertamu ke rumah seseorang setelah memakan waktu berjam-jam, ditempuh dengan kereta, berganti bus dilanjutkan jalan kaki lalu akhirnya sampailah di kediaman itu dalam kondisi lelah dan keringat masih basah. Kita dibukakan pintu, dipersilakan duduk oleh empunya rumah dengan muka yang datar, cenderung masam tanpa dihias senyuman. Setelah itu kita ditinggal ke belakang tanpa disuguhi minuman, tanpa ditemani untuk memulai percakapan. Sebagaimana manusia normal, kira-kira bagaimana perasaan kita? Padahal kita datang dari tempat yang jauh dan berniat menyambung silaturahim sambil membagi sedikit kelebihan yang dimilki.

Kasusnya dibalik untuk Bulan suci yang datang setahun sekali. Hanya sekali dan akan bertamu selama 29 atau 30 hari. Salah satu harinya terdapat malam yang lebih mulia dari 1000 bulan, yang dicari dan dinantikan oleh orang-orang yang beriman. Bila kita akan kedatangan tamu yang membawa segenap kesempatan kemuliaan, pantaskah bila penyambutannya hanya seadanya tanpa persiapan yang terencana?

Bapak Aminullah Noor mengatakan, bulan Rajab dipergunakan untuk menanam, bulan Sya'ban untuk memelihara dan bulan Ramadhan untuk memanen hasilnya. Memanen untuk disuguhkan kepada sang tamu. Saya menangkap bahwa salah satu panenan berupa kebiasaan. Maka bila ada yang menanyakan teknisnya, jawabannya adalah memilih benih apa yang hendak ditanam. Kapan? Hmm, seharusnya sejak bulan Syawal tahun sebelumnya. Bila kita ingin panen kebiasaan mengkhatamkan Al Quran, berarti diawali dengan menambah jumlah halaman yang dibaca secara harian. Masih ada sekitar satu pekan sebelum memasuki bulan puasa, masih ada kesempatan untuk menanam benih kebiasaan yang harus dipelihara secara intensif, dipupuk, disiram, dijaga dari hama, ditaruh ditempat yang cukup mendapat cahaya dan tentunya dipilih komoditi yang cukup waktu untuk dipetik hasilnya.

Bulan Ramadan adalah bulannya Al Quran. Ada sebuah kisah berlatar sebuah negeri di Eropa tentang seorang kakek dan cucunya.
"Kakek, kenapa sih kita harus membaca Al Quran? Bahasanya saya tak paham. Untuk apa kita membaca sesuatu yang tidak kita pahami?"

Sang Kakek hanya tersenyum. Alih-alih menjawab pertanyaan si cucu, beliau menyuruh cucunya mengambil air dengan keranjang. Keranjang anyaman tempat menyimpan kayu dan batu bara buat perapian yang sudah kotor bulukan menyimpan abu dan debu-debu menghitam.

Si Cucu bersemangat mengambil air dari kolam untuk dibawa ke tempat sang Kakek. Tentu saja tak ada air yang tersisa karena merembes lewat sela-sela anyaman. Si Cucu tidak menyerah. Dia berlari lebih cepat agar saat sampai ke tempat Kakek masih ada air yang tersisa di keranjang. Begitu terus dia bolak-balik dari kolam ke halaman hingga akhirnya...

"Kakek, tidak mungkin saya membawa air dengan keranjang ini..."
"Memang betul, tidak akan ada air yang cukup kamu bawa dengan keranjang ini, tapi lihatlah sekarang keranjang ini jadi bersih, bebas dari debu dan abu-abu perapian. Demikian pula dengan Al Quran, meskipun kamu tidak paham apa yang kamu baca, bila kamu membacanya terus-menerus maka hatimu akan dibersihkan. Itulah salah satu kelebihan Al Quran sebagai bacaan dibandingkan bacaan-bacaan lain."

Dalam kisah di atas ada 2 orang pelaku : seorang kakek dan cucu. Salah satunya lebih berilmu sehingga mampu memberikan pencerahan kepada yang lain. Bagaimana bila kita sendiri tanpa interaksi? Bila kita perhatikan, ada cek list yang harus dilakukan oleh seorang masinis kereta di Jepang. Lampu hijau sudah menyala, sinyal OK sudah diperoleh, pintu sudah menutup, tidak ada penumpang yang terjepit.... semuanya dilakukan dengan gerakan-gerakan tangan dan tak jarang dilisankan. Kenapa perlu cek list? Ada 4 kemungkinan yang terjadi bila hanya mengandalkan ingatan dan dalam kondisi sendirian :
1. Lupa
2. Keliru
3. Kesalahan (karena tidak tahu dan tidak ada yang mengingatkan)
4. Pelanggaran (sudah tahu tapi malas mentaati prosedur)

Sayangnya tidak ada manual petunjuk kehidupan yang berwujud cek list. Maka sudah wajar bila manusia dengan segala keterbatasannya dihinggapi lupa dan keliru yang tidak disengaja. Namun demikian kesalahan dan pelanggaran bisa dicegah dengan peringatan dan pengajaran. Dua hal ini tidak mungkin dilakukan sendiri, maka berkumpulah dengan orang yang saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran agar tidak rugi.

Menjelang ramadan tahun ini banyak orang yang mudik ke tanah air. Bahagianya bila saat mengendari burung besi, pilotnya juga mengucap doa yang sama kepada sesembahan yang sama pula. Lebih bahagia lagi bila jamuan yang disajikan terjamin kehalalannya. Serifikat halal insyaAllah menjamin keamanan makanan yang kita konsumsi. Ini ditulis berdasarkan komentar seorang auditor yang tergabung dalam tim sertifikasi halal [ senangnya dalam forum-forum di sini banyak pakar berbagai bidang dan profei :-) ]. Seorang GM Maskapai Nasional kita yang ditugaskan di Nagoya juga tengah memperjuangan kehalalan makanan yang dikemas dari Jepang, bukan hanya zatnya melainkan juga proses pembuatannya. Semoga dalam waktu dekat perjalanan seorang muslim lewat udara dipermudah lagi dari sisi kehalalan makanan.

[ Cek saja, apakah dalam moslem meal yang dipesan dalam penerbangan ada label halalnya atau hanya sekedar tulisan Moslem Meal yang kadang hanya dipahami sebagai makanan tanpa babi. Vegetarian juga tidak 100% halal kalau masaknya campur dan bumbunya pakai khamr. Jadi? Pak GM mengatakan beliau siap sedia mie instan atau nasi bungkus untuk penerbangan internasional :-P ]

Demikian ikatan yang bisa saya susun, semoga akan ada ikatan-ikatan lain yang bila dikumpulkan bisa menjadi anyaman. Mohon maaf bila ada kekurangan. ^__^


ReAD MoRE・・・

Saturday, 23 July 2011

Listrik Oh Listrik

Sebuah Pesan masuk ke inbox saya :

+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*

Our graduate school will be all closed during a whole day on ***** for saving energy. Please DO NOT come to our Lab and all electricity devices should be off on those days.

*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+*+

Kata saya : Iyey! Liburrr!! Segera copy data supaya bisa dianalisis di rumah pada hari-hari larangan ngampus. ^__^

Urusan libur tak penting ini disisihkan dahulu karena saya ingin membahas listrik di Jepang. Sepertinya tak semua orang tahu bahwa frekuensi listrik di Jepang berbeda sesuai wilayahnya. Jadi? yah, ada beberapa alat elektronik yang mengalami penurunan fungsi atau bahkan tidak bisa dipakai sama sekali bila anda melewati batas Jepang Tengah (Fujikawa City in Sizhuoka & Itoigawa in Niigata). Dari batas tadi ke arah timur, frekuensinya 50 Hz. Dari batas ke arah barat, frekuensinya 60 Hz. Jepang Tengah (Chubu dan Hokuriku), frekuensinya campur 50/60 Hz, paling aman untuk membawa serta elektronik kalau pindahan.

Kenapa bisa begitu?

Pada era Meiji, mesin pembangkit listrik didatangkan dari luar Jepang. Produk Jerman dengan frekuensi 50 Hz dipakai di Kanto (Jepang Timur dan meluas ke utara sampai Hokkaido) dan produk Amerika dengan frekuensi 60 Hz dipergunakan di Kansai (Jepang Barat dan memanjang sampai ke selatan sampai Okinawa). Oleh karena itulah di Jepang eksis dua macam frekuensi listrik, sampai sekarang. Produk yang harus dicek saat pindahan antara lain: mesin cuci, microwave, oven, mesin pengering cucian dan lampu.

Selain frekuensi, Jepang juga membagi tarif listrik sesuai dengan kontrak dengan pelanggan. Bagi yang paham bahasa Jepang dan tinggal dalam hitungan tahun di negeri ini, ada baiknya memperhatikan opsi-opsi yang ditawarkan oleh perusahaan listrik di wilayahnya. Kenapa? Supaya bisa menghemat beberapa Yen lah ya. :-P Misalnya Penyuplai listrik di Jepang Tengah (Chubu Denryoku) menawarkan produk E Lifetime: membagi tarif listrik berdasarkan waktu pelanggan menempati rumahnya. Detailnya sebagai berikut :

Daytime (jam 9-17) : 31.43 yen/kWh
@Home Time (jam 7-9, 17-23 untuk hari kerja; jam 7-23 untuk weekend dan hari libur nasional): 21.23 yen/kWh
Nighttime (jam 23-7) : 9.33 yen/kWh

Kesimpulannya, bila anda melakukan kontrak dengan opsi E-lifetime, maka biaya pemaikan listrik antara pukul 23 sampai 7 pagi menjadi sangat murah. Mari mencuci, memasak dan menyetrika pada jam-kam ini!!

Saya yang sering pulang malam dan berangkat pagi memang hanya bisa mencuci dan memasak pada jam hemat. Akibatnya yah, tagihan listrik saya jadi murah. Bulan lalu hanya 492 yen!

Bila tidak memakai opsi ini, maka tarif listriknya adalah sama sepanjang hari, yakni 17.05 yen/kWh. Jadi, kira-kira mana yang lebih hemat? Silakan dihitung sendiri. Bagi saya yang di rumah saat tak ada matahari bersinar di langit kota, opsi E-lifetime patut dipilih tanpa ragu lagi. Hmm, sebagian besar mahasiswa seharusnya sih sama. Tapi bagaimana dengan perkakas yang memakan listrik sepanjang waktu, seperti kulkas?

Anggap dayanya 1 kW, maka tagihannya dengan opsi E-lifetime 504.4 yen/hari. Tarif biasa 408.3 yen/hari. Sekilas opsi E-lifetime nampak lebih mahal. Bagaimana dengan hitungan perbulan? Ini mah silakan dihitung sesuai dengan alat listrik dan pola hidup masing-masing. Satu lagi yang perlu dicacat, perusahaann listrik tiap wilayah menawarkan produk-produk kontrak yang bermacam-macam. Di Hokuriku bahkan mencantumkan opsi Whiteplan 1,2,3 yang tidak dijumpai di wilayah lain. *kok kayak softbank saja!* Di Hokkaido menawarkan pilihan untuk wilayah dimana salju lebat sering menumpuk (sepertinya diversifikasi harga berdasarkan musim).

Sedekat yang saya tahu, opsi E-lifetime (namanya berubah sesuai wilayah, ada yang menyebut e-CuteTime, E-eco-Time dsb) tersedia di semua wilayah. Sesuaikan kontrak dengan pilihan yang ada di wilayah anda tinggal. Dannn~~ Selamat bersimulasi untuk memperoleh pilihan mana yang lebih cocok untuk berhemat.

*Baru tahu kalau tarif Listrik di Kansai dan Tohoku lebih murah dibandingkan Chubu. huhu*
*Okinawa paling mahal. Err, karena kepulauan jadi biaya pengiriman ke rumah-rumah lebih memakan ongkos?*


ReAD MoRE・・・

Monday, 18 July 2011

Road To Tokushima!


Akhirnya jadi juga berangkat ke Tokushima setelah merangkap jadi manajer dadakan (ketua PPI Nagoya JJS ke Italy) dan perayu gombal (banyak orang yang awalnya terdaftar terus mengundurkan diri) untuk mangajak orang-orang Nagoya agar mau jadi perwakilan atlet PORMAS 2011-nya PPI Jepang. Syalalala~ Dengan persiapan baru selesai 2 jam sebelum dedline pendaftaran peserta, tim PPI korda Chubu pun berangkat bertanding ke Tokushima. Ah, yah. Saya baru tahu di H-1 kalau pak Ketua PPI chubu memberi nama SATRIA Chubu untuk tim yang berangkat kali ini.

Hasilnya? Well, not bad lah. Kami meraih 1 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu, sekaligus menjadi juara umum ke-3 setelah PPI Tohoku ( 2 emas dan 3 perunggu!) dan PPI Kyushu-Okinawa (2 emas). Alhamdulillah ini hasil maksimal kami dengan persiapan yang sangat minim. Dua orang teteh pun terpaksa didaftarkan untuk ikut tanding ganda putri badminton, padahal niatnya cuman ngikut suami. Heuheu. Ketua PPI Chubu yang awalnya cuman hadir untuk rapat PPI diikutkan ganda tenis meja (dan ajibnya bisa dapet medali emas! Yiihaa~~ * sukses nih jadi manajer :-D * )

Sayangnya kamera saya habis batere saat hari-H! HadooohhH!! Kalau begini terasa enaknya punya kamera ber-charger, bukan seperti kamera dengan batere yang biasa saya buat pakai jalan-jalan. Kenapa? yah, di sekitar lokasi Pormas dan penginapan TIDAK ADA kombini. Ini Jepang bukan sih? *kata temen saya dari Tokyo yang lupa gak bawa sikat gigi dan sabun mandi :-P *


Foto-fotonya insyaAllah akan di upload setelah dapet data rampasan perang dari para pemilik kamera nikon, supaya terlihat bagus.

*Entah kenapa terasa capek sekali yah. Saya ternyata tidak terbiasa main badminton single, capekkkkkkkkkkkkkkk. Padahal kalau main ganda selama 3 jam pun capeknya tidak separah ini. Keadaan di dalam GOR memang sangat pannas, duduk di lantai aja kepanasan. Sewaktu bertanding, apalagi. Baru pertama ini saya merasa ingin cepat-cepat game selesai tanpa peduli kalah atau menang. Panasnya tiada tara!*


ReAD MoRE・・・

Saturday, 11 June 2011

Pikiran Seputar Bendungan


Dalam kunjungan ke Dam Tokuyama, bendungan terbesar di Jepang, saya menemukan sebuah fakta yang unik: Perubahan sikap masyarakat. Awalnya tujuan utama dibangunnnya dam ini adalah sebagai pembangkit listrik dengan fungsi tambahan sebagai pengontrol volume air. Sejak dicetuskan pada tahun 1957, berbagai negosiasi alot terus berlangsung sehingga proses pembangunannya baru dimulai tahun 2002.

Pffhh.... Bila negosiasi berlangsung kuat sepihak, misalnya penerapan MOD (Move or Die!) pengusiran paksa dengan membuldoser pemukiman (seperti di Palestina, hiks), tentunya dam bisa dibangun lebih cepat. Inikah satu bentuk penghargaan HAM di Jepang? Pelajaran lainnya, proyek di Jepang tetap dilaksanakan meskipun pemegang tampuk pemerintahan silih berganti.


Masyarakat yang sudah menikmati asupan listrik dari PLTN tidak meihat pentingnya PLTA. Yah. Setidaknya sampai kasus PLTN Fukushima terjadi. Gempa dan tsunami yang melanda Jepang pada Maret lalu cukup merubah opini masyarakat tentang sumber energi. Negara minim SDA seperti Jepang harusnya memakai 'produk lokal' untuk memenuhi kebutuhannya: air, angin atau cahaya matahari. Well, bukan sepenuhnya lokal, karena ketiganya adalah rahmat dari sang Pemilik yang mengjinkan manusia untuk menafaatkannya :-) Listrik yang diperoleh lewat PLTN memang paling murah, tapi harus dibarengi dengan resiko yang tidak murah.

Masyarakat yang dulu menentang pembangunan PLTN kini mulai memberikan animo positif terhadap PLTA di Bendungan ini. Waktu dan kejadian bisa merubah orang...





ReAD MoRE・・・

Tuesday, 7 June 2011

Bintang di Bumi


Memandangi langit malam yang cerah, teringat akan bintang sebagai petunjuk arah. Akibatnya muncullah keinginan untuk mengunjungi Brother Earth, Planetarium terbesar di dunia yang baru diresmikan di Nagoya 19 Maret 2011. Mahasiswa hanya perlu bayar 500 yen untuk mengunjungi planetarium plus museum. Anak usia SMP ke bawah? Gratis tis!


Nakajima Miyuki menyenandungkan manusia terlalu memandangi bintang yang ada di langit sehingga melupakan gemintang di bumi.



Saya coba mencari gemintang yang di bumi dengan bantuan satelit. Akhirnya dapatlah potret rupa bumi dengan gemintang di sana-sini: nighttime light. Bila dipandangi dari ruang angkasa, cahaya-cahaya artifisial yang menunjukkan aktivitas manusia inilah yang seolah nampak sebagai bintang di permukaan bumi. *Ahaha, saya hanya mengulas syairnya secara literal*.


*photo of Aegan sea at night, taken from onorbit.com*


Namun kalau dipikir, tak ada salahnya bila bintang-bintang di permukaan bumi ini dikaji lebih lanjut. Sebagai petunjuk arah? yah, bisa jadi, bukan arah mata angin melainkan arah kebijakan yang diperoleh dari analisa aktivitas manusia hingga memunculkan bintang-bintang di permukaan bumi. Energi. Isu ini akhirnya harus dimunculkan di sini. Iseng saya memasukkan 2 keyword ini ke Oom Google dan muncullah sebuah nama yang sudah menulsi jurnal terkait dengan bintang di bumi dan energi. Orang UK ini dapat beasiswa JSPS pula! Di Tokyo pulaa!! Mumupung secara fisik, jarak nagoya-Tokyo tak sampai 2 jam dengan Shinkansen, bagaimana kalu mengajukan permohonan diskusi secara langsung? Heh? Khan gak kenal.... Err, korespondensi saja kah.

Bicara soal energi, setelah gempa dan tsunami melanda Jepang 11 maret 2011 dan membuat isu PLTN Fukushima naik ke permukaan, orang Jepang mulai mengkaji soal sumber energi terbaharui. Seorang teman Jerman saya muak dan trauma dengan tragedi Chernobyl sehingga dalam kunjungan ke sebuah PLTN di Fukui, tak hentinya dia mengatakan bahwa tak ada yang benar-benar aman soal nuklir. Hmm... bisa jadi, karena kecelakaan mungkin saja terjadi. Dalam berita NHK jam 21:00 hari ini, juga dibahas kemungkinan implementasi sumber energi domestik : angin, air, panas bumi, tujuannya agar tidak lagi tergantung dengan minyak bumi dan batu bara yang harus di datangkan dari luar negeri.

Saya sendiri merasa kurang puas menguras ilmu soal energi terbaharui ini meskipun sudah dibela-belain ke Jerman dengan segala proposal meminta kucuran dana kampus tahun lalu :-( Eh, ternyata ada kesempatan kedua, kali ini ada seorang CEO Perusahaan Amerika yang datang ke Nagoya University, presentasi tentang Renewable Energi. Catat! 21 Juni 2011 16:00-17:30 di ES Building, Hallroom. Waktu kuliah dulu dia menulis soal implementasi sumber energi terbaharui di India, jadi saya ingin bertanya kasus Indonesia yang punya garis pantai terpanjang di duniaaaaaA.

*Tapi deuh, baru ingat tanggal itu saya harus naik pesawat ke Tokyo jam 8 pagi. Hiks.*

Pikiran saya meloncat lagi, gara-gara menulis batu bara dan minyak bumi. Lah, listrik kita pun kebanyakan dari dua sumber ini bukan? kalau kasus di Urumqi, China sana, batu bara masih tetapt dipakai karena jumlahnya melimpah, harganya murah. Tenaga angin juga dimanfaatkan, namun belum maksimal. Tenaga Surya? Well, harusnya bisa dimanfaatkan karena suhu di sana bisa mencapai 50 derajat Celcius. Sayangnya fakta ini harus disimpan rapat-rapat, karena pemerintah harus mebayar uang extra buat pekerja bila suhu udara melewati 48 derajat Celcius. Seorang saksi hidup, kawan saya, muslim urumqi mengatakan kalau kita meletakkan telur di luar rumah waktu siang hari, telurnya matang terpanggang. *rasanya gimana yah? kayak telur rebus?*

Kembali memandangi langit, waktu subuh masih sekitar satu jam lagi...
Yah, menjelang musim panas, waktu subuh bener-benar masuk sejak dini hari. Di kawasan arctic matahari muncul sepanjang hari selama musim panas!! Waow...!
Dan, ah, yah. Kunjungan ke Brother earth!! Kapan ada waktu yah....


ReAD MoRE・・・

Saturday, 28 May 2011

[IKLAN] NU & LTFS

Well, numpang iklan. Kebetulan ada orang yang mengunggah profil kilat Nagoya University di youtube dan La tahzann for Student sudah bisa direview via googlebook ^_^. Beberapa waktu lalu beredar email dari bagiann penerimaan mahasiswa asing mengenai info SMA di Indonesia yang siswanya pintar dan kaya sehingga bisa ditarik ke Nagoya. Dengan adanya program Global 30 dari Kementrian Pendidikan Jepang, bermuncullah program dalam bahasa Inggris sehingga kalau mau kuliah di Univ negeri Jepang tidak perlu lagi rugi umur kayak saya. Perkiraan pribadi, sepertinya Univ-univ ini mulai meniru APU yang menyelenggarakan kuliah secara bi-lingual.

(Taepi tetepppp saja mahal dan tak terjangkau bagi saya waktu mo lulus SMA dulu. Hiks. Alhamdulillah Allah memudahkan jalan bagi saya yang tidak terlalu pintar dan tidak pula kaya untuk bisa kuliah di Jepang dengan beasiswa, meskipun harus 'rugi' 2 tahun untuk menunggu pengumuman dan belajar bahasa Jepang)

Celotehan bisu saya dicukupkan sampai di sini, Silakan ditelusuri :


Orang Iran yng di video ini adalah teman sebangku di kelas bahasa Spanyol (gak penting :-P )


Link ke LTFS :


ReAD MoRE・・・

Saturday, 2 April 2011

Masalah Bahasa? atau.. Bangsa?

Saya menyerah. Orang yang dipercayakan kepada saya untuk dilatih ternyata kualitasnya jauh-jauh-jauh dibawah standar perkiraan. Lalu, kenapa orang ini bisa ada di sini, di negeri ini, di Jepang! Saya cukupkan keheranan saya sampai di sini saja. Ini pertama kalinya saya bertemu dengan orang yang tidak bisa menjawab 10 ditambah 10 sama dengan berapa. Perhitungan waktu secara tepat juga menjadi kendala.

Akhirnya inilah yang saya katakan,
"Manajer, masalahnya bukanlah Bahasa. Orang ini tidak menguasai perhitungan sederhana."


Sistem di Jepang tidak membiasakan memecat orang. Sehingga, setelah seseorang masuk, tanggung jawab di dalamlah yang membuat dia menjadi staff yang bisa dipakai dan bisa berkontribusi. Kecuali kalau si orang itu tau diri dan mau mengundurkan diri.

Selain kasus di atas. ada kasus lain dari orang-orang *hi*a. Komentar orang Jepang: Most of those people doesnt have any guts! Many of them gives up on first day. Memang sudah ada beberapa kali kasus warga negara ini hanya mencari pekerjaan yang ringan, tidak berat, tapi mendapat gaji banyak. Hey! Mana ada makhluk biasa yang santai-santai dapet harta melimpah secara cuma-cuma!

Pelajaran yang saya ambil : Alhamdulillah saya tidak menyerah saat mendapat rintangan saat awal-awal memulai pekerjaan ini. Dulu terasa berat secara fisik dan mental, namun sekarang sudah terbiasa dan menguasai medan. maha suci Allah yang menciptakan dimensi bernama waktu. Tidak sia-sialah meski dia selalu berlalu... Pekerjaan dan komunikasi sepertinya tidak hanya dibatasi oleh masalah bahasa atau bangsa. Agree?


ReAD MoRE・・・

Wednesday, 23 March 2011

Before and after Tsunami 2011

File yang disediakan oleh CNN berikut sangat mempermudah perbandingan. Cekidot :
http://edition.cnn.com/interactive/2011/03/world/slider.japan.photos/index.html

Type rest of the post here


ReAD MoRE・・・

Wednesday, 16 March 2011

Ledakan PLTN Fukushima dan Radiasi

Errr, mumpung sedang hangat-hangatnya PLTN meledak di Fukushima.

Sedikit yang saya tahu tentang kadar maksimal radiasi yang boleh diterima tubuh manusia.
Selama satu tahun, secara medis, manusia diijinkan menerima radiasi sebanyak 100 micro Sievert. Satu kali rontgen sewaktu medical check up radiasinya sekitar 50 micro Sievert, makanya kita baru boleh ambil rontgent lagi setelah 6 bulan. (Setahun max 2 kali ambil rontgen).

*Btw, batas maksimal radiasi yang dijinkan diterima sebenarnya adalah 1 mili Sievert ( 1 mSV)(karena kita juga terkena radiasi secara alami) dan gangguan kesehatan baru terjadi bila radiasi yang diterima lebih dari 100 mili SV... *


Informasi dari nikkansports.com tanggal 15 Maret 2011 jam 21:31 waktu Jepang :


Ledakan reaktor 3 , radiasi pada pukul 9 pagi di Fukushima adalah 11,9 mili Sievert (kalau langsung kena = rontgen 20 kali dalam sehari, jatah sepuluh tahun dirapel sehari). Diiumumkan bahwa penduduk yang tinggal dalam radius 20 kilometer wajib mengungsi.

Pada pukul 10 pagi, dikonfrimasi radiasi per jam dari Reaktor satu sebesar 400 mili Sievert (naik sekitar 40 kali lipat! artinya, jatah rontgen selama 400 tahun (wew!) dirapel dalam sejam! )
Radius wajib mengungsi semakin luas : dari 20 km menjadi 30 km (kata pak Perdana Menteri di TV sekitar jam 11 siang tadi. Err, radius 20-30 km, warga disarankan untuk tidak keluar rumah, menutup ventilasi agar zat radioaktif tidak terbawa masuk rumah)

Well, itu radiasi di lokasi sekitar PLTN. Nah, kalau daerah lain gimana? Tokyo? Yokohama? Chiba? Saitama?
Pada sumber di atas tidak ditulis detail, jadi beburu sumber lain...

dari situs NHK, artikel jam 18:04
Tochigi : 0.86 mikro Sievert/jam
Tokyo, saitama, Chiba, Kanagawa--> Tidak disebutkan nilainya, hanya saja radiasinya hanya 1/100 dari batas yang diijinkan selama setahun, jadi disinyalir BELUM membahayakan kesehatan.

(1 tahun = 8760 jam)
(radiasi max 1 mili Sievert/tahun , bila dirapel dalam satu jam = 8760 mili Sievert= 8.760.000 mikro Sievert --> kalau di Tochigi setelah mandi radiasi selama sekitar 10 juta jam baru gaswats, artinya selama tidak tinggal berpuluh tahun di t4 tsb, gpp kali....., )

Kesimpulannya : Sampai sekarang masih AMAN dari radiasi, terkadang hoax atau informasi yang didramatisir membuat keluarga di Indonesia lebih panik *daripada saya yang di Jepang*

**[intermezo]Jepang yang mengambil pilihan Nuklir sebagai Sumber Energi Baru memiliki banyak PLTN yang tersebar hampir di setiap kawasan. Negeri rawan gempa ini sudah menyiapkan sistem tahan gempa unntuk tiap fasilitas PLTNnya. Menurut penjelasan yang kami terima saat itu, umur PLTN antara 20-30 tahun, dengan masa pembangunan 20 tahunan (mungkin bisa lebih cepat). Tahun lalu saya mengunjungi PLTN yang tengah dibongkar setelah beroperasi selama 25 tahun sekaligus PLTN yang sedang dibangun. Alhamdulillah dengan koneksi yang kuat, rombongan kami bisa masuk sampai ke core reaksi yang orang umum tidak diperbolehkan mendekat. Jadi, kondisi sekitar core reaktor, ketatnya sistem keamanan, mekanisme 'membersihkan' pengaruh radiasi, bisa kami rasakan... [intermezo]**

PLTN Fukushima memiliki 6 reaktor, masing-masing mulai beroperasi sejak tahun 1971, 1974, 1976, 1978 (2), dan 1979. Secara umur, sudah saatnya menjalani proses decomissioning.....

Berikut informasi yang diperoleh untuk masing-masing reaktor (15 maret 2011, 17:00, sumber : Tokyo denryoku ) :
1. Semua reaktor sudah tidak dioperasikan.

2. Reaktor 1. Tanggal 12 Maret 2011 pukul 15:36 terjadi goyangan yang menyebabkan asap putih dan ledakan oleh gas hidrogen. Sekarang air laut dimasukkan ke dalam reaktor ini. Tidak dilaporkan adanya kebocoran radioactiv.

3. Reaktor 2. Setelah operasi dihentikan, proses pendinginan berlangsung, namun pompa pendingin terhenti mengakibatkan tekanan dalam reaktor naik, pendinginan kemudian dilakukan dengan menggunakan air laut.

4. Reaktor 3. Terjadi ledakan. Air laut dimasukkan ke dalam reaktor. Radiasi dalam bangunan reaktor 400 mSV!

5. Reaktor 4. Terjadi kebakaran, api padam pada pukul 11. Radiasi 100 mSV!!

6. Reaktor 5, tidak ada masalah.

7. Reaktor 6, tidak ada masalah.


(InsyaAllah diedit lagi setelah ada info baru...)
(kalau ada yang salah mohon koreksinya..)


ReAD MoRE・・・

Melebihi Hitungan

Yang tercatat dalam memori saya dalam 4 hari ini setelah gempa dan Tsunami di Jepang...

1. PLTN dibuat tahan gempa sampai magnitude 8.2, Gempa Sanriku terjadi dengan Magnitude 9.0. Radiasi nuklir jadi isu hangat....



2. Tembok anti tsunami dibuat setinggi 10 meter, 2 lapis. Tsunami yang terjadi melewati tembok dan melumatkan isi kota. "menghilangkan orang-oarang yang terlambat mengungsi karena merasa aman denagn keberadaan 2 lapis tempok anti tsunami ini.




3. Listrik mati. Kota-kota gemerlap saat malam menjadi gelap gulita. Kombini yang biasa buka 24 jam, banyak yang tutup. Masih tetap ada toserba yang buka, listrik diambil dari aki mobil untuk kasir saja, orang berbelanja dalam gelap.

Musim dingin, hujan, gelap gulita...




4. Arus orang di supermarket melebihi saat tahun baru. Suplai makanan untuk kawasan Tokyo dan sekitarnya terhambat karena tranportasi yang terputus. Bahan bakar minyak diperkirakan hanya bertahan selama 2 jam. Bensin susah diperoleh... (daerah sekitar gempa gimana yah...)

5. Shinkansen dibuka sebagai hotel gratisan (Di Nagoya dan Yokohama) bagi mereka yang tidak sempat naik kereta terakhir karena Gempa Shizuoka (15 Maret 2011, 22:31)

6. Jepang bersiap untuk Gempa Tokai-Nankai (dengan pusat antara Shizuoka dan Wakayama, Jepang Tenggara), ternyata gempa yang terjadi di kawasan Jepang Timur Laut. Gempa dengan kekuatan yang sama dengan Gempa Aceh, Yogya, Selandia baru, terjadi susul menyusul berkali-kali hanya dalam 4 hari ini!!

Ya Allah....


ReAD MoRE・・・

Saturday, 12 March 2011

Sanriku Magnitude 8.8

Gempa besar diperkirakan terjadi di Jepang pada abad ini. Terjadi, maka terjadilah. Kemarin, Jumat 11 maret 2100 sekitar jam 3 sore sebuah gempa besar dengan pusat di bawah laut mengguncang Jepang.

Well, Karena akhir-akhir ini gempa kecil sering kali terjadi, sewaktu gempa terjadi saya tidak terlalu panik. Namun gempa kedua kekuatannya cukup besar dan lama, sehingga saya dan teman yang sedang diskusi di Lab diteriaki supaya segera turun ke lantai 1. Gempa kali ini tidak main-main. Gempa dengan magnitude terbesar sepanjang sejarah Jepang. Gempa susulan terjadi lebih dari 100 kali dan mengakibatkan bencanna tambahan berupa kebakaran, tsunami, matinya trannsportasi, asupan listrik, air dan gas. Yang parah, sekitar pusat gempa masih menjalani musim dingin dimana suhu terendah bisa minus dan para pengungsi tidak memiliki akses listrik. Artinya? Kedinginan, pasti. HP kerabat/teman pun akan susah dihubungi karena gangguan gelombang telekomunikasi atau habis batere.



Anime dengan simulasi gempa magnitude 8.0 di Tokyo bisa disimak di sini.
Bagimanapun yang terjadi sekarang lebih parah daripada yang di anime tersebut. :-(((


Semoga kondisi segera kembali normal


ReAD MoRE・・・

Tuesday, 1 March 2011

[Kyushu]Merasai Eropa di Pojok Asia

Masih terbayang petualangan di Eropa summer 2010 lalu. Kalau sedang berada di Jepang dan ingin merasakan suasana Eropa tanpa harus mengurus visa ke sana, maka Huis Ten Bosch (House in Forest) di Kyushu bisa menjadi alternatif yang direkomendasikan.

Well, asyicknya kalau ke sini dengan pasangan masing-masing biar romantis. Hiks. Kalau sekarang (bujang) kok terasa sayang yah..... :-(((
Secara pribadi saya lebih memilih resort ini daripada Disney :-P


Sayang sekali waktu ikut conference di Nagasaki tahun 2009 yang lalu tidak cukup waktu untuk memanjangkann kaki sampai sini. Tapi alhamdulillah deh, ada tempat selain Hokkaido dan Okinawa yang bisa dijadikan terget wisata murah selanjutnya :-D




ReAD MoRE・・・

Tuesday, 4 January 2011

Kaleidoskop 2010

Pergantian tahun saya lewatkan dalam perjalanan tanpa akses internet, maka flash back 2010 saya laksanakan sekarang saja.


Januari
1. Ibu meminta saya pulang untuk melihat kondisi ayah.
2. Percobaan di Lab makin menggila menjelang wisuda *desperate final year student*

Februari
1. Bikin slide presentasi akhir.
2. Bersiap buat acara kang Abik waktu goldenweek.
3. Mengajar bahasa Indonesia selama sebulan (weekend doang) di Kariya.

Maret
1. Presentasi akhir dan naskah final skripsi.
2. Mudik, merawat ayah.
3. Perpanjangan visa
4. Wisuda
5. Lengser dari jabatan ketua F** Jepang.

April
1. Ayah meninggal dunia.
2. Start kehidupan sebagai graduate student.
3. Berburu partime job.

Mei
1. Mulai partime di KKD
2. Acara kang Abik di Nagoya! Yey!
3. Pindah ke Ozone.
4. Kakek Meninggal, Ibu dan kakak kecelakaan motor. T_T
5. Jadi Pemenang ke-3 lomba Blog UII, alhamdulillah.

**April Mei benar-benar bulan penuh ujian: cobaan kematian dan miskin gak ada pemasukan**

Juni
1. Proposal GRI ke Jerman
2. Ada income setelah 2 bulan makan tabungan doang. Alhamdulillah ^_^
3. Excursion : Kumano Kodo World Heritage

Juli
1. Schengen Visa buat ke Jerman
2. Tugas-tugas akhir semester : editing, begadang +_+

Agustus
1. Temu Ilmiah PPI Jepang @ Nagoya University (Panitia n Presentasi)
2. Kirim aplikasi buat beasiswa Aichi
3. Berangkat ke Jerman!!

September
1. Mengunjungi Belanda, Belgia, Perancis, Spanyol, Italia, Vatican, Swiss, Austria.
2. Ketemu sahabat SMA setelah bertahun-tahun gak pernah jumpa.
3. Kembali ke Jepang, wawancara buat jadi Tutor.

Oktober
1. Ujian tulis beasiswa Aichi.
2. Mulai bekerja sebagai tutor mahasiswa asing.
3. Marine Biodiversity Conference @ Toyama.
4. Finishing buku panduan excursion for foreign student.


November
1. Wawancara beasiswa Aichi *and Failed!*
2. Kirim aplikasi beasiswa Nitori.
3. Study tour keliling Aichi : Chita, Mizkan, Toyota Memorial Museum, Daito steel, Pamaren industri @ Port Messe.
4. Study Tour ke Nuclear Power Plant, Fukui.

*miskin, duit ke Jerman belum diganti ama kampus*

Desember
1. Job fair! Job hunting, start!!
2. Kirim abstract buat national conference 2011
3. Reuni dg temen seangkatan di Jepang @ Osaka & Tokyo
4. Hampir jadi korban penipuan Mulyadi!

*masih miskin, duit ke Jerman belum juga diganti T_T *


ReAD MoRE・・・

Tuesday, 11 May 2010

Beasiswa Monbusho 2011 untuk lulusan SMA

1. Kedutaan Besar Jepang menawarkan Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) kepada siswa-siswi Indonesia lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas (S-1), College of Technology (D-3) atau Professional Training College (D-2) di Jepang mulai tahun akademik 2011 (April 2011). Pelamar hanya bisa mendaftar 1 (satu) program dari S-1, D-3, atau D-2.

Syarat-syarat pengambilan formulir bagi calon pelamar sebagai berikut:
(1)Lahir antara tanggal 2 April 1989 dan tanggal 1 April 1994.
(2)Membawa foto kopi Ijazah atau Rapor kelas 3 semester 2 (akhir) dengan nilai rata-rata minimal:
Program S-1 :8,4
Program D-3 :8,0
Program D-2 :8,0
*Jika pada saat penutupan (10 Juni 2010) nilai ijazah asli belum bisa dikeluarkan, maka nilai ijazah sementara dari Kepala Sekolah bisa diterima.
(3) Pelamar harus lulus dari SLTA.

2. Formulir pendaftaran dapat diperoleh secara gratis untuk mereka yang memenuhi ketiga persyaratan tersebut di atas di Kedutaan Besar Jepang (Bagian Pendidikan: 8:30-12:00, 14:00-15:30), Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya dan Medan mulai 10 Mei 2010.
Mereka yang tinggal di luar JABODETABEK, Surabaya dan Medan dapat melamar melalui surat yang ditujukan kepada Kedutaan Besar Jepang (Jl. M. H. Thamrin 24 Jakarta Pusat 10350), Konsulat Jenderal Jepang Surabaya atau Medan. Surat itu harus berisi nama, tanggal lahir, alamat, nomor telepon, program pilihan (S-1, D-3, atau D-2), 3 (tiga) bidang studi yang ingin dipelajari dan dilampiri fotokopi rapor, ijazah, serta nilai ijazah.

3. Formulir harus dikembalikan ke Kedutaan Besar Jepang atau Konsulat Jenderal Jepang lengkap dengan fotokopi rapor, ijazah, dan nilai ijazah sampai tanggal 10 Juni 2010.

Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi Kedutaan Besar Jepang (Bagian Pendidikan: 021-3192-4308 Ext. 175, 176)


ReAD MoRE・・・

Wednesday, 5 May 2010

Kompetisi Karya Ilmiah Mahasiswa se-Indonesia 2010

Rekan-rekan mahasiswa di Tokodai (Tokyo Institute of Technology) meluncurkan program komitmen bantuan untuk mahasiswa tingkat akhir di Indonesia. Komitmen ini dikhususkan untuk dana bantuan riset tugas akhir bertemakan ilmu pengetahuan dan teknologi. bagi yang berminat silakan mengirimkan proposal riset ke PPI Tokodai (Persatuan Pelajar Indonesia Tokodai). Pendaftaran dibuka sejak 1 April 2010 sampai 1 Oktober 2010! (Secara online selambatnya 30 September 2010).

*******************************************************************************

Tokyo Tech Indonesian Commitment Award
www.commitment. ppitokodai. org

Call for Participation : Tokyo Tech Indonesian Commitment Award

Sebagai salah satu wujud kepedulian terhadap perkembangan dunia pendidikan dan penelitian di Indonesia, Persatuan Pelajar Indonesia di Tokyo Institute of Technology (PPI Tokodai) mengadakan sebuah program yang bernama "Tokyo Tech Indonesian Commitment Award". Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong dan mengapresiasi hasil karya para mahasiswa program Sarjana di Indonesia dalam bidang Sains and Teknologi.

Para calon peserta diundang untuk mengirimkan ide atau hasil karya penelitiannya dalam bentuk proposal. Selanjutnya akan dipilih 10 karya terbaik, yang terbagi dalam 2 kategori, yaitu :

1. Golden Award Winner (3 orang pemenang), dengan total hadiah sebear ¥225.000 dan sertifikat.
2. Finalist Award Winner (7 orang pemenang), dengan total hadiah sebesar ¥70.000 dan sertifikat.

Batas akhir pengiriman proposal secara online hingga 30 September 2010.

Info lebih lengkap dapat diperoleh melalui website "Tokyo Tech Indonesian Commitment Award" di www.commitment.ppitokodai.org



Important Dates :
i. Online Publication of the activity , March 10, 2010.
ii. Open acceptance of online proposal application, April 1, 2010.
iii. Closing proposal application, October 1, 2010.
iv. Winner Anouncement , November 10, 2010.
v. Tokodai-C Award Ceremony, December 18, 2010
vi. Research Activity and report, January – October 2011.


ReAD MoRE・・・

Sunday, 2 May 2010

Idaman Universitas, Universitas Idaman

Setelah bebas sejenak dari UAN, bagi mereka yang belum memperoleh kepastian kelanjutan studi akan kembali melaui hari-hari penuh perjuangan. Tujuannya? pastinya ingin masuk ke universitas idaman dengan jurusan yang cocok dengan kemampuan otak dan kocek. Lalu, bagaimana kalau hasrat ingin masuk sudah setinggi awang-awang tapi ternyata modal semangat saja tidak cukup? Kalau di Indonesia dan punya duit, orang tuanya akan memlilihkan sebuah universitas dimana anak tersebut bisa masuk dengan menyumbang sejumlah nominal. Kalau di Jepang ada yang namanya Admission Office (AO) Test. Intinya, untuk masuk ke suatu universitas tidak perlu ikut ujian kemampuan akademik dengan mengerjakan tes tulis.Penilaiannya didasarkan pada motivasi si anak ingin kuliah, penghargaan terhadap semangat menuntut ilmu sesuai dengan minat dan bakat.

Satu hal yang perlu diingat adalah membuat perencanaan masa depan yang baik. Ada kasus dimana seorang anak sudah diterima lewat AO test, namun ternyata tidak bisa mengikuti mata kuliah tertentu dengan baik. Bisa juga terjadi kasus dimana tidak ada mata kuliah yang menarik bagi si mahasiswa. Kesimpulan saya adalah bila ingin kuliah, harus paham dulu kuliah untuk apa.

Biarpun tanpa tes akademik tertulis, ada 3 cara yang umum dilakukan untuk seleksi masuk ala AO test :


1. Wawancara
Tipe ini lebih mementingkan niat kuliah calon mahasiswa, termasuk kesesuaian antara tujuan calon mahasiswa dengan arah kebijakan universitas.

2. Self Appeal
Tipe ini mementingkan hasil karya/prestasi calon mahasiswa. Misalnya, bisa bicara dalam 4 bahasa, pernah juara baca puisi, berbakat dalam bidang olahraga, seni dan budaya, dll. Calon mahasiswa sebisa mungkin menunjukkan kelebihan dan prestasi yang dia miliki.

3. Menulis Essay
Universitas yang terlanjur terkenal seperti Waseda atau Doshisa banyak menerapkan cara ini. Calon mahasiswa menulis esai sebanyak 2000-3000 kanji, lalu diadakan wawancara berdasarkan apa yang mereka tulis.

Sekarang sudah ada 530 Universitas di Jepang yang mengadakan seleksi dengan sistem AO test seperti ini. Termasuk universitas negeri dan swasta favorit. Definisi favorit di sini adalah banyak diinginkan oleh calon mahasiswa alias untuk masuk harus mengalahkan banyak saingan.

Salah satu kebaikan dari sistem ini menurut saya adalah adanya pilihan untuk dua pihak. Calon mahasiswa berhak memilih universitas, dan universitas bisa memilih mahasiswanya. Bila hanya mengandalkan tes tulis akademik, tanpa saling tahu wujud dan wajah asli, sekian nama akan dinyatakan tidak lulus berdasarkan akumulasi nilai yang diperoleh. Dengan kata lain, akan ada calon mahasiswa yang lulus sesuai idaman Universitas dan ada pula mahasiswa yang lulus masuk ke universotas idaman. *ini mah kata saya*

Akhir tahun lalu saya menulis tentang kriteria universitas idaman ala kadarnya. Setelah saya baca-baca lagi dan berdiskusi dengan beberapa orang, ternyata trend muali berubah. Trend yang saya maksud adalah masalah waktu. Beberapa generasi sebelum saya menyimpan istilah: NASAKOM (Nasib (IP) satu koma, Rantai Karbon (Nilainya banyak yang C-C-C-C-C-C), dll yang menyatakan sulitnya kuliah dan lulus S1 dalam 4 tahun. Akhir-akhir ini mulai muncul S1 dalam 2,5 atau 3 tahun, dengan IP yang wow keren banget bisa mendapat julukan cum laude. Ya, memang ada keuntungannya. Lulus sarjana dengan usia relatif lebih muda, masuk dunia kerja lebih cepat, lebih cepat meniti karir, atau menetapkan pilihan untuk lanjut Master. Nah, Master pun mulai bisa diperoleh dengan (minimal) 9 bulan saja. Jadi, kalau lulus S1 dalam 2,5 tahun dan master selama 9 bulan, tidak sampai 4 tahun seseorang sudah bisa mendapat gelar Master. Ini contoh ekstrimnya. Pertanyaannya : Seberapa besar peranan gelar untuk membantu seseorang memperoleh/menciptakan pekerjaan?

Maka, seperti yang saya tulis kemarin, harapan saya tentang fungsi universitas adalah mencetak lulusan yang :

1. Bisa mencerna masalah, menguasai hubungan sebab-akibat, dan bisa berkomunikasi secara efektif (Paling tidak bisa Bahasa Indonesia dan Inggris lah, lulusan universitas gitu loh!)
2. Tidak mudah mneyerah dan sigap menjawab tantangan jaman.
3. Berdedikasi untuk selalu menjadi pembelajar sepangjang hayat.

Kalau harus memilih ke Universitas mana saya harus kuliah, salah satu parameternya adalah kualitas lulusan dan pengajar universitas tersebut. Intinya mengumpulkan banyak informasi. :-D






Sumber informasi :
1. http://www.gakkou.net/
2. http://www.bircham.co.jp/index.php?option=com_content&view=category&id=44&layout=blog&Itemid=76

:::Diikutkan lomba Blog Universitas Islam Indonesia saja, dedlinenya khan hari ini, boleh ikutan doonk :-D :::



ReAD MoRE・・・