Showing posts with label selingan. Show all posts
Showing posts with label selingan. Show all posts

Tuesday, 24 May 2011

[MOVIE] Valley of The Wolves Palestine 2011



Jadi pengen belajar bahasa Turki euy....


ReAD MoRE・・・

Friday, 19 March 2010

3 tahun dan 10 hari

Tiga tahun sudah saya tidak pulang ke rumah. Waktu yang cukup lama membuat perubahan tanpa saya saksikan. Terutama perubahan tentang Ayahanda yang hanya saya dengar dari cerita. Dalam 10 hari di rumah, saya berusaha menyerap segenap informasi mengenai kondisi beliau setelah terkena stroke. Dua tahun lalu, saya pernah menuliskan tentang golden time untuk menolong orang stroke agar terhindar dari lumpuh. Saya tak pernah berpikir kalau Ayahanda akan mengalami serangan ini sampai dua kali. Sayangnya pengetahuan ini tidak bisa diterapkan karena waktu diketemukan, ayahanda sudah dalam keadaan lemas dan tak bisa bicara.

Berikut yang saya alami selama di rumah :
Hari 1: Saya tidak dikenali oleh ayah. Beliau hanya memandang tanpa mengeluarkan sepatah katapun waktu saya sungkem.

Hari 2 : Ayah tidak mau saya suapi. Hanya Ibunda yang bisa membuat ayah membuka mulut.

Hari 3 : Ayah mengingat saya! Nama saya bisa diucapkan oleh beliau meskipun dengan sengau.

Hari 4 : Ayah sudah mau saya suapi, kali ini beliau berhasil didudukkan di kursi roda setelah berbaring di atas ranjang selama berminggu-minggu.

Hari 5 : Saya mengurus KTP ke RT, tapi tidak dibantu.
pak RT: "Mas khan domisili di Jepang, apa perlu KTP sini?"
Saya :"Loh saya khan masih warga sini?"
"Memangnya WNI atau WNA sih?"

Wadooooooooooooooooohhh. Memangnya saya sudah ganti kewarganegaraan?!

Hari 6 : Langsung ke Kelurahan. Ternyata tanpa pengantar dari RT pun bisa dapat KTP, kok. Sayang Pak Lurah sakit, proses ke Kecamatan baru bisa diurus keesokan harinya.
Lanjut, sowan ke rumah Nenek. Usia beliau tahun ini 87 tahun. Masih sehat sekali, meski sudah diingatkan Paman, masih tetap menyapu halaman rumah sampai pekarangan di belakang. Biarpun begitu, tanda-tanda usia tua tetap terlihat.

"Kamu kapan datang?"
"Hari Sabtu, Nek."
"Oh, kesini sendiri?"
"Tidak, bareng dengan kakak."
"Kamu sudah berapa lama di Jepang?"
"6 tahun"
"Kapan kamu datang?"
"Hari Sabtu lalu, Nek."
"Oh, kamu kemari dengan adik kamu ya?"
"Tidak. Saya kemari dengan kakak, Nek."
"Kapan kamu datang?"
...
...
Hari 7 : Mengurus KTP ke Kantor Kecamatan. Alhamdulillah tidak pakai kena denda biarpun sudah telat. ^_^

Hari 8 : Revisi thesis. GawatTTtt. Belum terpegang semenjak menjejakkan kaki di pulau Jawa.

Hari 9 : Revisi Thesis. Tapi, mendadak listrik mati. Oh tidak~~

Hari 10: Pamitan dengan ayahanda. Secara ajaib beliau bisa bicara dengan jelas!
"Pesawatmu jam berapa?"
"Dari Adi Sutjipto jam 8 malam, Yah"
"Kuncinya mana?"
"Kunci apa?" Saya heran, "Kunci mobil?"
Beliau mengangguk.
"Ayah, mobil kita khan sudah dijual belasan tahun lalu, lupa?"
Beliau diam.

Akhirnya saya ambil foto-foto dengan beliau. Pakai HP saja, karena saya belum punya kamera. Tangan kanan beliau bisa bergerak untuk merangkul pundak saya! Padahal beliau khan susah sekali menggerakkan badannya paska serangan stroke itu. Segala Puji hanya untuk Allah.

Hadiah buat Ayah :
1. Tensimeter digital. Saya pikir penting untuk mengukur tekanana darah beliau setiap hari, sehingga bila ada fluktuasi/penurunan bisa dipantau dan kejadian buruk terantisipasi dini.
2. Alat terapi Infra Merah. Terapi lebih nyaman dilakukan di rumah olej keluarga. Biaya buat terapist tidak murah.
3. Waktu berbincang dengan pijatan tangan dan suapan-suapan makanan.
4. Album foto saya selama di Jepang.

Tiga tahun dan 10 hari. Semoga salam 10 hari keberadaan saya di rumah, bisa menebus rindu setelah 3 tahun tanpa perjumpaan. Ayah, semoga lekas sembuh.


ReAD MoRE・・・

Monday, 1 March 2010

The Day

The Presentation Day. Bismillah.
Kerja keras selama 10 bulan akan dipamerkan dalam 15 menit saja. Ya Allah, kukuhkanlah hatiku dan lancarkanlah lisanku.



ReAD MoRE・・・

Wednesday, 6 January 2010

Dari Ide-Realisasi-Pengembangan-Raksasa Usaha



We only need idea, struggle, cooperation, network then we may Conquer the world!




ReAD MoRE・・・

Saturday, 12 December 2009

Next : Korea?!

Kuasailah bangsa dengan bahasa. Saya lupa mendapatkan kata-kata ini darimana, yang pasti pengaruhnya kuat hingga sekarang. Apalagi saya percaya bahwa kemampuan berbahasa adalah salah satu indikator kecerdasan. Kecerdasan akademis dan emosi. Maka saya tak ingin bahasa yang keluar dari diri saya adalah bahasa sok pintar yang sulit dipahami. Menulis menjadikan latihan penting. Bagaimana menyampaikan gagasan tanpa perlu tercipta salah paham. Bagaimana menyampaikan tautan di otak agar pembacanya bisa menangkap dari tulisan.

Bahasa tulisan memberikan kesan. Kesan tentang seseorang meskipun belum pernah bertukar pikiran secara lisan. Saya termasuk orang yang tertarik untuk belajar bahasa baru, apalagi yang intensif dan gratis. Maka saya memasukkan agenda belajar bahasa Korea supaya bisa mengerti Kim Yuna ngomong apa. Yahaha... Motivasinya gak bisa ditulis buat personal statement neeh. Eniwei, gara-gara dapet informasi seperti berikut, saya jadi mikir motivasi dan alasan apa yah buat belajar bahasa Korea. Ternyata saya tidak tahu banyak tentang negeri ginseng ini selain kimchi, taekwondo, kungfu Komang, Yon-sama, dan atlet-atlet olahraga yang saya kenal tahu.

Ada gak yah info buat bahasa Arab, German, Perancis, Spanyol, Italia yang gratisan juga? Pengennn.... takut keburu tua. +_+ Intensif gratis 3 bulan saya mau!! Ehehehe (semua juga mau!!)





Korean Language Program

The Korean Language Program, offered by the Geumgang Language Center, is open to those foreign students, including ethnic Koreans, who are interested in the Korean language and culture. Applicants must be fluent speakers of English, Japanese, or Chinese, and they should

(1) be currently enrolled in university studies,
(2) be on leave from university studies, or
(3) have graduated from university.

This program has primarily been designed with a view to promoting a better understanding of Korean culture on the part of foreigners and to creating an environment where Korean students will be exposed to foreign languages (English, Japanese, and Chinese) and cultures.

Program Description
The Korean Language Program is offered twice a year during the spring semester and the fall semester, each of which consists of a 16-week session. Classes are offered at three level: beginner, intermediate and advanced level of proficiency. After successfully completing each level, students will receive a certificate of completion.

A. Levels Offered
(1) Beginner Level
(2) Intermediate Level
(3) Advanced Level
B. Course Duration
(1) Spring session: Starts from March 1st and lasts for 16 weeks.
(2) Fall session: Starts from September 1st and lasts for 16 weeks.
C. Class Schedules
(1) Classes meet four days a week, from Tuesday through Friday.
(2) Korean Cultural classes are offered once a month.
D. Tuition and Scholarships
(1) Tuition is free for all participants in this program.
(2) Participants in this program may receive up to as financial support 200,000 Korean won every month.


ReAD MoRE・・・

Friday, 14 March 2008

Wisuda

Berhubung saya belum punya kamera, foto-foto yang ada adalah hasil perburuan ke beberapa kawan. Semalam kakak menanyakan foto wisuda, kebetulan hari ini seorang rekan yang gemar mengambil gambar memunculkan wujudnya di YM, lalu todongan saya dipenuhi dengan sukarela. Ini dia foto-fotonya, meski hanya sedikit.

Foto 1: 4 orang mahasiswa asing yang lulus tahun ini.






Foto 2: Anak2 Teknik Kimia dan Material plus dosen wali, dosen lain2 dan Kepala Jurusan




Yang ini foto dengan pemilik kamera dan mantan tutornya.



Foto2 yang lain masih dalam perburuan. Begitu dapat akan di-upload secepat mungkin. Semoga saja saya masih ada koneksi internet sampai di asrama baru akhir bulan ini.



ReAD MoRE・・・

Wednesday, 12 March 2008

Big Sushi

Setelah tidak bisa dihubungi saat hari yang dijanjikan, siang ini Hashimoto-san menawarkan ajakan makan malam bersama. Menu yang disepakati adalah sushi. Tapi tentu saja bukan sushi putar yang biasa saya santap. Kali ini kami memanjangkan langkah hingga kawasan pantai, lalu mengistiratkan kaki dalam sebuah kedai bertajuk "Ichiba Sushi" atau Sushi Pasar kalau diterjemahkan begitu saja.


Ada rasa, ada harga. Betul. Harga satu piring di sini bisa 5 kali lipat sushi putar yang lumrah. Namun rasa dan volume ikan yang dipergunakan beda! Untuk sampai pada posisi kenyang kami hanya sanggup menyelesaikan pesanan pada piring ke-4. Hashimoto-san memberitahukan hal ini sebelumnya, sehingga kami bener-benar berpikir dan memilih sushi seperti apa yang ingin kami santap. Ah, ada juga sup kepala ikan yang porsinya mantabbbbBb!


Ini dia foto-fotonyaaaa...


Sushi salmon dengan irisan bawang bombay dan mayones

















sushi Udang merah...


















Sup kepala ikan yang mantabb!! Makan ini saja sudah cukup kenyang!! Sedap!





Saat bersiap membayar, Hashimoto-san menolak uang kami. Katanya ini sebagai ungkapan selamat atas Kelulusan kami. Alhamdulillah. Arigato gozaimashita. Gochisou sama deshita. Terima kasih banyak. Terima kasih juga atas traktirannyaaaa...



ReAD MoRE・・・

Friday, 7 March 2008

OK getto!

Sepulang dari wisata kelulusan hari Senin yang lalu, hari-hari sibuk sudah menanti. Ya, saya harus menyerahkan skripsi yang belum saya cicil sama sekali selain halaman judul. Bisa ditebak, dengan badan pegal dan lengan yang kaku digerakkan untuk mengetik, 3 hari kemarin benar-benar penuh perjuangan. Deadline skripsi saya adalah hari Kamis kemaren, dan semuanya harus saya tuliskan dalam 72 jam. Hmm.. bohong dink. Tidak ingat pastinya berapa lama, yang pasti 3 hari ini saya kurang tidur, makan tidak teratur(atau jangan-jangan saya hanya minum air doang? lupa), dan saya hampir lupa mandi! Makanya saat lewat cermin besar di dekat shower room, saya agak terkejut dengan wujud saya yang acak-acakan karena tidak sisiran, mata sayu, wajah lesu, plus bibir berserabut pecah-pecah. Hah? Sejak kapan penampakan saya menjadi seperti ini?

Maka tak heran saat seorang kawan hanya tertawa-tawa saat saya mengatakan akan menyelesaikan skripsi dalam 3 hari. Ya, dia paham betul kalau saya bukan seorang jenius atau pekerja keras yang tahan beraktivitas tanpa tidur. Saya orang biasa yang rentan terserang kantuk. Bahkan sewaktu masih tinggal di International House dulu, saya sudah terlelap saat salah seorang teman baru mau menyiapkan santapan malam. Koar-koar saya untuk lembur menyelesaikan skripsi mungkin tak lebih dari lelucon garing di telinganya.


Kenyataannya saya memang tidak bergadang atau lembur, saya hanya mengurangi waktu tidur saya selama 2 jam. Ajaibnya, saat terdesak seperti ini tiba-tiba saja saya menjadi cerdas, kalimat mengalir lancar dan ide-ide bermunculan. Apakah manusia memang harus jatuh pada kondisi terpaksa dulu untuk memunculkan potensi terpendamnya?

Namun saya tidak bisa berkonsentarsi terus-menerus. Hanya waktu efektif di pagi hari menjelang dan sesudah subuh lah, progress besar bisa saya peroleh. Makanya sebisa mungkin saya memanfaatkan waktu efektif saya dengan cerdas dan bijak. Penggunaan otak harus elegan agar tidak terperas.

Singkat cerita, setelah melewati perjuangan lahir batin, beberapa kali pengeditan, nasehat dan arahan dosen, akhirnya saya mendapat kata OK dari dosen pembimbing. Alhamdulillah setidaknya tahap pertama terlewati. Setelah menerima ACC dari dosen penilai, saya mungkin masih harus melakukan perbaikan penulisan dan pengeditan beberapa kali lagi untuk skripsi saya. Biarpun begitu hari ini saya puas. Ternyata saya bisa menyelesaikan penulisan skripsi dalam 3 hari saja. Terima kasih untuk buku catatan eksperimen saya dan softcopy dari senior yang banyak membantu. Yang paling utama, adalah terima kasih kepada Allah SWT yang memberikan kemudahan, kesehatan, kekuatan, kepercayaan diri dan semangat yang menyala kepada diri saya selama masa sulit ini.

Siang ini, dikarenakan wujud saya tidak karuan, akhirnya saya cabut buat sholat Jumat dilanjutkan dengan main badminton dengan Okuyama-sensei plus mahasiswa asing. Hubungannya apa yah? Hmm, sholat jumat untuk penyegaran batin dan silaturahmi, badminton untuk kebugaran fisik. Jadiiiiii, semacam terapi pengembalian wujud ke sedia kala. -halah, ngacho mulu-



ReAD MoRE・・・

Thursday, 6 March 2008

hakama

Hari ini sebenarnya menjadi deadline penyerahan naskah mentah skripsi. Namun saya terlanjur membuat janji (karena terlalu PD bakal mampu menyelesaikan skripsi) dengan host-parent untuk mencoba hakama yang insyaAllah akan saya kenakan saat wisuda nanti. Akhirnya setelah menjelaskan kepada dosen pembimbing dan dosen penilai ditambah janji akan menyerahkan naskah skripsi saya besok pagi, saya mendapat ijin untuk meninggalkan lab dan kampus meski skripsi saya belum selesai.


Hasil perjalanan hari ini ke kediaman host parent, saya bisa mengenakan hakama untuk pertama kalinya. Host parent saya sengaja mengundang seorang ahli busana tradisional Jepang untuk menyesuaikan ukuran hakama yang akan saya kenakan nanti. Selain itu hari ini saya benar-benar kelaparan karena belum mengisi perut seharian. Sayangnya saya lupa niat puasa. T__T Alhamdulillah setelah ujicoba pakaian, tersedia nasi kepal dengan ikan di meja makan. Teh hijau yang hangat juga terasa begitu nikmat pada malam yang dingin ini.
Wah... banyak yang ingin dibicarakan, tapi saya masih harus melanjutkan kerjasama dengan laptop untuk menyelesaikan skripsi. Semangat semangat!!


ReAD MoRE・・・

Tuesday, 4 March 2008

Tag dari Sahrul

Belum "ngeh" dengan maksud Tag sih. Tinggal copy-paste sesuai aturan saja kah? Oke lah, Rul, tag nya lulus sensor.

~~Begin Here~~

This is the easy way and the fastest way to :
1. Make your Authority Technoraty explode.
2. Increase your Google Page Rank.
3. Get more traffic to your blog.
4. Makes more new friends.

Rules :
1. Start copy from “Begin Copy” until “End Copy” to your blog.
2. Put your own blog name and link.
3. Tag your friends as much as you can..

Picturing of Life, La Place de Cherie, Chez Francine, Le bric à brac de Cherie, Sorounded by Everything, Moments, A lot to Offer, Blogweblink, Blogcheers, Bloggerminded, Blogofminegal, Like A Dream Come True, Simply Amazing, Amazing Life, Vivek, Novee, Ichaawe, Sachroel, kujaku!!!

~~END HERE~~

Hmm, lalu disuruh ngasih tag ke orang lain yak? wah, link kaitan di t4ku khan terbatas banget. Oke, buat sohib di Singapore lah, aBay, terimalah tag dariku!

eniwei, perintahnya gak salah tuh? Jelas2 yang tertulis di awal tuh "begin here" bukan "begin copy". Demikian pula untuk bagian end nya. Salah ketik?

eniwei lagi, cuplikan hari ini :

Great minds discuss ideas, average minds discuss events, small minds discuss people.

Eleanor Roosevelt

*ehem, tersindir*


ReAD MoRE・・・

Saturday, 1 March 2008

Plesir




Hari ini pembagian keuntungan festival kota tahun lalu. Kalau dirupiahkan sekitar 2 juta, lumayan, khan? Karena laba ini diperoleh atas kerjasama rekans mahasiswa asing di sini, kami sepakat menggunakan uang itu untuk makan bersama. Setidaknya ada kenangan daripada diterimakan secara tunai.

Kegiatan saya sendiri cukup padat hari ini. Bukan dink. Lalu lintas ponsel saya cukup padat hari ini

07:00

S : Assalamu'alaykummmm.... semoga presentasi hari ini lancar yak!
M : Owh! Arigato. Ntar gw telpon klo udah selesai.



o9:00
A : Halo, Sunu-kun? Ah, masalah yang kemaren. Siang ini bisa datang ke rumah? Kebetulan Masamichi bisa mengantarkan dengan mobil untuk mengukur baju.
S : Waah... maaf sekali siang ini saya sudah aja janji. Kalau minggu depan, sepertinya saya ada waktu luang.
A : Oh yah? Kalau begitu, begini saja, bla.. bla blaa....
......
......
S : Terima kasih banyak, dan mohon maaf sudah banyak merepotkan.


09:20

D : Haloooo. Posisi dimana sekarang?
S : Masih di asrama neeh. Jadi jam 10?
D : Enggak, diundur jadi 10:30.
S : Sip. Aku tunggu sambil siap-siap.
D : Oke. Nanti ketemu di depan gerbang.

Tiba-tiba saja saat membuka inbox, ada email yang ingin saya komentari. Tanpa sadar jemari saya sudah menari di atas keyboard.

10 :20

Ss : Haloo, mas Sunu. 5 menit lagi sampai neeh.
S : Hah? Cepet banget! Maaf2, saya keasyikan nulis email, gak sadar udah hampir setengah 11.
Ss : Oke lah cepetan siap2 yah.

10:24
D : Cepetan!! Udah hampir setengah 11 neeh.
S : Iyaaaaaaaa, aku segera lari ke gerbang!!

Ah, saya lupa kalau belum ganti baju. Tapi sudah tak ada waktu, pakai sweater seadanya, celana panjang yang pantas, menyambar jas yang masih tergantung, lalu segera berlari menuju gerbang.

11:48

H : Halo, mas Sunu?
S : sst... lagi di rumah sakit neeh. Kirim SMS saja yak?

12:05

E : Oi, lagi dimana?
S : Sstt... lagi jenguk orang di rumah sakit, ntar gw telpon balik.

12:24
S : Yo! Tadi kenapa?
E : Pengen diskusi neeh, sebenarnya gini loh.....
....
....
....

Lokasi sudah berganti dalam mobil menuju restoran. Tiba-tiba ponsel saya kembali berdering.

12:50
S : Sori, tadi gak gw terima, masih ada telpon lain yang masuk.
M : Owh. Emang lu dimana?
S : tadi di rumah sakit. Jenguk orang.
M : Siapa yang sakit.
S : Anak orang Indonesia.
M : Siapa?
S : (gw sebut juga lu kagak kenal) Hmm... yah itu tadi, anak orang Indonesia yang ada di sini. Btw, presentasi lu gimana euy? Sekarang lagi istirahat siang?
M : Gini ceritanya....
....
....
S : Eh, udah dulu yak, mau makan siang neeh. Udah sampai di restoran.
M : Iya deh.



13 : 00 - 14:00

W : Eh, kalau di Indonesia boleh gak sih ambil S1 lagi?
S : Kenapa gak lanjut S2 langsung aja? Bukannya bisa ambil jurusan yang beda sama sewaktu S1?
D : Wah, setahuku gak boleh lah. Sungkan dong sama umur. Kalau PTN loh yah, kalo PTS sih mungkin bisa.
W : Ada satu temanku yang dulu ambil sastra Perancis lalu sekarang pindah ambil finance.
D : Wahh... aku juga pengen ambil doktor lagi neeh. Bidang yang sekarang kurang aku suka. Udah search macam-macam, aku pengennya ke Swiss. Keren tuh penelitian perbankannya. Tau gak sih, kalau uang yang beredar di sektor riil tuh hanya 20%, sisanya tuh ada di pasar modal.

Tiba-tiba saja pembicaraan mengarah ke masalah keuangan global. Termasuk artikel tentang mata kuliah baru di Waseda yang saya terjemahkan beberapa hari lalu.

S : Aku sendiri sebenarnya pengen ambil jurnalisme buat S2 nanti. Sekarang udah terlanjur berkecimpung di dunia teknik. Kenapa yah, baru sekarang kita sadar bidang apa yang cocok dan kita inginkan?
W : Bener bener! Dulu waktu lulus SMA ngikut arus saja... setelah dijalani baru kerasa benturan2 yang ada.
D : Iya, kalian masih untung ambil teknik. Aku? Matematika, dan di jepang ilmu ini sudah mentok, hampir gak ada hal baru yang bisa dikembangkan. Kalau saja tahu, sejak awal aku bisa ambil jurusan lain.

Sekarang kita punya cita-cita baru yang dirasa lebih sesuai dengan diri, tapi kenapa dulu kita memilih jalan yang sama sekali lain? Sekarang terlalu jauh untuk kembali ke titik itu. Kita hanya bisa mengharapkan percabangan jalan pintas yang mendekati arah impian. Yah, jalan kita masih panjang meski tahu jalan ini kurang menyenangkan.

14:20 Kembali ke asrama.

T : Eh, jam 3 jadi berangkat khan?
S : Jadi lah, tapi tunggu beberapa menit yah, mau sembahyang dulu.
T : understood.

drrttt drrttt...

Md : Sunu-san, jadi khan?
S : T baruuuuuuuu aja nelpon dengan pertanyaan yang sama. Jadi, tapi tunggu sekitar 10 menit lagi yah?
Md : OK.


Haduh, masih ada beberapa telpon yang masuk hingga menjelang maghrib, tapi saya sudah capek menuliskannya. Ceritanya, selepas ashar itu, saya pergi karaoke, ambil foto kenangan yang saya pasang di atas, balik ke asrama untuk sholat Maghrib, lalu berangkat makan malam bersama sampai jam 9 malam. Hmmhhmm... hari yang cukup sibuk dengan banyak keperluan, dengan orang yang berbeda-beda. Besok saya pergi untuk wisata kelulusan bersama mahasiswa asing lain, ditambah anggota klub pertukaran budaya, beberapa dosen, dan anak yang ingin ikut dengan biaya sendiri. Semoga angin tak terlalu kencang berhembus : Kereta terancam tak beroperasi.



ReAD MoRE・・・

Friday, 29 February 2008

H+1

Tanggal hari ini hanya berulang 4 tahun sekali. Terasa sedikit spesial. Rencananya hari ini saya mau mengurus perpanjangan visa. Ternyata beberapa dokumen belum terlengkapi. Surat tanda kelulusan masuk universitas saja tidak cukup, pihak imigrasi meminta surat keterangan yang menyatakan bahwa saya akan benar-benar masuk ke univ tersebut. Yay, memang meski sudah lulus ujian masuk, belum tentu jadi masuk sih. Tapi khan harus nunggu lebih lama kalau mau surat keterangan itu.


Akhirnya saya pergi Jumatan saja tanpa menyelesaikan prosedur perpanjangan visa lebih lanjut.

Hari ini saya disangka sebagai orang Jepang oleh orang Jepang yang datang ke Masjid. Padahal dari segi wajah, warna kulit dan hal-hal yang berbau ras, bisa dikatakan saya tidak mirip orang Jepang. Mungkin saja dia membandingkan saya dengan mayoritas jamaah : orang Bangladesh dan Pakistan. Kalau dibandingkan mereka, kekerabatan fisik saya boleh lah lebih dekat dengan orang Jepang. -hehe, gak penting-

Setiap selesai sholat Jumat diadakan perjamuan siang. Penyelenggaranya bergantian, tapi menunya mirip terus. Nasi dengan kare ayam. Makanya saya membayangkan menu serupa siang ini. Kebetulan yang mendapat giliran hari ini adalah brother Alam -yang biasa mengatar jemput saya dari stasiun- . Dugaan saya meleset, menu siang ini bukan kare ayam, tapi kare ikan. Cumaaannn lauknya khan masih tetap kare, isinya saja yang lain. Haha, nampaknya tiap Jumat memang tak bisa lepas dari kare.

Beberapa jam setelah makan saya sakit perut. Bukan. Bukan karena keracunan makanan. Saya kebanyakan makan. Selama ini saya belum pernah nambah. Untuk menghormati brother Alam -halah- maka saya minta tambah sedikit saja. Tapi versi sedikit saya dengan mereka ternyata lain. Akibatnya, saya harus memulurkan waktu untuk menghabiskan makanan di piring. Setelah itu, saya masih harus menegakkan punggung, memaksimalkan volume rongga perut, karena masih ada bubur manis, desert, dan setelah saya diam kekenyangan pun masih ditawarkan teh susu rempah. Oh tidak. Ada dua kemungkinan buruk yang harus saya hadapi :


1. muntah karena sudah perut sudah tak muat
2. Kesulitan menggenjot sepeda dari stasiun ke asrama karena perut penuh.

Untung saja saya masih bisa menolak tawaran-tawaran itu. Takutnya, sebagian mereka tidak suka kalau niat baiknya ditolak, atau makanan bersisa. Pengen jaga perasaan saja.



Alhamdulillah saya bisa kembali ke asrama dengan selamat meski perut membulat.

Sebenarnya setelah ashar saya anti tidur. Tapi hari ini perasaan benar-benar tidak enak setelah kekenyangan. Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, yakk. Tidur sore membuat kondisi sedikit membaik. Saya bisa main ping-pong setelah maghrib, dan rongga perut bisa terisi udara juga akhirnya. Yah, perut memang perlu dibagi untuk makanan, minuman dan udara secara seimbang.



ReAD MoRE・・・

Thursday, 28 February 2008

Hari H

Alhamdulillah mendapat giliran presentasi nomor 13. Artinya, saya bisa menikmati makan siang dengan tenang. Saya turun dari panggung presentasi sebelum tengah hari. Presentasi berlangsung dengan lancar, tanpa merasakan gugup. Hanya saja senior saya mengatakan, bahasa Jepang saya tidak seperti biasa. Ya iya lah. Tidak layak menggunakan bahasa percakapan dalam momen resmi seperti ini. Tapi mungkin bukan itu maksudnya. Saya sadari kalimat saya sedikit belepotan meski presentasi berhasil saya rampungkan sesuai waktu yang tersedia.

Setelah acara selesai, ada foto bersama. Saya lupa kalau tidak punya kamera (selain di HP), sehingga tak sempat mengabadikan kejadian yang cukup bersejarah selama menempuh pendidikan di Jepang.

Selepas Maghrib, rekan satu lab plus sensei makan malam bersama untuk merayakan puncak kerja keras selama di college. Bagi saya makan malam ini cukup berarti karena beberapa hari ini semangat memasak saya terbang entah kemana. Hampir tiap hari makan mie instan, berlauk telur mata sapi. Masih untung pakai yoghurt dan susu buat selingan.

Ah, satu khabar gembira saya dapatkan. Perpanjangan beasiswa untuk 2 tahun ke depan alhamdulillah saya dapatkan. Belum resmi sih, hanya pernyataan lisan dari pihak Kementrian Pendidikan, Iptek dan Budaya Jepang.

Alhamdulillah... Presentasi selesai
Alhamdulillah petualangan akademis saya selama di Jepang cukup memuaskan.
Alhamdulillah ada titik terang tentang beasiswa ke depan.

Ah, saya akan lebih senang bila tahu kawan yang lain pun memastikan dirinya memperoleh perpanjangan beasiswa juga.

btw, nikmat Tuhan manakah yang dapat kamu dustakan?



ReAD MoRE・・・

Wednesday, 27 February 2008

H-1 Presentasi

Besok! Ya, besok menjadi puncak yang menjadi pembebas segala beban akademis selama 3 tahun terakhir. Hari ini diadakan gladi bersih presentasi. Sesuai dugaan, saya sama sekali belum bisa membawakan materi dengan baik. Wajarlah, khan orang asing. Tapi saya tidak mau menjadikan itu sebagai alasan. Setidaknya besok menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa mahasiswa asing pun mampu menggunakan bahasa Jepang dengan baik dan benar.


Hari ini saya berlatih dengan cukup serius. Saya rekam cara bicara saya, saya ukur waktunya, saya cermati bagian mana yang tidak terlafalkan dengan baik. Setelah itu saya evaluasi secara keseluruhan, perbaiki bagian yang belum layak. Satu yang terpenting adalah menyiapkan mental. Ya, besok harus bisa bangun lebih awal untuk sholat malam dan menamatkan beberapa lembar Al Quran. Saya pikir tak ada dukungan mental yang lebih baik dari segarnya rohani dan ketenangan hati. Persiapan fisik dan mental. Dengan alasan itu, saya mulai membaringkan diri pukul 10 malam ini.


ReAD MoRE・・・

Tuesday, 26 February 2008

H-2 Presentasi

Akhirnya saya berhasil menyempurnakan naskah. Naskah yang niatnya akan saya hapalkan. Sebenarnya saya benci menghapalkan. Bukankah lebih mudah menyampaikan apa yang ada di kepala secara langsung? Tapi kali ini lain ceritanya. Saya harus berbicara dengan bahasa yang belum saya kuasai sepenuhnya. Tanpa persiapan yang cukup, yang bakal muncul hanyalah kekecewaan pribadi.

Hmm... Saat menjelang kelulusan ternyata makan duit banyak yah.


Wisata kelulusan : 8400 yen
Album Kelulusan : 14000 yen
Iuran Alumni : 5000 yen
Kumpul terkahir : 13000 yen

Belum ditambah biaya pindahan dan pengiriman barang. Puyeng +__+


ReAD MoRE・・・

Monday, 25 February 2008

H-3 Presentasi

H-3. Latihan presentasi saya yang pertama. Kesalahan saya adalah terlalu cepat puas dengan file power point yang saya selesaikan setelah sholat Jumat, tanpa menimbang lebih jauh. Juga kebiasaan lama : malas menyiapkan teks, karena merasa semua ada dalam kepala. Hasilnya, saya terlalu banyak membicarakan hal menarik tapi kurang penting dengan alur yang sulit dimengerti, ditambah bahasa Jepang yang belepotan sehingga saya melahap waktu 3 menit lebih lama dari jatah. Latihan presentasi kali ini jauh dari baik.

Tapi bukankah hari ini masih kesempatan pertama? Akhirnya saya memangkas bagian yang tak perlu, meringkas kalimat, gambar, skema, dan tabel. Masih ditambah dengan membuat naskah per layar yang akan saya jelaskan untuk mengukur waktu dan kecepatan bicara. Kenapa saya harus merasa gagal dulu agar sedikit rajin yak? Padahal sejak minggu lalu, seorang senior saya sibuk menghafal naskah presentasi sepanjang 3 halaman A4, tapi saya cuek.

Oke lah, malam ini latihan presentasi. Jangan sampai penampilan kedua besok masih parah. Oh, awali dulu dengan bismillah.



ReAD MoRE・・・

Sunday, 24 February 2008

Angin Pancal

Ya ya. Hari ini angin masih kencang berhembus. Mungkin lebih kencang kari kemaren. Tapi telpon dari Nagashima-kun semalam membuat rasa malas saya untuk keluar asrama buyar. Dia mengatakan akan menjemput saya dengan mobilnya. Ha? Kemana?


Ceritanya bermula saat saya iseng saja mengatakan ingin sepeda balap. Sepada lipat yang saya dapatkan sewaktu ikut speech contest tahun lalu raib setelah dua bulan saya biarkan di tempat parkir. Saya hanya ingin sepeda baru yang lebih menantang. Menantang? Iya dong. Saya berencana Tour De Japan dengan sepeda itu. Ehem, target kecilnya dimulai dengan merambah daerah Kansai dan sekitarnya setelah saya pindah ke Nagoya mulai April nanti, insyaAllah.


Hubungannya dengan Nagashima? Dia punya hobi yang sama. Dia cukup maniak dengan koleksi 5 buah sepeda balap yang satu saja harganya sama dengan 3 kali beasiswa yang saya terima tiap bulan. Tapi belakangan saya tahu. Kualitas pembalap -bukan pemuda berbadan gelap, meski saya terpaksa mengaku karena dikelilingi orang2 yang lebih cerah huhuhu- bukan ditentukan dari sepeda yang dinaikinya, tapi kemampuannya merawat dan memperbaiki sepeda. Setidaknya itulah yang dikatakan Oeda-san siang ini. Siapa Oeda-san? Dia adalah guru Nagashima soal sepeda. Otomatis dia menjadi Kakek Guru saya. Hari ini Nagashima mengajak saya menjumpai Oeda-san di bengkel sepedanya. Ditambah informasi bahwa Oeda-san adalah mekanik sepeda terbaik di propinsi ini. Whuaaaa...



Siang ini saya belajar merekatkan ban ke peleg, lalu memasangkannya ke kerangka sepeda, mengisinya dengan udara. Lepas lagi, pasang lagi, lalu coba naiki sendiri. Mudah? Hoho, saya pikir begitu. Tapi Oeda-san ternyata Kakek guru yang ketat. Saya harus mengerahkan tenaga benar, meski pada simulasi yang tanpa banyak energi pun bisa selesai. Saya menggunakan ban bekas yang lebih mulur dibanding ban baru. Yah, Oeda-san menanamkan dasar-dasar merangkai sepeda. Dan tentu saja seorang pro semacam dia langsung tahu kalau saya benar-benar hanya pengguna sepada yang bakal bingung melepas dan memasang ban ketika meletus.



Masalahnya, saya belum bisa konsentrasi penuh tadi siang. Alasannya studi saya belum beres -Huh, alasan klasik-. Tangan saya memang jadi hitam oleh pelumas di rantai, ban, obeng, baut dan kawan-kawannya. Tapi saya merasa belum puas, belum terampil, belum pantas naik sepeda itu. Lalu saya berniat belajar benar-benar setelah masuk libur musim semi. Yah, sepeda yang saya beli kali ini bukan hanya untuk dikendarai, tapi juga dirawat supaya awet. Apalagi Oeda-san berapi-api sekali menceritakan pengalaman masa mudanya, juga kisah-kisah anak muda yang mengendarai sepeda dari Kyushu sampai Sendai! Wow wow wow, pengen!! -ehem, karena belum pernah coba, klo capek, pulangnya naik kereta sahaja, yahahaha ^__^;; -



Kata Oeda-san ada beberapa keuntungan bertualang dengan sepeda di Jepang :

1. Murah meriah
2. Sehat
3. Bebas memandangi alam
4. Aman (eh?!)
5. Lebih mudah cari penginapan gratisan. Tinggal bilang : "maaff saya kemalaman dalam perjalanan, bolehkah malam ini saya numpang?"
Hihi, saya orang asing, tapi setidaknya bisa bikin tampang capek dan melas plus cuap-cuap dalam bahasa Jepang. Menurut Oeda-san, orang Jepang bakal mendukung, meyokong, membantu orang yang sedang dalam perjalanan, terutama yang naik sepeda. (dibandingkan melancong dengan mobil atau kereta!) Dan sebenarnya ini yang paling saya idamkan dalam jalan-jalan : bersentuhan dengan orang-orang baru yang belum saya kenal sebelumnya!



*+*+*+*+*+*+


Angin masih kencang sekali bertiup. Kereta belum beroperasi tanpa jadwal yang jelas. Akhirnya Nagashima berbaik hati mengantarkan saya sekali lagi ke asrama selepas ashar. Arigatou-san ^__^



*+*+*+*+*+*+



** Nagashima bilang : kamu punya minyak peluntur lem dan oli khan? Tuh udah biasa dipakai kalau habis percobaan. ~Hmm, dia lupa kalau jurusan dia teknik mesin sedangkan aku kimia. Tapi aku masih punya kuku untuk mengerok sisa2 lem dan oli yang menempel. Huahahaha~


ReAD MoRE・・・

Wednesday, 20 February 2008

Omedetow!

Sebuah SMS masuk ke HP saya sore ini.


"Eh, katanya hari ini sudah keluar pengumuman perpanjangan beasiswa. Ntar lihat bareng yuk!"

Rupanya pesan dari bujang mongol, rekan perjuangan selama tiga tahun di sini. Saya sendiri hampir lupa kalau pengumuman ini pernah saya nanti-nantikan. Lagipula, saya terlalu berkonsentrasi menyelesaikan file presentasi yang deadlinenya besok. Beginilah balasan yang saya kirimkan :
"Yang bener?! Lagi sibuk berat neeh. Hmm, tapi oke lah klo mo liat. jam berapa?"


Saya kembali menekuni power point.
"Hari ini aku gak ada kegiatan koq. Jam berapa terserah kamu."
Wah, sekalian pulang dan sholat ashar saja dulu.
"Klo gitu jam 16:30. Gpp?!"
"OK ^_^"
Kami bertemu pada jam yang sudah dijanjikan. Bohong dink. Terlambat 11 menit karena ternyata saya harus menunggu dia datang dari labnya. Setelah berputar-putar mencari pejabat bagian mahasiswa asing, kami tak sempat bertemu muka dengannya. Yahh... mungkin kawan saya ini hanya menduga-duga. Saya belum teryakinkan kalau hari ini memang benar sudah ada pengumuman.



"Wah, gak ketemu neeh. Besok aja. Lagian kalau memang sudah ada pengumuman bukannya kita dapet surat pemberitahuan?"

"Enggak loh. Pengumumannya lewat kampus, abis tu baru disampaikan ke kita."

"Heeeeeeeeeee. Iya toh?"

Saya tak ingin memperpanjang percakapan. Matahari mulai redup. Saya teringat tak ada bahan makanan tersisa di kulkas selain kecap dan sambal tomat. Harus segera belanja kalau gak ingin nahan lapar selepas maghrib.

"Udah mulai gelap neeh (so what gitu loh?), besok aja klo mo nanya yah..."

"Iya deh."

Begitulah petualangan kami mencari khabar hari ini. Nihil. Tapi malam ini saya mendapat berita bagus. Dugaan bujang mongol itu ternyata tidak sepenuhnya meleset. Wow Wow!

Seorang sahabat yang berada di Hokkaido mendapat kepastian perpanjangan beasiswa hari ini. Ditambah cerita bahwa dia akan menjadi wakil rekan seangkatan dalam upacara wisuda nanti. Wow! Mahasiswa asing yang malah mewakili puluhan orang Jepang lain dalam wisuda di sebuah badan pendidikan di Jepang! Hebat gak?!

Selamat!

Besok menjadi deadline file presentasi saya, saya tengah berusaha menyelesaikannya sambil menelpon beberapa kawan, chatting dan menulis blog. Tapi insyaAllah selesai. Harus selesai!!!

**ada yang ngakak sewaktu saya menuliskan paragraf terakhir di atas pada papan chat**


ReAD MoRE・・・

Saturday, 16 February 2008

Sembelih Ayam di Jepang

Ini pertama kalinya saya makan masakan ayam yang dipotong sendiri di Jepang. Sudah hampir 4 tahun suplai daging halal selalu berwujud daging keras dan dingin. Hingga saya sempat menuai peringatan dari Kakak agar tak banyak mengkonsumsi daging beku. Tapi ceritanya lain dengan menu gulai ayam kali ini.



Ceritanya, seorang peternak ayam bangkok menghadiahkan seekor ayam yang sudah tua kepada kumpulan orang Indonesia.Yahaha, Wujud ayam bangkok itu segera berubah mejadi gulai ayam pedas tanpa makan waktu 24 jam. Rasa dagingnya berbeda dengan ayam beku yang selama ini saya makan. Entah karena fantasi makan ramai-ramai bersama orang-orang Indonesia, atau alasan lain, yang pasti gulai ayam ini lezat sekali. Apalagi saya tidak merasakan daging tua pada gulai ini. Katanya, salah seorang saudara memasaknya selama 2 jam penuh agar dagingnya empuk. Hmmm, Nyummy...


ReAD MoRE・・・

Friday, 15 February 2008

Farewell Party

Perpisahan. Kalau dirunut berdasar sekolah, saya sudah mengalaminya 4 kali. Waktu TK, saya sudah lupa bagaimana suasana perpisahannya. Saat lulus SD, saya turut menyanyikan hymne guru dan kebagian menjadi pembaca doa penutup. Ketika SMP, saya bahkan tidak ikut acara perpisahan karena ikut seleksi awal ujian masuk SMA TN di Malang. Kelulusan SMA : wow banget. Mulai Malam Seni yang bertabur air mata, pembuatan buku tahunan, penyusunan hymne dan mars angkatan, sampai puncaknya di Prasetya Alumni. Dalam ingatan saya tak ada memori tentang perpisahan di sekolah bahasa Jepang, hanya ada wisuda. Ada gak yah?!

Lalu, yang menurutku cukup unik adalah pesta perpisahan beberapa hari yang lalu. Jumlah mahasiswa asing yang hanya segelintir, membuat dosen wali, junior, host-family sampai tutor berkesempatan memberikan kesan pesan kepada kami selama 3 tahun interaksi. Untung saja orang-orang yang mengenal saya tahu kalau saya mengidap puyeng mabuk pujian sehingga tidak berbual berlebihan saat menggambarkan sosok saya di depan.

Karena terlalu percaya bahwa kami berempat bakalan lulus, kampus mengadakan pesta perpisahan untuk mahasiswa asing satu bulan sebelum upacara kelulusan. Foto bersama dengan Mr. Kepala Sekolah. Jangan ngomong sembarangan, dia paham bahasa Indonesia!




Syukuran perpisahan juga dilakukan di rumah host family, Sagawa-san. Terima kasih atas perhatian dan segenap kasih selama tiga tahun. Terima kasih atas ketersediaan daging halal setiap kali perjamuan. Terima kasih telah mengantarkan kami ke berbagai keceriaan. Hanya sebuah jam yang bisa kami berikan, semoga kehadiran kami teringat setiap memandangi jarum yang mendetaki waktu.



Ah, sekarang terdengar lagunya Puff Daddy&Faith Evans dari kamar sebelah. Dinding kamar asrama tak bisa menebas nada yang berkeliaran. Eniwei, Ini tembang lawas yang jadi kenangan perpisahan SMA. ~Hmm, natsukashii!~




I'll be Missing You

Every day I wake up
I hope Im dreamin
I cant believe this shit
Cant believe you aint here
Sometimes its just hard for a nigga to wake up
Its hard to just keep goin
Its like I feel empty inside without you bein here
I would do anything man, to bring you back
Id give all this shit, shit the whole knot
I saw your son today
He look just like you
You was the greatest
Youll always be the greatest
I miss you big
Cant wait til that day, when I see your face again
I cant wait til that day, when I see your face again...

Yeah... this right here (tell me why)
Goes out, to everyone, that has lost someone
That they truly loved (cmon, check it out)

Verse one: puff daddy

Seems like yesterday we used to rock the show
I laced the track, you locked the flow
So far from hangin on the block for dough
Notorious, they got to know that
Life aint always what it seem to be (uh-uh)
Words cant express what you mean to me
Even though youre gone, we still a team
Through your family, Ill fulfill your dream (thats right)
In the future, cant wait to see
If you open up the gates for me
Reminisce some time, the night they took my friend (uh-huh)
Try to black it out, but it plays again
When its real, feelings hard to conceal
Cant imagine all the pain I feel
Give anything to hear half your breath (half your breath)
I know you still living your life, after death

Chorus: faith evans

Every step I take, every move I make
Every single day, every time I pray
Ill be missing you
Thinkin of the day, when you went away
What a life to take, what a bond to break
Ill be missing you

[puff] I miss you big

Verse two: puff daddy

Its kinda hard with you not around (yeah)
Know you in heaven smilin down (eheh)
Watchin us while we pray for you
Every day we pray for you
Til the day we meet again
In my heart is where Ill keep you friend
Memories give me the strength I need (uh-huh) to proceed
Strength I need to believe
My thoughts big I just cant define (cant define)
Wish I could turn back the hands of time
Us in the 6, shop for new clothes and kicks
You and me taking flicks
Makin hits, stages they receive you on
I still cant believe youre gone (cant believe youre gone)
Give anything to hear half your breath (half your breath)
I know you still living youre life, after death

Chorus

[faith evans] somebody tell me why

Interlude: faith evans

On that morning
When this life is over
I know
Ill see your face

Outro: 112

Every night I pray, every step I take
Every move I make, every single day
Every night I pray, every step I take
[puff] every day that passes
Every move I make, every single day
[puff] is a day that I get closer
[puff] to seeing you again
Every night I pray, every step I take
[puff] we miss you big... and we wont stop
Every move I make, every single day
[puff] cause we cant stop... thats right
Every night I pray, every step I take
Every move I make, every single day
[puff] we miss you big
*music fades out*


ReAD MoRE・・・