Jadi pengen belajar bahasa Turki euy....
ReAD MoRE・・・
-Perasan pikiran yang tak tersalurkan lewat lisan-
The Presentation Day. Bismillah.
Kerja keras selama 10 bulan akan dipamerkan dalam 15 menit saja. Ya Allah, kukuhkanlah hatiku dan lancarkanlah lisanku.
| (1) Beginner Level (2) Intermediate Level (3) Advanced Level |
| (1) Spring session: Starts from March 1st and lasts for 16 weeks. (2) Fall session: Starts from September 1st and lasts for 16 weeks. |
| (1) Classes meet four days a week, from Tuesday through Friday. (2) Korean Cultural classes are offered once a month. |



Kenyataannya saya memang tidak bergadang atau lembur, saya hanya mengurangi waktu tidur saya selama 2 jam. Ajaibnya, saat terdesak seperti ini tiba-tiba saja saya menjadi cerdas, kalimat mengalir lancar dan ide-ide bermunculan. Apakah manusia memang harus jatuh pada kondisi terpaksa dulu untuk memunculkan potensi terpendamnya?
Namun saya tidak bisa berkonsentarsi terus-menerus. Hanya waktu efektif di pagi hari menjelang dan sesudah subuh lah, progress besar bisa saya peroleh. Makanya sebisa mungkin saya memanfaatkan waktu efektif saya dengan cerdas dan bijak. Penggunaan otak harus elegan agar tidak terperas.
Singkat cerita, setelah melewati perjuangan lahir batin, beberapa kali pengeditan, nasehat dan arahan dosen, akhirnya saya mendapat kata OK dari dosen pembimbing. Alhamdulillah setidaknya tahap pertama terlewati. Setelah menerima ACC dari dosen penilai, saya mungkin masih harus melakukan perbaikan penulisan dan pengeditan beberapa kali lagi untuk skripsi saya. Biarpun begitu hari ini saya puas. Ternyata saya bisa menyelesaikan penulisan skripsi dalam 3 hari saja. Terima kasih untuk buku catatan eksperimen saya dan softcopy dari senior yang banyak membantu. Yang paling utama, adalah terima kasih kepada Allah SWT yang memberikan kemudahan, kesehatan, kekuatan, kepercayaan diri dan semangat yang menyala kepada diri saya selama masa sulit ini.
Siang ini, dikarenakan wujud saya tidak karuan, akhirnya saya cabut buat sholat Jumat dilanjutkan dengan main badminton dengan Okuyama-sensei plus mahasiswa asing. Hubungannya apa yah? Hmm, sholat jumat untuk penyegaran batin dan silaturahmi, badminton untuk kebugaran fisik. Jadiiiiii, semacam terapi pengembalian wujud ke sedia kala. -halah, ngacho mulu-
Hari ini sebenarnya menjadi deadline penyerahan naskah mentah skripsi. Namun saya terlanjur membuat janji (karena terlalu PD bakal mampu menyelesaikan skripsi) dengan host-parent untuk mencoba hakama yang insyaAllah akan saya kenakan saat wisuda nanti. Akhirnya setelah menjelaskan kepada dosen pembimbing dan dosen penilai ditambah janji akan menyerahkan naskah skripsi saya besok pagi, saya mendapat ijin untuk meninggalkan lab dan kampus meski skripsi saya belum selesai.Belum "ngeh" dengan maksud Tag sih. Tinggal copy-paste sesuai aturan saja kah? Oke lah, Rul, tag nya lulus sensor.
~~Begin Here~~
This is the easy way and the fastest way to :
1. Make your Authority Technoraty explode.
2. Increase your Google Page Rank.
3. Get more traffic to your blog.
4. Makes more new friends.
Rules :
1. Start copy from “Begin Copy” until “End Copy” to your blog.
2. Put your own blog name and link.
3. Tag your friends as much as you can..
Picturing of Life, La Place de Cherie, Chez Francine, Le bric à brac de Cherie, Sorounded by Everything, Moments, A lot to Offer, Blogweblink, Blogcheers, Bloggerminded, Blogofminegal, Like A Dream Come True, Simply Amazing, Amazing Life, Vivek, Novee, Ichaawe, Sachroel, kujaku!!!
~~END HERE~~
Hmm, lalu disuruh ngasih tag ke orang lain yak? wah, link kaitan di t4ku khan terbatas banget. Oke, buat sohib di Singapore lah, aBay, terimalah tag dariku!
eniwei, perintahnya gak salah tuh? Jelas2 yang tertulis di awal tuh "begin here" bukan "begin copy". Demikian pula untuk bagian end nya. Salah ketik?
eniwei lagi, cuplikan hari ini :
Great minds discuss ideas, average minds discuss events, small minds discuss people.
Eleanor Roosevelt
*ehem, tersindir*
Hari ini pembagian keuntungan festival kota tahun lalu. Kalau dirupiahkan sekitar 2 juta, lumayan, khan? Karena laba ini diperoleh atas kerjasama rekans mahasiswa asing di sini, kami sepakat menggunakan uang itu untuk makan bersama. Setidaknya ada kenangan daripada diterimakan secara tunai.
Kegiatan saya sendiri cukup padat hari ini. Bukan dink. Lalu lintas ponsel saya cukup padat hari ini
07:00
S : Assalamu'alaykummmm.... semoga presentasi hari ini lancar yak!
M : Owh! Arigato. Ntar gw telpon klo udah selesai.
09:20
D : Haloooo. Posisi dimana sekarang?
S : Masih di asrama neeh. Jadi jam 10?
D : Enggak, diundur jadi 10:30.
S : Sip. Aku tunggu sambil siap-siap.
D : Oke. Nanti ketemu di depan gerbang.
Tiba-tiba saja saat membuka inbox, ada email yang ingin saya komentari. Tanpa sadar jemari saya sudah menari di atas keyboard.
10 :20
Ss : Haloo, mas Sunu. 5 menit lagi sampai neeh.
S : Hah? Cepet banget! Maaf2, saya keasyikan nulis email, gak sadar udah hampir setengah 11.
Ss : Oke lah cepetan siap2 yah.
10:24
D : Cepetan!! Udah hampir setengah 11 neeh.
S : Iyaaaaaaaa, aku segera lari ke gerbang!!
Ah, saya lupa kalau belum ganti baju. Tapi sudah tak ada waktu, pakai sweater seadanya, celana panjang yang pantas, menyambar jas yang masih tergantung, lalu segera berlari menuju gerbang.
11:48
H : Halo, mas Sunu?
S : sst... lagi di rumah sakit neeh. Kirim SMS saja yak?
12:05
E : Oi, lagi dimana?
S : Sstt... lagi jenguk orang di rumah sakit, ntar gw telpon balik.
12:24
S : Yo! Tadi kenapa?
E : Pengen diskusi neeh, sebenarnya gini loh.....
....
....
....
Lokasi sudah berganti dalam mobil menuju restoran. Tiba-tiba ponsel saya kembali berdering.
12:50
S : Sori, tadi gak gw terima, masih ada telpon lain yang masuk.
M : Owh. Emang lu dimana?
S : tadi di rumah sakit. Jenguk orang.
M : Siapa yang sakit.
S : Anak orang Indonesia.
M : Siapa?
S : (gw sebut juga lu kagak kenal) Hmm... yah itu tadi, anak orang Indonesia yang ada di sini. Btw, presentasi lu gimana euy? Sekarang lagi istirahat siang?
M : Gini ceritanya....
....
....
S : Eh, udah dulu yak, mau makan siang neeh. Udah sampai di restoran.
M : Iya deh.
13 : 00 - 14:00
W : Eh, kalau di Indonesia boleh gak sih ambil S1 lagi?
S : Kenapa gak lanjut S2 langsung aja? Bukannya bisa ambil jurusan yang beda sama sewaktu S1?
D : Wah, setahuku gak boleh lah. Sungkan dong sama umur. Kalau PTN loh yah, kalo PTS sih mungkin bisa.
W : Ada satu temanku yang dulu ambil sastra Perancis lalu sekarang pindah ambil finance.
D : Wahh... aku juga pengen ambil doktor lagi neeh. Bidang yang sekarang kurang aku suka. Udah search macam-macam, aku pengennya ke Swiss. Keren tuh penelitian perbankannya. Tau gak sih, kalau uang yang beredar di sektor riil tuh hanya 20%, sisanya tuh ada di pasar modal.
Tiba-tiba saja pembicaraan mengarah ke masalah keuangan global. Termasuk artikel tentang mata kuliah baru di Waseda yang saya terjemahkan beberapa hari lalu.
S : Aku sendiri sebenarnya pengen ambil jurnalisme buat S2 nanti. Sekarang udah terlanjur berkecimpung di dunia teknik. Kenapa yah, baru sekarang kita sadar bidang apa yang cocok dan kita inginkan?
W : Bener bener! Dulu waktu lulus SMA ngikut arus saja... setelah dijalani baru kerasa benturan2 yang ada.
D : Iya, kalian masih untung ambil teknik. Aku? Matematika, dan di jepang ilmu ini sudah mentok, hampir gak ada hal baru yang bisa dikembangkan. Kalau saja tahu, sejak awal aku bisa ambil jurusan lain.
Sekarang kita punya cita-cita baru yang dirasa lebih sesuai dengan diri, tapi kenapa dulu kita memilih jalan yang sama sekali lain? Sekarang terlalu jauh untuk kembali ke titik itu. Kita hanya bisa mengharapkan percabangan jalan pintas yang mendekati arah impian. Yah, jalan kita masih panjang meski tahu jalan ini kurang menyenangkan.
14:20 Kembali ke asrama.
T : Eh, jam 3 jadi berangkat khan?
S : Jadi lah, tapi tunggu beberapa menit yah, mau sembahyang dulu.
T : understood.
drrttt drrttt...
Md : Sunu-san, jadi khan?
S : T baruuuuuuuu aja nelpon dengan pertanyaan yang sama. Jadi, tapi tunggu sekitar 10 menit lagi yah?
Md : OK.
Haduh, masih ada beberapa telpon yang masuk hingga menjelang maghrib, tapi saya sudah capek menuliskannya. Ceritanya, selepas ashar itu, saya pergi karaoke, ambil foto kenangan yang saya pasang di atas, balik ke asrama untuk sholat Maghrib, lalu berangkat makan malam bersama sampai jam 9 malam. Hmmhhmm... hari yang cukup sibuk dengan banyak keperluan, dengan orang yang berbeda-beda. Besok saya pergi untuk wisata kelulusan bersama mahasiswa asing lain, ditambah anggota klub pertukaran budaya, beberapa dosen, dan anak yang ingin ikut dengan biaya sendiri. Semoga angin tak terlalu kencang berhembus : Kereta terancam tak beroperasi.
Beberapa jam setelah makan saya sakit perut. Bukan. Bukan karena keracunan makanan. Saya kebanyakan makan. Selama ini saya belum pernah nambah. Untuk menghormati brother Alam -halah- maka saya minta tambah sedikit saja. Tapi versi sedikit saya dengan mereka ternyata lain. Akibatnya, saya harus memulurkan waktu untuk menghabiskan makanan di piring. Setelah itu, saya masih harus menegakkan punggung, memaksimalkan volume rongga perut, karena masih ada bubur manis, desert, dan setelah saya diam kekenyangan pun masih ditawarkan teh susu rempah. Oh tidak. Ada dua kemungkinan buruk yang harus saya hadapi :
1. muntah karena sudah perut sudah tak muat
2. Kesulitan menggenjot sepeda dari stasiun ke asrama karena perut penuh.
Untung saja saya masih bisa menolak tawaran-tawaran itu. Takutnya, sebagian mereka tidak suka kalau niat baiknya ditolak, atau makanan bersisa. Pengen jaga perasaan saja.
Alhamdulillah saya bisa kembali ke asrama dengan selamat meski perut membulat.
Sebenarnya setelah ashar saya anti tidur. Tapi hari ini perasaan benar-benar tidak enak setelah kekenyangan. Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, yakk. Tidur sore membuat kondisi sedikit membaik. Saya bisa main ping-pong setelah maghrib, dan rongga perut bisa terisi udara juga akhirnya. Yah, perut memang perlu dibagi untuk makanan, minuman dan udara secara seimbang.
Selepas Maghrib, rekan satu lab plus sensei makan malam bersama untuk merayakan puncak kerja keras selama di college. Bagi saya makan malam ini cukup berarti karena beberapa hari ini semangat memasak saya terbang entah kemana. Hampir tiap hari makan mie instan, berlauk telur mata sapi. Masih untung pakai yoghurt dan susu buat selingan.
Ah, satu khabar gembira saya dapatkan. Perpanjangan beasiswa untuk 2 tahun ke depan alhamdulillah saya dapatkan. Belum resmi sih, hanya pernyataan lisan dari pihak Kementrian Pendidikan, Iptek dan Budaya Jepang.
Alhamdulillah... Presentasi selesai
Alhamdulillah petualangan akademis saya selama di Jepang cukup memuaskan. Alhamdulillah ada titik terang tentang beasiswa ke depan.
Ah, saya akan lebih senang bila tahu kawan yang lain pun memastikan dirinya memperoleh perpanjangan beasiswa juga.
btw, nikmat Tuhan manakah yang dapat kamu dustakan?
Akhirnya saya berhasil menyempurnakan naskah. Naskah yang niatnya akan saya hapalkan. Sebenarnya saya benci menghapalkan. Bukankah lebih mudah menyampaikan apa yang ada di kepala secara langsung? Tapi kali ini lain ceritanya. Saya harus berbicara dengan bahasa yang belum saya kuasai sepenuhnya. Tanpa persiapan yang cukup, yang bakal muncul hanyalah kekecewaan pribadi.
Hmm... Saat menjelang kelulusan ternyata makan duit banyak yah.
Wisata kelulusan : 8400 yen
Album Kelulusan : 14000 yen
Iuran Alumni : 5000 yen
Kumpul terkahir : 13000 yen
Belum ditambah biaya pindahan dan pengiriman barang. Puyeng +__+
Oke lah, malam ini latihan presentasi. Jangan sampai penampilan kedua besok masih parah. Oh, awali dulu dengan bismillah.
Masalahnya, saya belum bisa konsentrasi penuh tadi siang. Alasannya studi saya belum beres -Huh, alasan klasik-. Tangan saya memang jadi hitam oleh pelumas di rantai, ban, obeng, baut dan kawan-kawannya. Tapi saya merasa belum puas, belum terampil, belum pantas naik sepeda itu. Lalu saya berniat belajar benar-benar setelah masuk libur musim semi. Yah, sepeda yang saya beli kali ini bukan hanya untuk dikendarai, tapi juga dirawat supaya awet. Apalagi Oeda-san berapi-api sekali menceritakan pengalaman masa mudanya, juga kisah-kisah anak muda yang mengendarai sepeda dari Kyushu sampai Sendai! Wow wow wow, pengen!! -ehem, karena belum pernah coba, klo capek, pulangnya naik kereta sahaja, yahahaha ^__^;; -
Kata Oeda-san ada beberapa keuntungan bertualang dengan sepeda di Jepang :
1. Murah meriah
2. Sehat
3. Bebas memandangi alam
4. Aman (eh?!)
5. Lebih mudah cari penginapan gratisan. Tinggal bilang : "maaff saya kemalaman dalam perjalanan, bolehkah malam ini saya numpang?"
Hihi, saya orang asing, tapi setidaknya bisa bikin tampang capek dan melas plus cuap-cuap dalam bahasa Jepang. Menurut Oeda-san, orang Jepang bakal mendukung, meyokong, membantu orang yang sedang dalam perjalanan, terutama yang naik sepeda. (dibandingkan melancong dengan mobil atau kereta!) Dan sebenarnya ini yang paling saya idamkan dalam jalan-jalan : bersentuhan dengan orang-orang baru yang belum saya kenal sebelumnya!
*+*+*+*+*+*+
Angin masih kencang sekali bertiup. Kereta belum beroperasi tanpa jadwal yang jelas. Akhirnya Nagashima berbaik hati mengantarkan saya sekali lagi ke asrama selepas ashar. Arigatou-san ^__^
Sebuah SMS masuk ke HP saya sore ini.
"Wah, gak ketemu neeh. Besok aja. Lagian kalau memang sudah ada pengumuman bukannya kita dapet surat pemberitahuan?"
"Enggak loh. Pengumumannya lewat kampus, abis tu baru disampaikan ke kita."
"Heeeeeeeeeee. Iya toh?"
Saya tak ingin memperpanjang percakapan. Matahari mulai redup. Saya teringat tak ada bahan makanan tersisa di kulkas selain kecap dan sambal tomat. Harus segera belanja kalau gak ingin nahan lapar selepas maghrib.
"Udah mulai gelap neeh (so what gitu loh?), besok aja klo mo nanya yah..."
"Iya deh."
Begitulah petualangan kami mencari khabar hari ini. Nihil. Tapi malam ini saya mendapat berita bagus. Dugaan bujang mongol itu ternyata tidak sepenuhnya meleset. Wow Wow!
Seorang sahabat yang berada di Hokkaido mendapat kepastian perpanjangan beasiswa hari ini. Ditambah cerita bahwa dia akan menjadi wakil rekan seangkatan dalam upacara wisuda nanti. Wow! Mahasiswa asing yang malah mewakili puluhan orang Jepang lain dalam wisuda di sebuah badan pendidikan di Jepang! Hebat gak?!
Selamat!
Besok menjadi deadline file presentasi saya, saya tengah berusaha menyelesaikannya sambil menelpon beberapa kawan, chatting dan menulis blog. Tapi insyaAllah selesai. Harus selesai!!!
**ada yang ngakak sewaktu saya menuliskan paragraf terakhir di atas pada papan chat**

Karena terlalu percaya bahwa kami berempat bakalan lulus, kampus mengadakan pesta perpisahan untuk mahasiswa asing satu bulan sebelum upacara kelulusan. Foto bersama dengan Mr. Kepala Sekolah. Jangan ngomong sembarangan, dia paham bahasa Indonesia!
Syukuran perpisahan juga dilakukan di rumah host family, Sagawa-san. Terima kasih atas perhatian dan segenap kasih selama tiga tahun. Terima kasih atas ketersediaan daging halal setiap kali perjamuan. Terima kasih telah mengantarkan kami ke berbagai keceriaan. Hanya sebuah jam yang bisa kami berikan, semoga kehadiran kami teringat setiap memandangi jarum yang mendetaki waktu.
Ah, sekarang terdengar lagunya Puff Daddy&Faith Evans dari kamar sebelah. Dinding kamar asrama tak bisa menebas nada yang berkeliaran. Eniwei, Ini tembang lawas yang jadi kenangan perpisahan SMA. ~Hmm, natsukashii!~
I'll be Missing You
Every day I wake up
I hope Im dreamin
I cant believe this shit
Cant believe you aint here
Sometimes its just hard for a nigga to wake up
Its hard to just keep goin
Its like I feel empty inside without you bein here
I would do anything man, to bring you back
Id give all this shit, shit the whole knot
I saw your son today
He look just like you
You was the greatest
Youll always be the greatest
I miss you big
Cant wait til that day, when I see your face again
I cant wait til that day, when I see your face again...
Yeah... this right here (tell me why)
Goes out, to everyone, that has lost someone
That they truly loved (cmon, check it out)
Verse one: puff daddy
Seems like yesterday we used to rock the show
I laced the track, you locked the flow
So far from hangin on the block for dough
Notorious, they got to know that
Life aint always what it seem to be (uh-uh)
Words cant express what you mean to me
Even though youre gone, we still a team
Through your family, Ill fulfill your dream (thats right)
In the future, cant wait to see
If you open up the gates for me
Reminisce some time, the night they took my friend (uh-huh)
Try to black it out, but it plays again
When its real, feelings hard to conceal
Cant imagine all the pain I feel
Give anything to hear half your breath (half your breath)
I know you still living your life, after death
Chorus: faith evans
Every step I take, every move I make
Every single day, every time I pray
Ill be missing you
Thinkin of the day, when you went away
What a life to take, what a bond to break
Ill be missing you
[puff] I miss you big
Verse two: puff daddy
Its kinda hard with you not around (yeah)
Know you in heaven smilin down (eheh)
Watchin us while we pray for you
Every day we pray for you
Til the day we meet again
In my heart is where Ill keep you friend
Memories give me the strength I need (uh-huh) to proceed
Strength I need to believe
My thoughts big I just cant define (cant define)
Wish I could turn back the hands of time
Us in the 6, shop for new clothes and kicks
You and me taking flicks
Makin hits, stages they receive you on
I still cant believe youre gone (cant believe youre gone)
Give anything to hear half your breath (half your breath)
I know you still living youre life, after death
Chorus
[faith evans] somebody tell me why
Interlude: faith evans
On that morning
When this life is over
I know
Ill see your face
Outro: 112
Every night I pray, every step I take
Every move I make, every single day
Every night I pray, every step I take
[puff] every day that passes
Every move I make, every single day
[puff] is a day that I get closer
[puff] to seeing you again
Every night I pray, every step I take
[puff] we miss you big... and we wont stop
Every move I make, every single day
[puff] cause we cant stop... thats right
Every night I pray, every step I take
Every move I make, every single day
[puff] we miss you big
*music fades out*