Showing posts with label KrausH-Nyamm. Show all posts
Showing posts with label KrausH-Nyamm. Show all posts

Friday, 2 April 2010

Boleh dan Tidak

Beberapa informasi berikut diperoleh dari Customer Service perusahan-perusahaan terkait. Hidup di Jepang harus berusaha memilah mana yang boleh dimakan dan tidak, selain yang sudah jelas diperoleh via Halal-food store. Seiring dengan lamanya tinggal di negeri ini, kecenderungan untuk menggampangkan soal makan ikut meningkat. Saatnya mengingat hari-hari awal tinggal di Jepang. Yah, waktu itu kami sangat selektif (well, selain mendadak buta huruf, juga pelit belanja karena belum terbiasa dengan perbedaan biaya hidup ^_^; ) soal makanan.

*Produk Suntory beverages yang emulsifiernya berasal dari tumbuhan (produk minuman yang memakai susu biasanay memakai emulsifier) :
(jangan percaya terjemahan bahasa Indonesianya yah :-D)
1. 草原物語ミルク : Susu belantika padang rumput
2. ボス スーパーブレンド : Boss Super Blend (Kopi Boss Campuran Super)
3. ボス シルキーブラック : Boss Silky Black (Kopi Boss Hitam Sutra)
4. スターバックス ディスカバリーズ : Starbucks Discoveries (Kopi temuan bintangjantan)

Selain produk di atas, emulsifiernya campuran produk hewani dan nabati. Ayo hati-hati!

*Produk roti Yamazaki, Pasco, dan Fujiya Milky mengandung Babi. Meski tidak tercantum dalam kemasan, ada kemungkinan loyang yang dipakai memanggang diolesi dengan bahan yang berasal dari b-a-b-i. *Caution!*

*Produk biskuit dan Cookies Meiji memakai minyak berbahan tumbuhan dan ikan. Thats why Meiji Daisuki!!!!!

*Sevel eleven punya Oishii shoku pan (Roti tawar), halal katanya. ムスリムの口コミ情報!! --> Jadi punya alasan selain mempergunakan jasa internat printing-nya.

*伊藤製パン (Itosei-pan), semua produk kecuali roti perancis 【フランスパン】 menggunakan minyak nabati. Alhamdulillah!!


Sekitar 2 bulan yang lalu, seorang kawan Bangladesh saya meminta bantuan untuk konfirmasi proses pembuatan jus Apel dan jeruk. Apakah dalam proses penyaringannya menggunakan bahan hewani. Pemicunya adalah sebuah selebaran berisi peringatan tentang penggunaan gelatin,bahan turunan dari babi dalam proses produksi jus buah. (saya lupa darimana selebaran itu, takutnya hanya HOAX saja).Setelah saya beranikan diri menelepon (pastinya bakal dianggap sebagai orang aneh yang bertanya hal gak penting), jawaban dari customer service tidak memuaskan. Artinya, dia juga tidak tahu apakah dalam proses pembuatan jus itu dipergunakan bahan pengental atau zat tambahan lain dari bahan hewan. Kalau jus buah, saya tidak terlalu ribet berpikirnya. Lebih tepat, tidak pernah berpikir sampai sejauh itu. Pengalaman yang jadi wake-up call untuk lebih berhati-hati lagi.



::Tambah jelas deh pilihan mana yang boleh, mana yang tidak::
:: Mari berhati-hati terhadap makanan yang masuk, karena itu kan menjadi bagian tubuh. Padahal setiap yang haram cenderung ke neraka::
:: Label halal pada menu makanan di cafetaria universitas-universitas di Jepang sudah mulai menjamur, semoga ke depannya realisasi label halal produk makanan di Jepang segera terjadi ::

Toko Produk Halal di Nagoya :
1. Toko Kanayama (Ja'far Halal Food), akses : 10 menit jalan kaki dari Kanayama station. Alamat : 愛知県名古屋市熱田区波寄町7−20

2. Toko Nagoya, tokonya kecil, kartu teleponnya murah. Akses : 7 Menit dari Nagoya station. Alamat : 名古屋市中村区則武1丁目20−11 

( Alamat yang tertulis tidak benar-benar tepat, hanya kira-kira dengan bantuan google map).




ReAD MoRE・・・

Monday, 25 January 2010

Desert Imam

Malam itu ada yang baru. Sebuah menu manis yang menutup jamuan makan di Sabtu Malam. Satu cup dessert yang dibuat oleh Imam Islamic Center Nagoya. Mulai tahun ini saya sengaja untuk meluangkan waktu berkunjung ke sana. Meskipun saya akan selalu terlambat datang ke kajian karena harus partime mengajar sampai pukul 5 sore.

Saya ingin memperbaiki bacaan Quran. Dan pada Sabtu malam, kami, para muslim dari berbagai negara berkumpul dengan tujuan yang sama. Dalam beberapa pertemuan kami, saya sadar bahwa pola pikir tentang islam itu sendiri bervariasi. Momen ini menjadi ajang diskusi dan memperdalam pemahaman, meluruskan pikiran yang melenceng serta menambah pengetahuan baru. Gratis lagi! Tidak perlu bayar untuk belajar mengaji. (Ok, ok. Tidak sepenuhnya gratis. Tidak ada yang bakal menjemput sampai pintu rumah. Perlu uang buat naik subway atau kereta ke sana)

Ya, Allah mudahkanlah lidah kami untuk melafalkan ayat-ayat-Mu.
Ya, Allah dekatkanlah hati kami dengan rumah-Mu.



::: Hmm, munculnya Desert Imam makin jadi magnet buat datang. :-D Ehehe::
:: Hmm, pengen bikin juga ah. Bahannya apa yah? beras,susu segar, kacang tanah, almond, nama cream, coklat...uhmm :::


ReAD MoRE・・・

Saturday, 17 January 2009

Manpuku Taro

Lokasi : Tokaidori.
Akses : Subway, tokaidori station, exit 4, jalan 5 menit ke arah Tokai-hashi.
Biaya : Lunch weekdays 1000 yen. Dinner 1780 yen. Lunch weekend 1480 yen. Drink bar nambah 158 yen.
Lunch Time : 11:00-15:00

Akhirnya terwujud juga untuk mencoba warung all you can eat (食べ放題)di Nagoya. Manpuku Taro. Hari biasa hanya dengan 1000 yen kita bisa menikmati menu sukiyaki, shabu-shabu, sushi, beragam salad, crepes, pizza, softcream, icecream, takoyaki, bubur kacang merah, mie-soba-udon-ramen.... Lengkap! Mulai rerumput, seafood sampai menu buat karnivor. Dengan 1480 yen di akhir pekan pun masih terhitung murah untuk menu yang lengkap. Kalau ada tetamu yang hendak dijamu, tapi tidak PD dengan kemampuan di dapur, malas membereskan piring gelas, dan punya niatan sekaligus jalan-jalan dengan 1-day-freepass (600 yen doang u/ subway n bus kota) di Nagoya, rasa-rasanya restoran itu patut dikunjungi.


ReAD MoRE・・・

Monday, 21 July 2008

Pasco, aman?

Penasaran dengan beberapa bahan yang dipakai dalam roti, aku kirim surat konsumen ke Pasco, salah satu produsen roti di Jepang. Hasilnya ada beberapa yang mungkin aman (baca: halal) untuk dikonsumsi.

Antara lain :

1.「超熟食パン」(Roti tawar)
2.「超熟ロール」(Roll)
3.「麦のめぐみ食パン」(Roti tawar)
4.「麦のめぐみイングリッシュマフィン」 (muffin)

Surat tanggapannya, silakan baca sendiri di bawah (hurufnya keriting loh!).

Selain Pasco, Kobeya juga menyediakan Roti yang tidak ditambahi dengan bahan-bahan yang tidak jelas status halal-haramnya. Biasanya berwujud roti tawar di 99 atau 100-en shop. Kalau ingin yang kehalalannya terjamin, silakan buat sendiri saja!Hoho, ada juga Halal Bread bermerk "Bilal" yang bisa ditemui di Tokyo dan sekitarnya, juga bisa dipesan dari seluruh Jepang. Sayangnya secara harga, hmmm....

Aku pun masih bisa bersabar tidak menyantap roti, masih lebih suka menikmati gurihnya nasi.




はじめまして。Pascoお客さま相談室の家中と申します。

日頃は私どもPasco商品へのご愛顧を賜り、誠にありがとう
ございます。

この度は、「白い食卓ロール豆乳入り」の加工油脂につきまして、
お問合せいただきありがとうございます。

当社商品に使用している加工油脂は、大豆油や菜種油、
コーン油、魚油、牛油などの各種食用油脂を混合したマー
ガリンなどの製パン用油脂のため、動物性原料を含んで
おります。

私どもの「超熟食パン」「超熟ロール」「麦のめぐみ食パン」
「麦のめぐみイングリッシュマフィン」については、原料規格書
に記載の限りでは、乳製品以外の動物性の原料は見当りません。

しかしながら、原料自体に動物性のものを使わないという指定を
いたしかねますので、今後とも動物性の成分を含まないという
保障が出来ない状況にあります。原料規格書に動物性の成分が
見られないものであっても、原料の原料など、さかのぼった場合、
動物性の成分が含まれているか否かがわからない状況です。

また私どもでは、同じラインで多品種の商品を製造しているため
原料規格書に動物性の成分が見られないものであっても、どの商
品に動物性の成分が全くないと言い切ることは非常に難しいこと
であり、完全に動物性原料が混入していない商品は申し訳ござい
ませんが、ご紹介いたしかねます。

ご参考になさってください。

私どもでは、今後も、より美味しい、より健康的な、より安全な
よりオリジナリティに富んだPasco商品を提供できますよう
社員全員で励んでまいります。

今後とも、Pasco商品をご愛顧くださいますよう心よりお願
い申し上げます。


ReAD MoRE・・・

Thursday, 26 June 2008

Lapis Daging Kambing

Pada mulanya saya berencana membuat gudeg untuk menu bento besok. Namun karena keterbatasan bahan, saya mengalihkan lapis kambing sebagai menu utama. Hitung-hitung kangen masakan rumah. :D

Bahan :
1 kg daging kambing boneless. Potong tipis-tipis sesuai selera.

Bumbu yang dihaluskan:
2 butir bawang bombai
7 siung bawang butih
6 butir kemiri yang sudah disangrai
1 sdt lada
1 sdm garam

Bumbu yang tidak dihaluskan :
4 lembar daun salam
1 sdm air asam
10 butir cengkeh
gula merah, iris halus kira2 sebanyak 3 sdm
2 sdm kecap

Cara membuat :
Rendam daging yang sudah diiris dengan bumbu yang sudah dihaluskan. Masukkan ke dalam ricecooker bersama bumbu tidak halus. Pencet tombol memasak. Tunggu sampai matang.

Yahahah itu cara cepat ala bujangan.

Kalau mau yang tradisional: tumis rendaman daging dan bumbu selain cengkih sampai berubah warna. Masukkan cengkih sambil tambahkan 1 liter air. Masak hingga daging empuk.

Untung menghidangkan, taburi dengan bawang goreng supaya tambah sedap.


ReAD MoRE・・・

Tuesday, 29 April 2008

Runutan Boga

Akhir pekan kemarin, saya diajak ke rumah seorang senior yang bakal kedatangan tamu, kawan lama dari Tokyo. Persiapan pun dilakukan : pengosongan perut. Hihi... Maksudnya sih supaya empunya rumah senang kalau hidangan yang disajikan disantap dengan lahap. Bukan begitu?

Namun ternyata ada hal lain yang menarik perhatian saya untuk ditelaah lebih lanjut. Selain saya, hadir pula rekan lain dari Surabaya, Yogya, Jakarta, Padang, errm... bisa dikatakan kami berasal dari daerah yang berbeda di Indonesia. Lalu apa yang menarik? Kebiasaan makan, lebih spesifik lagi urutan makan. Kenapa? Hmm, saya sudah bersilaturahmi ke beberapa rekans Indonesia yang di Jepang, dan dari lawatan itu saya mempelajari pola makan mereka. Oopss...saya melakukan pengamatan tanpa ijin. Tapi boleh, khan?


Kebetulan seorang sahabat mengingatkan tentang kebiasaan makan kami Ramadhan tahun lalu. Buka puasa langsung dikebut sampai kekenyangan. Memang sih berhubungan dengan pola makan, tapi kali ini bukan, bukan itu. Dia membaca sebuah bab tentang adab makan dalam buku yang ditulis oleh Ibnu Qudamah berjudul Minhajul Qaashidin. Isinya cukup mencenangkan karena bertolak belakang dengan kebiasaan makan selama ini. Dalam bab tersebut ditulis bahwa salah satu adab menghidangkan makanan adalah menghidangkan buah-buahan sebelum yang lain.

Beliau berargumentasi pada ayat al Qur'an surah al Waqi'ah ayat 20-21 yang menyatakan bahwa di surga buah-buahan dihidangkan terlebih dahulu sebelum daging (burung) itu "Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan".

Dari segi iptek sendiri, rasa lapar kenyang sebenarnya terkait dengan kadar gula dalam darah. Saat konsentrasinya melewati batas minimal, itu saat kita merasa lapar. Sayangnya batas atas untuk menyatakan kekenyangan kadang kabur oleh semangat mengisi perut hingga puas. Apa hubungannya dengan kebiasaan makan? Sebenarnya kita bisa memanipulasi rasa kenyang dengan mengatur urutan menu dalam makanan.


Berikut rangkuman dari bahan yang saya baca, dengar, atau saksikan :

1. Awali makan dengan berdoa. Menu pertama adalah yang mengandung banyak air, untuk mengondisikan perut, bisa buah-buahan, yoghurt, atau sup.
Orang Jepang biasa menghidangkan miso-shiru, sup dari dengan kaldu dari kedelai fermentasi dengan isi beragam : sayur, tahu, rumput laut pertama kali sebelum sajian utama.


2. Lanjutkan dengan makanan yang mengandung banyak serat. Manfaatkan gigi yang masih ada untuk mengunyah. Saya menyaksikan di salah satu TV Jepang (hmm... kebenarannya entahlah), seseorang bisa merasa kenyang dengan mengkonsumsi 200 gram kubis setelah mengunyahnya selama 5 menit. Dikatakan sensasi kenyang juga bisa diperoleh dari seberapa lama rahang digerakkan untuk mengunyah.


3. Akhiri dengan makanan yang disukai untuk menciptakan sensasi kepuasan.
Saya mengamati kalau sebagian besar orang Indonesia langsung menuju ke poin ke-3, langsung ke intinya saja. Belum ditambah penggunakan gula berlebih, konsumsi lemat yang tidak sehat dan menu tanpa pertimbangan gizi yang seimbang. Oke lah, itu tidak bisa disalahkan, tingkat kesadaran penduduk untuk menerapkan pola makan dan hidup sehat masih kalah dengan sibuknya pikiran untuk memenuhi kebutuhan primer. Namun, saya pikir itu hanyalah pilihan. Pola makan sehat bukanlah sebuah pola makan dengan menu mewah yang tidak terjangkau. Sebaliknya, bisa jadi menjadi sebuah solusi menuju pola hidup sehat dan hemat. Kok bisa?

Dengan sedikit mengubah pola makan, menyediakan sup (atau sayur berkuah banyak) dan buah di awal perjamuan, akan membantu mengurangi konsumsi makanan pokok (beras dan lauk). Saya membuktikan dengan melakukan percobaan sendiri. Saat saya langsung makan nasi dengan lauk pauk, saya menghabiskan nasi lebih banyak dibandingakan saat saya mengawali dengan makan buah dan yoghurt terlebih dahulu untuk memperoleh rasa kenyang yang sama.


Sekalian ingat, saat belajar membuat kue eropa akhir maret lalu, saya menyadari bahwa kue erora sangat manis. Kenapa? Karena mereka mengambil gula dari sini. Tak ada gula ditambhakan dalam teh/kopi, tak ada gula dalam resep masakan. Oleh karena itulah kue yang manis menemani saat minum teh pahit. Sama dengan upacara minum teh di Jepang. Teh hijau kental, berbusa dan pahit, disantap dengan kue tradisional yang terlalu manis di lidah saya.

Di Indonesia, sepertinya teh dan kopi belum bisa merdeka dari gula, padahal kita juga makan kue, mengkonsumsi kecap, dan mendapat asupan gula dari menu lain. Hmm, nampaknya untuk mengubah kebiasaan makan yang turun-temurun bukan hal mudah. Kecuali ada kesadaraan tentang pola makan dan hidup sehat.



ReAD MoRE・・・

Friday, 28 March 2008

Merasai Eropa





Seorang Host Parent saya di Ibaraki memiliki restoran kue pada salah satu mall di Hitachi. Sifat ingin tahu dan sedikit tamak akan keterampilan baru mendorong saya untuk minta tolong diajari cara membuat kue eropa. Lalu, saya menyediakan waktu satu hari di sela-sela pengepakan barang dan persiapan keberangkatan ke Nagoya. Kali ini saya belajar membuat kue rassberry dari Austria dan Tiramisu ala Italia. Resepnya tidak ditulis, karena terkait dengan copyright restoran kue. Hihi...


Pelajaran dimulai setelah makan siang. Saya berhasil mengajak dua orang junior untuk meramaikan suasana. Kenapa? Rasanya tidak enak saja kalau suasananya privat. haha. Akhirnya saya tahu kenapa kebanyakan koki adalah lelaki, bikin kue butuh tenaga. Kali ini pun saya kebagian mengaduk adonan yang cukup membuat lengan pegal. +__+

Alasan utama pembuatan kue ini adalah saya ingin memberikan santapan kenangan untuk rekans main badminton di Ibaraki. Mereka sering membawakan kue atau makanan yang secara khusus dibuat supaya saya bisa ikutan menikmati. Status kehalalan jika langsung beli di toko belum pasti, karenanya mereka membuat sendiri sambil mencatat bahan-bahan yang terlarang saya konsumsi. Jangan salah, tak hanya perempuan yang membawakan kue made in sendiri saat latihan di akhir minggu.


Ahaha, tiba-tiba saja sebuah ide melompat : Kenapa tidak coba buka resto kue eropa fresh from Open ntar di Indonesia yak?? Seingat saya, di salah satu Mall Surabaya, gerai macam ini ramai sekali dikunjungi pembeli. Ok, dicatat dulu sebagai peluang bisnis.


Setelah bercapek-capek selama sekitar 4 jam, tiramisu dingin dari kulkas dan dua cetakan rasberry tart sudah terhidang di meja makan. Lengkap dengan Afternoon Tea ala Inggris yang dituangkan pada cangkir Jerman yang kata host parent saya merk terkenal. (orang Jepang punya hobi mengumpulkan benda ber-merk *sigh*).




Konon untuk belajar membuat kue ini, sang guru rela mengeluarkan biaya yang hampir saya dengan ONH selama 10 hari di Perancis. Semacam studytour, menginap di kastil bangsawan sambil berlatih membuat kue. kata hostparent saya, Kue hanya bisa diniikmati oleh kalangan bangsawan pada jaman dulu, sisa-sisa, remah-remahnya lah yang dibagikan ke rakyat kecil untuk bisa menikmati makanan kaum ningrat. Lalu sejalan dengan bergulirnya waktu, kue-kue pun menjadi popluler dalam segala kalangan. 10 hari untuk belajar kue ke Perancis? Wow. wow. Niat bener. Tapi lagi-lagi ini yang saya catat. Orang Jepang rela keluar biaya banyak untuk mengejar/mendapatkan yang dia inginkan. Eniwei, setidaknya hari itu saya bisa merasakan hidangan bangasawan eropa pada abad pertengahan. huakakak

Acara ditutup dengan makan malam : okonomiyaki. Setelah sholat maghrib, saya meluncur menuju sports center di Kasamatsu.

Beberapa foto lain :

Strawberry-choco :




Sepotong Tiramisu :


Selesai serah terima kueh : Yoshida-san, Saya, Kurihasgi-san (ki-ka), terima kasih atas saat-saat menyenangkan dan penuh persahabatan. Sebenarnya msih ingin main lagi bersama kaliaaann. Yang tidak tercantum dalam Foto : Amatsu-san, Satou-san, daisuke-san, Yuu-san, Aoi-san, Natsuko-san, Mai-san, Kuroda-san, Ikuta-san, Oka-san, Shimaki-san, Mise-san, Nishikawa-san, beberapa anak SMA yang saya tidak hapal namanya, arigatou gozaimashita. Pengen foto bareng, tapi gak sempat yak, ini pun di tempat parkir ambil gambarnya. hikz...






errm, Kapan-kapan mau praktek sendiri ahh...





ReAD MoRE・・・

Wednesday, 12 March 2008

Big Sushi

Setelah tidak bisa dihubungi saat hari yang dijanjikan, siang ini Hashimoto-san menawarkan ajakan makan malam bersama. Menu yang disepakati adalah sushi. Tapi tentu saja bukan sushi putar yang biasa saya santap. Kali ini kami memanjangkan langkah hingga kawasan pantai, lalu mengistiratkan kaki dalam sebuah kedai bertajuk "Ichiba Sushi" atau Sushi Pasar kalau diterjemahkan begitu saja.


Ada rasa, ada harga. Betul. Harga satu piring di sini bisa 5 kali lipat sushi putar yang lumrah. Namun rasa dan volume ikan yang dipergunakan beda! Untuk sampai pada posisi kenyang kami hanya sanggup menyelesaikan pesanan pada piring ke-4. Hashimoto-san memberitahukan hal ini sebelumnya, sehingga kami bener-benar berpikir dan memilih sushi seperti apa yang ingin kami santap. Ah, ada juga sup kepala ikan yang porsinya mantabbbbBb!


Ini dia foto-fotonyaaaa...


Sushi salmon dengan irisan bawang bombay dan mayones

















sushi Udang merah...


















Sup kepala ikan yang mantabb!! Makan ini saja sudah cukup kenyang!! Sedap!





Saat bersiap membayar, Hashimoto-san menolak uang kami. Katanya ini sebagai ungkapan selamat atas Kelulusan kami. Alhamdulillah. Arigato gozaimashita. Gochisou sama deshita. Terima kasih banyak. Terima kasih juga atas traktirannyaaaa...



ReAD MoRE・・・

Saturday, 16 February 2008

Sembelih Ayam di Jepang

Ini pertama kalinya saya makan masakan ayam yang dipotong sendiri di Jepang. Sudah hampir 4 tahun suplai daging halal selalu berwujud daging keras dan dingin. Hingga saya sempat menuai peringatan dari Kakak agar tak banyak mengkonsumsi daging beku. Tapi ceritanya lain dengan menu gulai ayam kali ini.



Ceritanya, seorang peternak ayam bangkok menghadiahkan seekor ayam yang sudah tua kepada kumpulan orang Indonesia.Yahaha, Wujud ayam bangkok itu segera berubah mejadi gulai ayam pedas tanpa makan waktu 24 jam. Rasa dagingnya berbeda dengan ayam beku yang selama ini saya makan. Entah karena fantasi makan ramai-ramai bersama orang-orang Indonesia, atau alasan lain, yang pasti gulai ayam ini lezat sekali. Apalagi saya tidak merasakan daging tua pada gulai ini. Katanya, salah seorang saudara memasaknya selama 2 jam penuh agar dagingnya empuk. Hmmm, Nyummy...


ReAD MoRE・・・

Saturday, 9 February 2008

kumpul makan

Alhamdulillah hari ini bisa menjadi ajang silaturahmi warga Indonesia di Ibaraki. Jadwal presentasi, kesibukan kuliah, rencana mudik, jadwal pindahan, baito dan berbagai kesibukan tanpa titik singgung membuat kami yang populasinya sedikit pun susah sekali bertemu.


Lalu, setelah sedikit terlambat dari kesepakatan, acara berlangsung dengan berkesan. Keterlambatan kali ini bukan karena kami sukarela mempertahankan budaya jam karet, melainkan ada salah seorang tetangga apartemen senior yang mendapat musibah kebakaran semalam. Hanya 15 menit saja, seluruh rumah hangus tanpa sisa. Mobil baru yang belum ada seminggu dibeli pun tak sempat terselamatkan. Penyebab nya diduga dari pemanas tenaga minyak tanah yang membakar cucian yang digantung di sekitarnya. Satu yang memprihatinkan adalah, penghuni rumah itu hanyalah sepasang manusia yang memasuki usia senja. Sang istri sementara ikut numpang di apartemen seniorku (yang lumayan luas) sedangkan suaminya masih dirawat di rumah sakit karena luka bakar.


Wah, saya melantur soal kebakaran rupanya. Oke, kembali ke acara kumpul makan. Setelah sholat dzuhur makanan yang disiapkan selesai di masak. Kami bergotong royong membuat kue lumpur, mie goreng ikan asin, dan garang asem ayam. Kebetulan saya punya cetakan kue lumpur yang terpakai untuk jualan dalam Festival Kota bulan November lalu. Fotonya ada sih, hanya saja agak terlambat saya ambil. Yang nampak adalah gambar setelah santapan.







Resep garang asem warisan bunda sedikit saya modifikasi.

Bahan :

1 kg ayam boneless, potong sesuai selera, remas2 dengan perasan lemon dan garam. 6 siung bawang putih, cincang kasar, tumis. 2 cabai merah besar, potong serong7 cabai hijau kecil, potong serong ,1 biji tomat, 1 biji bawang bombay, Yoghurt, sereh, daun jeruk, lengkuas. Garam secukupnya.

Cara Membuat :

Didihkan 2 liter air. Masukan bawang putih yang sudah ditumis, ayam, bawang merah, daun jeruk, lengkuas dan sereh. setelah mendidih lagi, masukan cabai. Setelah ayam empuk, masukkan yoghurt dan irisan tomat. Setelah mendidih untuk ketiga kalinya, garang asem siap disantap. Ah yah, jangan lupa masukin garam supaya tidak hambar.

Kebetulan dapur senior saya cukup komplit bumbunya sehingga rasa masakan kali ini memuaskan peserta yang hadir. Kami merencanakan kumpul-kumpul lagi 3 minggu ke depan dengan mengundang beberapa saudara yang berada di kampus lain. Semoga masih ada kesempatan bertemu sebelum berpencar ke pelosok negeri pada April nanti.

Selamat berjuang buat Bang Sainer yang mau presentasi minggu depan, Selamat Jalan kepada Mbak Lulu dan Pak Khairul yang akan kembali ke tanah air, Tetap semangat bagi Uda Dodi yang masih melanjutkan perjuangan 2 tahun ke depan, Selamat bersua untuk teh Susi yang sudah setahun berpisah dengan putri dan keluarganya, dan juga selamat berjuang buat saya.


ReAD MoRE・・・

Tuesday, 22 January 2008

Waktu Kecapekan

Gejala flu. Mungkin sedikit kecapekan setelah agak memaksa diri minggu kemaren. Hidung tersumbat, susah bernafas, meriang, batuk dan kehilangan nafsu makan. Parahnya, sewaktu masih kuat berjalan hingga kawasan toko halal, dari 4 buah toko tak ada satu pun yang buka. Padahal jelas-jelas tertulis buka mulai 10.30. Lah, waktu itu sudah menunjukkan 10.45 belum ada tanda-tanda kehidupan. Akhirnya keinginan beli mie instant ditahan. Terpaksa mampir dulu ke pasar buat beli ransum makanan.

Setelah 2 jam naik kereta dengan setengah sadar, akhirnya sampai juga. Sisa energi yang ada dipergunakan untuk mengangkat yoghurt, susu, pisang, jus sayur dan sebotol jus apel. Seperti dugaan, makan nasi dengan oseng sayur sisa kemaren sama sekali tak ada rasanya. Cuman terasa panas, saat minum jus rasanya dingin. Tak ada manis, asin atau pedas. Tapi perut tak boleh kosong kalau gak ingin sakit tambah parah. Beginilah kalau kebiasan anti obat bikinan pabrik masih gak mau hilang. Kalau sakit flu atau sekedar masuk angin yang tidak sampai demam atau muntah-muntah, aku lebih suka meningkatkan daya tahan tubuh untuk proses penyembuhan. Mana sudi sakit ringan langsung tergantung sama obattttT!

Yoghurt campur keju bubuk dan madu plus susu hangat, 2 tandan buah pisang, dan makanan utama nasi dengan oseng sawi dan beberapa iris ikan tuna menjadi menu malam itu. Rasanya hanya numpang lewat di saluran pencernaan tanpa bisa dinikmati (T__T)Lalu, karena sakit dan udara musim dingin yang makin menggigit membuatku malas keluar rumah, untuk 2 hari ke depan harus bisa bertahan dengan bahan yang ada di kulkas. Menu yang praktis adalah.. ermm... Italian!

Menu-menu itali aku anggap cukup praktis. Proses persiapannya cepat dan memasaknya bisa ditinggal berbaring-baring dulu. Aku bikin pizza dan gratin kali ini.
kulit pizza :
1 kg tepung terigu
11g ragi bubuk
5 sdm gula pasir
500 ml susu cair
1 sdt garam

isi (taburan) :
2 kaleng katsuo (bonito)
saus tomat
merica
daun basil
keju


Cara membuatnya :

1. Untuk kulit, campur bahan2 kering sampai rata, masukkan susu, lalu aduk, remas, uleni sampai tidak lengket di wadah. Sebenernya ada mesin pengaduknya sih, cuman untuk mendukung kampanye anti pemanasan global, pemakain energi harus hemat. =halah= Kalau sudah, diamkan selama satu jam.

2. Kalau sudah satu jam, siapkan piring tahan panas buat oven. Olesi dengan butter atau minyak goreng, supaya gak lengket waktu matang. Gepengkan adonan kulit dengan ketebalan yang disuka. Kalau aku, satu kilo terigu bisa untuk 3 bagian.

3. Olesi dengan saus tomat. Taruh bonito dan daun basil di atasnya, dan paling atas adalah keju.
4. Panggang dengan suhu 180 derajat celcius selama 30 menit.

Pizza versi dulu menggunakan tomat, daun basil dan keju yang menjadi kekhasan masakan Italia. Tomat (merah), daun basil (hijau) dan keju (putih), dianggap mewakili warna bendera Italia, sehingga pizza menjadi sajian kenegaraan bahkan diceritakan pernah dikirimkan ke beberapa negara tetangga. Versi original nya simple yah, tapi rasanya tetep OK kok, apalagi kalau sedang lapar :D Bikin dua versi pun gak papa lah, cuman karena gak ada daun basil segar, diganti ama hourenzo (bayam jepang) sahaja, gak perlu pake bonito, pakai irisan tomat saja.

Laipulaaa, kali ini, bonito ku tinggal satu kaleng sehingga adonan kulit masih sisa, akhirnya aku bungkuskan ke pisang saja. Jadinya : pizza pisang roti pisang. Lumayan buat persediaan lah.





Satu lagi adalah gratin. Resepnya versi sendiri sih...

Bahan2nya :

1. Makaroni, satu genggam (rebus dulu hingga matang.)
2. sosis ayam 2 potong, iris kecil2.
3. bawang bombay 1 biji (ukuran sedang), cincang kasar
4. mayones, garam, merica
5. susu, setengah gelas.
6. keju

Cara membuat :

Campur campur semua bahan hingga rata. Siapkan pinggan tahan panas, olesi dengan minyak. Tuang bahan ke dalam pinggan, taburi (lagi) dengan keju. Panggang 180 derajat selama 20 menit.


Semoga saja segera di karuniai kesembuhan. Minggu depan sudah final ikzem. Ya Allah, ringankanlah langkah kaki ini. Semoga juga bukan influenza, soalnya influenza di sini beda dengan flu biasa di Indonesia, sampai-sampai di beberapa wilayah ada layanan (tapi bayar) untuk vaksinasi. Ada peraturan resmi : Siswa yang terjangkit influenza baru boleh masuk sekolah lagi, 2 hari setelah demam turun. ermm...


ReAD MoRE・・・