Thursday, 28 January 2010

Manusia Apa

Manusia apa aku ini?
Waktu tercuri, tersita pikiran dan energi tapi belum ada kontribusi +_+
Ngapain aja selama ini?
Kemana saja selama ini?
Kenapa tak ada karya nyata yang bisa dinilai dari segi profesi?
Katanya sibuk meneliti, tapi gak punya jurnal yang sudah terpublikasi. :(
Katanya hari biasa pulang dinihari, akhir pekan juga teteup pergi sampai berlumut di laboratory, tapi tidak keren isi presentasi?

Manusia apa aku ini?
Saat semua orang hanya menilai dari hasil tanpa peduli proses yang dilalui,
Mungkin aku tak terdefinisi.

Atau...

Sebagai manusia aku kehilangan jati diri?
Tak punya kendali mengatur waktu sendiri?
Tak ada nyali untuk memanusiakan diri?
Masih juga tak tahu hendak dibawa kemana jasad ini pergi?


::Ya Allah, ingatkanlah diri ini untuk tetap cerdas bersyukur dan tidak terlalu lama silau dengan kilau manusia terpilih dengan segala capaiannya::

::Sebaik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya::
::Apa saya bermanfaat?
-Apakah eksistensi saya diperlukan?
-Apakah saya ada atau tidak, tidak ada bedanya?
-Atau jangan-jangan ada orang berpikir lebih baik saya tidak perlu ada?
~Semoga jawaban "YA" bisa berada tepat pada pertanyaan pertama. Saya masih ingin bermanfaat sebagai manusia~





ReAD MoRE・・・

Wednesday, 27 January 2010

Debu-debu Intan



Saya mendengar debu-debu intan pertama kali dalam serial Saint Seiya di kala saya masih kecil. Waktu itu saya tidak terlalu peduli hubungan debu, intan dan salju. Hanya sebuah keheranan tersisa, kenapa Hyoga yang sempat bertualang di Siberia pakai jurus debu intan ala Martapura? Deuh, betapa kurangnya sumber bacaan saya sehingga bertahun-tahun kemudian sbaru tahu kalau debu-debu intan hanya terjadi di negeri dingin. Bertahun kemudian setelah mengikuti serial Saint Saiya pula saya baru tahu kalau Hyoga dalam bahasa Jepang berarti gletser alias padang es berjalan.

Sebagai penikmat musim dingin saya takjub melihat fenomena debu-debu intan yang disoroti dalam siaran berita pagi ini. Kenapa? Debu intan yang biasa terjadi di Jepang Utara ternyata dijumpai pula di Gifu, sekitar 1 jam dari apartemen saya yang jelas masuk Jepang bagian tengah. Dalam suhu minus 20 derajat celcius kristal-kristal air jatuh berkilauan, menciptakan sensasi keajaiban alam yang luar biasa : Diamond Dust.

Diamond dust hanya terjadi saat langit cerah dan suhu mininal 20 derajat di bawah titik beku. Penulis Saint Seiya ternyata belajar ilmu meteorologi juga. Penulis memang perlu mengadakan riset. Saya pikir inilah daya tarik komik dan anime Jepang. Pengetahuan memang selalu memiliki daya tarik bagi siapapun, entah sadar atau tidak.





ReAD MoRE・・・

Tuesday, 26 January 2010

Tentang Ujian Kami

Kami selalu dekat dengan ujian. Sejak dulu hingga sekarang. Ujian itu berwujud kekayaan, kecerdasan , wajah yang rupawan atau juga kemiskinan, sakit, jodoh yang tak kunjung datang, juga ujian-ujian melalui orang yang kami sayangi. Ujian itu tidak akan berlangusng selamanya, namun akan selalu ada masa terberat saat dia datang bertubi-tubi. Maka saya tak heran bila kakak tertua saya sering memasang tulisan berisi jeritan hati untuk sedikit melepas beban sekaligus menguatkan hati. Ya. Kami sudah melampaui berbagai ujian hingga detik ini. Dan saya percaya, masih akan ada ujian-ujian yang akan membentuk diri kami lebih teguh.

Kalaulah surga dan ridho Allah mudah didapatkan maka Allah tidak akan menciptakan beban-baban atau ujian di dunia ini. Hukum seleksi berlaku di dunia ini untuk menentukan siapa yang paling berhak atas ganjaran terbesar yang tidak pernah terlintas dan teraba oleh fikiran kita (Al Mulk:2).

Hang in there, Sist. I belive Allah will show the best solution for us. Dont lose your faith.


ReAD MoRE・・・

Monday, 25 January 2010

Desert Imam

Malam itu ada yang baru. Sebuah menu manis yang menutup jamuan makan di Sabtu Malam. Satu cup dessert yang dibuat oleh Imam Islamic Center Nagoya. Mulai tahun ini saya sengaja untuk meluangkan waktu berkunjung ke sana. Meskipun saya akan selalu terlambat datang ke kajian karena harus partime mengajar sampai pukul 5 sore.

Saya ingin memperbaiki bacaan Quran. Dan pada Sabtu malam, kami, para muslim dari berbagai negara berkumpul dengan tujuan yang sama. Dalam beberapa pertemuan kami, saya sadar bahwa pola pikir tentang islam itu sendiri bervariasi. Momen ini menjadi ajang diskusi dan memperdalam pemahaman, meluruskan pikiran yang melenceng serta menambah pengetahuan baru. Gratis lagi! Tidak perlu bayar untuk belajar mengaji. (Ok, ok. Tidak sepenuhnya gratis. Tidak ada yang bakal menjemput sampai pintu rumah. Perlu uang buat naik subway atau kereta ke sana)

Ya, Allah mudahkanlah lidah kami untuk melafalkan ayat-ayat-Mu.
Ya, Allah dekatkanlah hati kami dengan rumah-Mu.



::: Hmm, munculnya Desert Imam makin jadi magnet buat datang. :-D Ehehe::
:: Hmm, pengen bikin juga ah. Bahannya apa yah? beras,susu segar, kacang tanah, almond, nama cream, coklat...uhmm :::


ReAD MoRE・・・

Saturday, 23 January 2010

13 Universitas Terpilih Jepang

Kendala bahasa menjadi salah satu penghambat bagi mereka yang ingin kuliah di Jepang. Namun ada program-program khusus yang diselenggarakan dalam bahasa Inggris oleh 13 Universitas Terpilih di Jepang. Inilah universitas yang terpilih untuk menjalankan Global 30 Program, yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan internasional universitas-universitas Jepang, disertai penawarkan pendidikan dan riset yang berkualitas. Program ini dimulai tahun 2009, masih fresh dari Jepang, belum banyak yang tahu informasinya! Kalau baca artikel ini, buruan gali lebih dalam infonya~~!!

Silakan telusuri lebih lengkap di sini .

Kalau saya baru lulus SMA tahun 2009 saya akan tertarik buat daftar ke Osaka University mengambil program S1 Double Major Course in Chemistry & Biology. Sedeket yang saya tahu, Osaka University termasuk universitas terbaik untuk jurusan ini selain berbagai kemungkinan akses akademis dan beragam pilihan penelitian dengan pendekatan dari sisi kimia maupun biologi. Alasan lain adalah jarangnya jurusan yang diajarkan dalam bahasa Inggris di Universitas Negeri Jepang untuk program S1. Bahasa Jepang insyaAllah bisa dipelajari sambil jalan. Ah, tidak juga ->Kalau mendapat beasiswa Monbusho/Mitsui Bussan, akan ada program belajar bahasa Jepang sebelum memulai kuliah.

Lalu satu hal khusus lagi, program ini memberikan kesempatan untuk lulus dalam 3 atau 3,5 tahun bagi mahasiswa berprestasi. Bagi mereka yang tidak sempat ikut program akselerasi sewaktu menempuh pendidikan di Indonesia dan merasa ingin lulus S1 dengan cepat, program ini akan sangat menarik. Secara normal, untuk lulus S1 di Jepang memerlukan waktu 4 tahun. Beberapa Universitas memberikan peluang khusus bagi mereka yang berprestasi untuk menyelesaikan S1 dan S2 dalam 5 tahun.

Namun kata seorang sensei saya, program ini kurang baik bila hendak melanjutkan karir secara akademik. Loh kenapa yah? Bukannya lulus cepat itu bisa dibaca bahwa dia adalah mahasiswa yang tidak biasa-biasa saja? Ternyata, konon katanya untuk program 5 tahun ini seorang mahasiswa tidak mendapat ijasah sarjana, namun hanya mendapat ijasah Master. Beberapa institusi kolot (di Indonesia?) yang ngotot meminta ijasah sarjana tidak akan bisa dijadikan pilihan kelanjutan karir. Pilihannya, bekerja di perusahaan swasta, wiraswasta, atau melanjutkan pendidikan hingga PhD, posdoct lalu menjadi profesor di kemudian hari.

(catatan : ada 2 orang Senior yang saya tahu menyelesaikan master dalam 5 tahun. Dua-dua bukan manusia biasa. hhuhuu)


::InsyaAllah bikin review setelah berhasil meluangkan waktu::


ReAD MoRE・・・