Thursday, 26 November 2009

Idul Adha 1430 @ Nagoya

Saya berencana turut dalam sholat Idul Adha di Port Messe, besok 27 November 2009.
InsyaAllah sholat dimulai pada pukul 10.00 waktu Jepang bertempat di Koryu Center, Lantai 3, Kaigi Hall. Dijadwalkan para jamaah sudah hadir pada pukul 09.30. Siapa datang duluan, dapat shaf barisan depan.

Akses ke Port Messe Nagoya :
1. Naik Aonami line dari Nagoya station, turun si Kinjofuto station. (recommended)
waktu tempuh : kereta 24 menit, jalan kaki 5 menit.
2. Naik sepeda dari rumah berbekal selembar peta dari googlemap.
3. Bagi yang berkendaraan pribadi bisa mengandalkan navigasi berbekal nomor tujuan : 052-398-1771 (Port Messe).


ReAD MoRE・・・

Friday, 16 October 2009

Beasiswa ke Tsukuba [S1]

Kesempatan buat anak SMA yang jago English n pingin kuliah di Tsukuba, Jepang. Tahun lalu Univ ini masuk peringkat 4 di Jepang. Kampusnya luas dan bagus, kotanya nyaman, bukan kota besar sih... pusat balai2 penelitian di Jepang. Science City.


http://www.intersc. tsukuba.ac. jp/01prospective/scholarships. htm#TsukubaScholarship 2010 University of Tsukuba “Tsukuba Scholarship” for undergraduate English course students

The University of Tsukuba invites applications from international students for the 2010 University of Tsukuba “Tsukuba Scholarship” as per the guidelines outlined below. The University of Tsukuba’s “English Course Program”, which will commence in the 2010 academic year, is newly established program through which international students studying at the University of Tsukuba at the undergraduate level can earn their academic degrees by taking classes only in English.

1. PurposeThe purpose of this scholarship is to provide financial support for exceptional international students who are applying to enter the University of Tsukuba’s English Course Program at the undergraduate level, thereby contributing to the cultivation of people who can make future contributions to international society.

2. Application Qualifications and ConditionsApplicants for this scholarship must fulfill the following conditions: Nationality: Applicants whose nationality is of a country other than Japan (limited to those countries with which Japan has diplomatic relations). Applicants who fulfill the qualifications for entering the English Course Program in any of the following undergraduate schools:(reference) Courses to be established in 2010Undergraduate Program of International Social Studies, School of Social and International Studies Interdisciplinary Course of Life and Environmental Sciences, School of Life and Environmental Sciences Applicants who, upon entering the University of Tsukuba, do not receive nor expect to receive a scholarship or scholarships from any other scholarship- granting organizations or bodies for the purpose of studying abroad. 

3. Duration of ScholarshipThe duration of the scholarship will be from the first month of entering the university until the end of the applicable academic year (August 2010 to March 2011). From April 2011, students may apply for other scholarships from the University of Tsukuba or from other scholarship- granting organizations or bodies. 

4. Scholarship Amount DetailsTravel expenses: The scholarship will pay a uniform amount of 100,000 yen for travel expenses to Japan from abroad when entering the University of Tsukuba. However, this travel expense payment is limited to those recipients who will be newly coming to Japan from abroad for the purposes of entering the University of Tsukuba. Monthly stipend: Scholarship recipients will receive one of the following monthly stipends based on their results in the entrance examination etc. Class 1:100,000 yen per month Class 2: 60,000 yen per month Enrollment fee and first-year tuition exemptions: In addition to the above noted travel expenses and monthly stipend, scholarship recipients will receive exemptions from paying their enrollment fee (a one-time only fee of 282,000 yen) and their first-year tuition (from August 2010 to March 2011, 357,200 yen), for a total of 639,200 yen. 

5. Number of Scholarships Available

Class 1:5

scholarships Class 2: 8 scholarships

6. Application Documents 2010 University of Tsukuba “Tsukuba Scholarship” Application Form (attached form) 1 copy 

7. Application PeriodApplicants for this scholarship should send by mail the “2010 University of Tsukuba ‘Tsukuba Scholarship’ Application Form” (see Item 6) to the following address during the application period indicated in the application guidelines for the English Course Program. Please note that application documentation arriving later than the prescribed application period will not be accepted. Address for submitting application documentation: International Student CenterUniversity of TsukubaTennodai 1-1-1Tsukuba-shi, Ibaraki-ken JAPAN305-8577 

8. Selection and Notice of DecisionScholarship recipients will be selected based on a comprehensive assessment of their application documentation, the results of their interview (in cases where interviews are conducted for university admission), and the content of their scholarship applications. Results of the scholarship selection will be sent to all applicants for university admission together with the notice of their entrance examination results.Please note: All information that applicants for the 2010 Tsukuba Scholarship submit on the "2010 Tsukuba Scholarship Application Form" will be held in strictest confidence and be used only for the selection of scholarship recipients.This information will NOT be used in connection with the University of Tsukuba entrance examination or admission to the applicant's prospective undergraduate school, and this information has no bearing whatsoever on the results of the entrance examination. 


9. Obligations of Scholarship RecipientsScholarship recipients are expected to fully understand the educational purpose of the English Course Program that is conducted in their affiliated undergraduate school. Furthermore, it is expected that scholarship recipients consistently display leadership skills in educational activities undertaken with other students at the University of Tsukuba as well as any other activities.

10. Special NoteThe scholarship will be revoked if any of the following situations occur: If the scholarship recipient has falsified any part of the application documentation. If the scholarship recipient take a leave of absence, withdraws or is expelled from his/her program of study because of disciplinary measures. If the scholarship recipient has displayed behavior in his/her studies or lifestyle that is deemed unsuitable.

11. Inquiries Regarding the Tsukuba Scholarship for 2010Inquiries may be directed to: The Division of International StudentsDepartment of Global ActivitiesUniversity of TsukubaTel: +81-29-853-6086Fax: +81-29-853-6204 Email: isc-somu@un. tsukuba.ac. jp 


ReAD MoRE・・・

Tuesday, 25 August 2009

Pengakuan

Sesuai dengan tata krama di sini, saya harus memberitahukan kelulusan ujian master saya kepada Profesor pembimbing. Maka, pagi saya saya menuju ruangan beliau. Alhamdulillah beliau ada di tempat. Menurut jadwal, beliau akan terbang ke hokkaido mengikuti konferensi ilmiah. Minggu-minggu sebelumnya beliau juga disibukkan dengan berbagai agenda ilmiah lain, sehingga untuk bertemu di luar appointment boleh dikatakan sulit.

Info yang saya peroleh hari ini dari pertemuan dengan beliau :

1. Kuliah Master di Jepang dipandang dari siapa prof pembimbingnya, bukan dari label universitasnya. Makanya kening beliau agak berkerut waktu saya menyebutkan nama bakal profesor pembimbing saya. Betul, saya pindah bidang. Makanya beliau sepertinya belum pernah mendengan nama ini.

2. Urusan cari kerja juga tergantung dari Fakultas. Jangan sampai masuk ke fakultas MIPA di Jepang, soalnya sensei tidak akan mau ikut repot mengurusi masalah kerja atau kelanjutan karir pasca kelulusan. ((Well, mungkin hanya di Nagoya University sih. Lagian... jarang ada mahasiswa asing yang masuk MIPA tanpa ikatan dinas sebelumnya negaranya)).

3. Tidak perlu gak enak hati untuk menyatakan kata hati. Be your self. No pretending.

eniwei....... glovebox tempat eksperimen saya sedang tidak bisa dipakai. Jadi pengangguran tiga hari. 


ReAD MoRE・・・

Friday, 14 August 2009

Teteup ikutan?


"Gua khan udah bayar! Gak mau rugi!"
"Ya. Tapi khan artinya harus belajar lagi. Selain itu, lo bukannya cuma merebut jatah kursi orang yang pengen masuk..."
"Paling gak, pilihan gua khan nambah..."
"Bukannya sudah ada yang ngasih pilihan yang baik? Well, it  wasnt the official one, though."
"Yay. Justru ituhh! Karena belon nerima pengumuman secara resmi itulah, buat jaga-jaga."
" Ok. Ok.... Selamat berjuang saja lah!"
"Tapi, kalo dipikir-pikir, udah males belajar euy... jujur sih, dengan belajar tanpa ngoyo, pengen tau bisa lulus atau enggak. hueqeqeeq"
"Haik haik... 好きにしろ!"






ReAD MoRE・・・

Friday, 7 August 2009

Bersama Cobaan, Ada...

”結果は。。。合格です。”

Mimpi? Ah, ternyata tidak. Oops. Alhamdulilah! Siapa sangka saya akan mendapatkan hasil ujian Master, langsung setelah wawancara berakhir. Tapi itu yang terjadi hari ini. Bukan hanya itu....

"試験の結果を見たら、入学料と学費は免除できます。あとは、生活費ですね。まあ、国費に比べたら大したものじゃないけど、奨学金を提供します。 と。。 バイトですね。”

Ya, Allah. Maka manakah nikmat-Mu yang bisa aku dustakan?
Perasaan, kemarin saya baru saja ikut ujian tulis, hari ini wawancara, dan hari ini pula saya merasa tidak punya alasan untuk menolak tawaran ini.

Sungguh berbeda dengan univ lain yang tidak memberikan respon apapun selama 5 bulan pasca wawancara. => saya terlanjur sakit hati sekaligus ragu dengan janji-janji dan komitmen berbusa-busa yang digemborkan. Huh! *tapi sebenarnya ngarepin sih, setidaknya sampai 2 minggu lalu*




Sungguh sudah satu bulan ini saya berada dalam keadaan yang sempit. Ayah mendadak kena stroke. Kondisi beliau tidak stabil, demam 39 derajat, dan tidak sadar. Saya ingin segera pulang, namun kakak saya melarang.

"Nanti saja. Sekarang konsentrasi dulu buat ujian master kamu," begitu katanya.

Saya menurut. Sebagai gantinya tiap hari saya menanyakan perkembangan kondisi ayah. Alhamdulillah kondisi beliau perlahan membaik. Maka yang menjadi pikiran berikutnya adalah biaya rumah sakit. Kami bukan keluarga PNS dan meskipun miskin, tidak punya askes. Biaya kamar, obat dan lain-lain menurut estimasi saya akan mencapai angka jutaan rupiah. Tabungan saya tinggal sedikit setelah (hampir) semuanya saya kirim untuk membayar hutang keluarga. Akhirnya saya menelepon seorang sahabat. Biasalah, ngutang :D

Alhamdulillah sahabat itu percaya kalau saya akan mengembalikan sesuai janji (well, ini bukan pertama kali sih, saya sering kepepet kok :D ) sehingga setidaknya saya bisa sedikit lega soal biaya rumah sakit. Selanjutnya adalah menunggu upah baito ditransfer ke rekening saya buat bayar utang.

Sekitar dua hari lalu saya mendapat khabar kalau ayah sudah sadar, bisa buka mata dan bisa merespon saat diajak bicara meskipun dengan suara pelo yang tidak jelas. Ini kemajuan dari seseorang yang kena stroke. Hari yang sama kakak minta ijin saya untuk men-scan kepala ayah untuk mengetahui penyebab stroke. Biasanya terjadi pendarahan di otak, katanya. Kenapa minta ijin segala? Hihi, karena saya yang bayar biayanya. Enam ratus ribu rupiah kalau tidak salah ingat. Kenyataannya, scan tidak bisa dilakukan dengan segera karena mesinya tidak dalam kondisi yang bagus (baca : rusak T_T ).

Uang di rekening saya bersisa beberapa RIBU yen. Alhamdulillah saya masih ada sisa beras untuk bertahan sampai beasiswa turun bulan ini. Alhamdulillah seorang sahabat yang hendak meinggalkan Jepang mewariskan energen, milo dan sambal pecel yang bisa saya pakai survival. Alhamdulillah uang saya masih cukup untuk beli kecambah dan telur.

Tapi tapi... gimana dengan tahun depan? Beasiswa saya berakhir bulan Maret 2010. Artinya, saya tidak bisa leluasa mengirim uang ke Indonesia. Artinya, ayah harus segera diikutkan terapi selagi masih ada biaya. Artinya saya harus kembali berburu beasiswa.

Sebenarnya kekhawatiran ini sudah ada semenjak tahun lalu, maka saya membuat 5 rencana untuk 2010.

1. Plan A : Daftar discovery scholarship dari KAUST, lumayan nambah uang kiriman. Alhamdulillah lolos jadi finalist dan saya sebenarnya cukup yakin akan diterima hingga 5 bulan setelah wawancara tiada khabar berita, keyakinan saya pudar lah sudah. Univ kayak gini gak bisa diharapkan! *to katteni kimeta*
2. Plan B : Daftar NUGELP, ada peluang bebas biaya kuliah selama dua tahun n dapet beasiswa. Gak terlalu repot karena Nagoya University masih ada di Nagoya :D. Sambil berencana untuk internship ke Eropa setelah lebaran 2010.
3. Plan C : Bertahan di NIT, melanjutkan penelitian yang sekarang, dapet hasil bagus, ikut conference dalam dan luar negeri, lalu mengajukan keringanan biaya kuliah sambil mohon bantuan sensei buat beasiswa. Setelah lulus ujian master di NIT, rencana saya akan menghadap sang profesor, mengutarakan kondisi finansial saya. Masak tega sih membiarkan saya terlantar dan menderita setelah banyak berusaha.... Allah saja maha pemurah kok!
4. Plan D : Daftar beasiswa Erasmus Mundus ke Eropa. Saya sudah mempersiapkan motivation letter, surat rekomendasi, transkip nilai dalam bahasa Inggris dan ikut ujian TOEFL yang alhamdulillah skornya memenuhi persyaratan buat daftar. Tinggal menunggu pendaftaran dibuka saja bulan November.
5. Plan E : Pulang memanfaatkan fasilitas terakhir dari Monbusho, sambil kirim email ke sempay-sempay memohon info peluang kerja . *melasnya diriku T_T* tapi secara diam-diam pengen kong-kalikong ama garuda supaya tiketnya bisa dibikin PP, terus bertahan di Jepang dg visa extensi 3 bulan : mati2an ngumpulin modal usaha.

Maka hari ini, saya memutuskan untuk menjalankan Plan B. Bertahan sedikit lebih lama di Jepang sambil kuliah di program internasional. (baca: kuliahnya dalam bahasa Inggris). Pengalaman dua kali ujian di Jepang (Memang sengaja tidak pakai suisen sih, yang pertama karena ingin tahu seberapa susah masuk Univ dengan jalur biasa, yang kedua, karena emang gak bisa mengajukan suien ;D :D ) meyakinkan saya bahwa Allah tuh sesuai dengan persangkaan hamba-Nya. Dan Allah tahu mana yang lebih baik. Hmm, mungkin hanya untuk kasus saya, atau saya aja yang ke-geer-an.

Misalnya :
1. Saya yakin dapet perpanjangan beasiswa meskipun saya punya dua nilai B dan satu nilai C sewaktu di kosen. Konon kalau tidak AAAAAAAAAaaaaa semua, susah dapet. Itu mah bo'ong. Kalau memenuhi syarat insyaAllah dapet.
2. Saya menyangka dapet perpanjangan 2 kali susah, lalu bikin 5 rencana di atas sambil giat baito. Akhirnya nilai saya jadi gak memenuhi syarat buat perpanjangan monbusho. Coba saya optimis kalau asalkan nilai saya di Univ AAAaaaaaaaa semua, insyaAllah dapet, mungkin saja saya bisa dapat. Alasannya : Nilai saya memenuhi syarat. Saingan saya sesama penerima monbusho di Univ ini cuman satu biji. **Studi kasus dan pengalaman mengatakan perpanjangan monbusho kedua kalinya itu, hanya bisa merangkul satu anak saja dalam satu universitas, dengan nilai AAAAAAaaaaaa semua (atau SSSSSSSSS sss semua kali yah). Perpanjangan ketiga kali juga bisa, kalau masih kekeuh pingin kuliah ^_^.

Dua tahun lalu saat saya ikut ujian transfer ke Universitas, sebagian besar waktu saya tercurah untuk persiapan ke Kyoto University. Sampai dibela-belain belajar kalkulus di ruang sensei lulusan Todai, menyambangi ruang-ruang sensei buat mengerjakan soal-soal tahun sebelumnya bersama-sama, dll, dll, dll. Intinya pengen bener masuk sana lah. Kenyataannya saya gagal dan justru diterima di Hiroshima univ, yang saya mulai belajar 3 hari sebelum berangkat ujian, juga di NIT, dimana saya hanya belajar mengerjakan soal tahun-tahun lalu, yang saya download 2 minggu sebelum ujian. Nah loh!

Saya tidak ingin mengatakan saya lulus di dua univ itu karena saya pintar. Tapi secara Dia sudah mengatur suapaya soal yang keluar adalah soal yang bisa saya kerjakan. *Ohoho, sepertinya masih ada yang ragu*. Kasus ini kembali berulang tahun ini saat saya daftar ke Nagoya University. Saya baru belajar sejak minggu ke-4 Juli, sedangkan ujian adalah tanggal 6 dan 7 Agustus. Seperti biasa, saya hanya donlot soal-soal tahun lalu, lalu mendekam dalam perpusatakan baca beberapa buku yang relevan dengan soal yang ada.

Ternyata soal yang keluar di Ujian, sedikit berbeda dengan yang saya pelajari. Tapi Alahmdulillah waktu SMA dulu saya cukup rajin mendengarkan dan memahami penjelasan guru, sehingga saya bisa menjawab dengan baik *menurut saya,loh*.

Intinya sih, percaya gak percaya, saya percaya kalau Allah sudah mengatur segalanya kok. Sukses atau tidak itu wilayah Allah, maka tugas saya sebagai manusia yang (ingin) baik adalah berusaha semaksimal mungkin, mencari kesempatan sebanyak mungkin (karena khan kita gak tau mana yang benar-benar baik, khan?), lalu tidak segara patah arang bila ternyata pilihan yang kita ambil terntara jalan yang terjal. InsyaAllah selalu ada kemudahan bersama cobaan.

Sekarang saya masih merasa serasa mimpi. Masak sih ada calon mahasiswa yang langsung dipanggil ke kantor kepala program, diberitahu bahwa dia lulus, ditawari beasiswa dan digratiskan kuliahnya, lalu dihadiahi buku untuk dipelajari sehubungan dengan program master yang dia pilih.... Percaya gak percaya, saya mengalaminya siang tadi. Satu jam sebelum sholat Jumat, 2 menit setelah wawancara. Jadi? Apa sih yang bikin pesismis atau gak yakin?

*Setelah sholat Jumat saya menelepon rumah untuk memberitahukan bahwa saya lulus ujian, eh, saya mendapat berita yang lebih baik : Ayah sudah berada di rumah! Ayah sudah keluar rumah sakit, meskipun masih lumpuh dan hanya berbaring. Alhamdulillah.



ReAD MoRE・・・