Tuesday, 2 February 2010

Ransum Presentasi

Hari Ini Mid presentasi saya sebelum defense thesis tanggal 1 Maret, nanti. Bismillah. Semoga dalam bahasa Jepang saya yang belepotan bisa tersampaikan inti yang ingin diungkapkan. Doa nabi Musa saat hendak menyeru kepada kaumnya :

"Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku dan
lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku"

(QS Thaha [20]: 25-28)




ReAD MoRE・・・

Monday, 1 February 2010

Jepang Memang!

01022010 <--- dibaca dari depan atau belakang sama. Hueqeqeq.

Well...
Setelah mendengar cerita seorang senior saya pasca kunjungannya ke Washington DC, ternyata mekin menguatkan kesimpulan bahwa :

1. Orang Jepang jauh lebih ramah.
Tidak pernah terbayangkan kalau saya mengalami kesulitan di tempat umum, stasiun misalnya, lalu petugas yang saya mintai tolong hanya berteriak dari ruangannya sambil memberikan komando. Di Jepang saya terbiasa melihat para petugas tergopoh-gopoh, berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. Eh, jangan-jangan saya akan mengalami shock berkelanjutan saat keluar dari Jepang? Ya, itu yang saya alami saat mudik ke Indonesia, atau dalam kunjungan ke negara lain.

2. Subway di Jepang lebih bersih dan nyaman.
Washington DC ternyata sebuah kota tua tanpa banyak bangunan tinggi. Luasnya hanya setengah dati Nagoya. Kecil, dunk. Di sana tak ada kereta, hanya ada subway yang dikisahkan bernuansa seram dan gelap (glek).

Pengalaman seorang sahabat baik saya setelah kunjungannya ke Austria juga menyatakan keterkejutannya. Disangka negara-negara eropa memiliki peradaban lebih tinggi, sehingga yang akan dijumpai adalah kota-kota yang bersih dan masyarakat dengan akhlak yang baik. Hmm, ternyata tidak juga.

Pada sisi lain, jumlah muslim di Jepang semakin banyak. Teman satu angkatan saya yang jadi mualaf tahun lalu bercerita tentang cita-cita menempelkan label halal dalam produk-produk di Jepang. Kalau proyek ini terwujud, subhanallah, hidup di Jepang akan semakin lebih mudah.

Kesimpulan saya : Setelah tinggal di Jepang dimana semuanya terasa baik, indah, praktis dan mudah, akan membuat rawan culture-shock saat mengunjungi negeri lain. Jadi, sebelum shock yang ditimbulkan makin parah, segera tinggalkan Jepang. Atau, berusaha agar tidak keluar Jepang sekalian. Huehuehue


ReAD MoRE・・・

Wednesday, 27 January 2010

Debu-debu Intan



Saya mendengar debu-debu intan pertama kali dalam serial Saint Seiya di kala saya masih kecil. Fenomena ini terjadi juga di Gifu, sekitar 1 jam dari apartemen saya, dalam suhu minus 20 derajat celcius. Kristal-kristal air jatuh berkilauan, menciptakan sensasi keajaiban alam yang luar biasa : Diamond Dust.

Diamond dust hanya terjadi saat langit cerah dan suhu di bawah titik beku. Penulis Saint Seiya ternyata belajar ilmu meteorologi juga. Penulis memang perlu mengadakan riset. Harus.

::Videonya video tahun lalu, uhuhu::



ReAD MoRE・・・

Tuesday, 26 January 2010

Tentang Ujian Kami

Kami selalu dekat dengan ujian. Sejak dulu hingga sekarang. Ujian itu berwujud kekayaan, kecerdasan , wajah yang rupawan atau juga kemiskinan, sakit, jodoh yang tak kunjung datang, juga ujian-ujian melalui orang yang kami sayangi. Ujian itu tidak akan berlangusng selamanya, namun akan selalu ada masa terberat saat dia datang bertubi-tubi. Maka saya tak heran bila kakak tertua saya sering memasang tulisan berisi jeritan hati untuk sedikit melepas beban sekaligus menguatkan hati. Ya. Kami sudah melampaui berbagai ujian hingga detik ini. Dan saya percaya, masih akan ada ujian-ujian yang akan membentuk diri kami lebih teguh.

Kalaulah surga dan ridho Allah mudah didapatkan maka Allah tidak akan menciptakan beban-baban atau ujian di dunia ini. Hukum seleksi berlaku di dunia ini untuk menentukan siapa yang paling berhak atas ganjaran terbesar yang tidak pernah terlintas dan teraba oleh fikiran kita (Al Mulk:2).

Hang in there, Sist. I belive Allah will show the best solution for us. Dont lose your faith.


ReAD MoRE・・・

Monday, 25 January 2010

Desert Imam

Malam itu ada yang baru. Sebuah menu manis yang menutup jamuan makan di Sabtu Malam. Satu cup dessert yang dibuat oleh Imam Islamic Center Nagoya. Mulai tahun ini saya sengaja untuk meluangkan waktu berkunjung ke sana. Meskipun saya akan selalu terlambat datang ke kajian karena harus partime mengajar sampai pukul 5 sore.

Saya ingin memperbaiki bacaan Quran. Dan pada Sabtu malam, kami, para muslim dari berbagai negara berkumpul dengan tujuan yang sama. Dalam beberapa pertemuan kami, saya sadar bahwa pola pikir tentang islam itu sendiri bervariasi. Momen ini menjadi ajang diskusi dan memperdalam pemahaman, meluruskan pikiran yang melenceng serta menambah pengetahuan baru. Gratis lagi! Tidak perlu bayar untuk belajar mengaji. (Ok, ok. Tidak sepenuhnya gratis. Tidak ada yang bakal menjemput sampai pintu rumah. Perlu uang buat naik subway atau kereta ke sana)

Ya, Allah mudahkanlah lidah kami untuk melafalkan ayat-ayat-Mu.
Ya, Allah dekatkanlah hati kami dengan rumah-Mu.



::: Hmm, munculnya Desert Imam makin jadi magnet buat datang. :-D Ehehe::
:: Hmm, pengen bikin juga ah. Bahannya apa yah? beras,susu segar, kacang tanah, almond, nama cream, coklat...uhmm :::


ReAD MoRE・・・