Sunday, 13 January 2008

Pengukuhan Kedewasaan



Hari ini menjadi penting bagi orang Jepang yang meraih usia 20 pada setahun yang lalu. Secara hukum, seseorang sebelum usia 20 tidak boleh merokok, dilarang minum sake dan belum punya hak pilih dalam pemerintahan. Usia ini seolah menjadi gerbang kebebasan sacara hukum untuk menikmati sedikit kenikmatan dunia. Upacara pengukuhan ini dilakukan di minggu kedua bulan Januari setiap tahunnya di seluruh Jepang. Mungkin sebagian besar kita heran, seperti apa sih usia 20 itu hingga pengukuhannya sampai jadi hari libur nasional?!
-liburnya adalah hari Senin di minggu kedua Januari-


Salah seorang rekan satu lab-ku sempat berlari kesana kemari untuk mencari pinjaman kimono yang akan dikenakannya hari ini. Sebegitu repotnya kah persiapan upacara pengukuhan ini? Yang aku tahu, pikiran yang terkandung dalam upacara ini bermula pada masa pasca perang dunia kedua saat Jepang menderita kekalahan, kemiskinan marak dimana-mana, dan sumber daya alam yang minim, memaksa mereka untuk memberdayakan satu hal yang tersisa : SDM. Mereka percaya bahwa untuk membangun sebuah negara yang hebat, setiap rakyatnya harus bisa tumbuh secara fisik maupun pikiran. Harapan ini dikristalkan dengan hari libur nasional dengan pesan, setiap orang yang memahami perasaan orang dewasa pasca perang untuk membangun negara adalah langkah pertama dari anak-anak menuju dewasa. Tapi apakah pesan ini masih sampai ke semua generasi muda Jepang sekarang?


Sekelompok anak muda justru membuat kerusuhan hanya beberapa saat mereka dikukuhkan menjadi `dewasa` hari ini. Bisa jadi usia 20 hanya menjadi pembenaran secara hukum mengenai merokok dan mabuk. Berita di TV pun tak akan menampakkan sosok pelaku kejahatan remaja karena masih dianggap belum dewasa dan sukar dijerat dengan hukum pidana. Padahal sudah terjadi beberapa kasus pembunuhan oleh anak di bawah 20 tahun. Errm, jadi inget pesan sponsor lama : menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan.


ReAD MoRE・・・

Saturday, 12 January 2008

Dapur Tanpa Api

Sebenarnya aku ingin melihat-lihat suasana asrama yang insyaAllah akan aku tinggali mulai April selama satu tahun ke depan. Sayang,gedungnya direnovasi hingga pertengahan Maret, dan rasanya tak ada untungnya menyusup masuk ke dalam hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu. Seiring dengan isu lingkungan yang sedang heboh, termasuk plastik bungkus di pasar yang tak lagi boleh diberikan secara gratis mulai bulan depan, nampaknya upaya-upaya menuju teknologi ramah lingkungan tengah digalakkan di Jepang. Dalam selebaran yang aku terima, salah satu fasilitas yang diperbarui adalah pemanas IH. Apaan sih IH? -mungkin dah banyak yang tahu kalee-

IH singkatan dari Induction Heating (pemanasan melalui induksi), yaitu proses pemanasan objek logam melalui induksi elektromagnetik. Sejak tahun 2003, penggunaan pemanas IH ini mulai banyak dipakai dalam rumah tangga. Pertama kali aku menjumpainya tahun 2004 ya iyaa lah, dateng ke Jepang juga tahun itu saat berkunjung ke asrama salah seorang kawan. Kompor di rumah saja masih pakai minyak tanah, kadang pake arang atau kayu bakar, bersentuhan dengan kompor gas masih jarang, eh langsung ketemu dengan kompor yang flat seperti layar TV datar. Waktu itu sempat heran, tanpa api dan tidak terasa panas, pegimane caranya bisa untuk masak?

Karena penasaran (tapi punya kesempatan nulis baru sekarang ^__~; )akhirnya nyari-nyari prinsip kerja mesin ini via internet deh. Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut: (ingat2 pelajaran SMA lagi yukkK)




    • Kalau kawat konduktor dialiri arus listrik, maka di sekelilingnya akan terbentuk
      garis gaya magnet.

    • Jika kawat konduktor itu dibentuk kumparan dan di dekatnya diletakkan materi
      yang dapat menghantarkan listrik (biasanya logam), maka logam tersebut akan
      menerima pengaruh garis gaya magnet lalu di dalam logam tersebut akan mengalir arus eddy

    • Nah, setiap logam biasanya memiliki hambatan listrik, dan arus yang mengalir dalam logam tersebut akan menghasilkan joule heating sebesar P = I^2 × R,
      dimana P adalah daya, I untuk arus, dan R untuk hambatan, daya inilah yang keluar sebagai panas dan proses yang berlangsung dinamai pemanasan lewat induksi.

Lalu kenapa pihak asrama sampai rela mengganti kompor gas yang ada dengan kompor tipe ini? Tentunya ada beberapa kelebihan pemanas ini dibandingan dengan kompor biasa.



1. Bertenaga (Powerful) dan Efisien


Pada kompor IH, energi yang terbuang hampir tidak ada, pengubahan energi listrik ke panas berlangsung dengan efektif. Sehingga dengan daya listrik lebih kecil, kompor IHmampu mendidihkan air lebih cepat dari kompor gas. Tapi, jika dibandingkan dengan sistem pembakaran seperti pada kompor gas yang menyebabkan daerah sekeliling panci juga ikut panas, sistem IH hanya memanaskan daerah sekitar alas. sehingga akan ada beberapa jenis masakan yang kurang cocok jika menggunakan sistem IH ini. kesimpulannya adalah: efektifitas panas yang dihasilkan di sini tidak selalu disertai dengan efektifitas dalam proses memasak.

2. Tidak mengeluarkan api


Berbeda dengan pemanasan yang menggunakan api, sistem IH yang tidak menggunakan api ini menghasilkan kemungkinan terjadi kecelakaan luka bakar yang rendah dan tingkat keamanan yang tinggi. selain itu, proses ini juga tidak memanaskan udara di sekitarnya, sehingga orang yang sedang berada di dekat alat masak IH tidak akan merasa kepanasan.

3. Mudah dalam mengatur tingkat kepanasan


Melalui pengaturan jumlah arus listrik yang mengalir di kumparan, tingkat kepanasan IH dapat dengan mudah disesuaikan dengan panas yang dibutuhkan.

4. Tingkat keamanan yang tinggi


Hal ini sesuai dengan keuntungan nomer 2 di atas, karena tidak mengeluarkan api resiko luka bakar hampir tak ada. Resiko kebakaran karena jilatan api yang menari-nari karena angin jugabisa dikatakan mendekati nol. Selain itu, dalam keadaan kumparan teraliri arus listrik, permukaan IH tidak akan terasa panas jika disentuh dengan jari yang hanya akan teraliri listrik dalam jumlah kecil (dalam kondisi tidak sedang menggunakan logam seperti cincin, gelang, dkk). Tidak adanya proses pembakaran menyebabkan tidak adanya risiko terjadinya kekurangan oksigen dalam ruangan. Tapi ingat, menyentuh panci, wajan atau alat masak dalam keadaan panas tentu saja bisa menyebabkan luka bakar loh.


5. Cantik


Kenapa? Karena wujudnya saja mirip TV layar datar yang dihadapkan ke atas. -halah- Cara membersihkannya juga mudah dan terhindar dari ancaman ditumbuhi jamur nakal saat lembab. Hal ini bisa dijelaskan oleh tak adanya api, sehingga tak ada proses pembakaran yang menghasilkan uap air di udara penyebab kelembaban.


6. Ekonomis


Dengan kemampuan tak jauh berbeda dengan kompor gas, kompor IH memerlukan lebih sedikit energi untuk keperluan yang sama sehingga tagihan listrik juga lebih murah. Selain ramah lingkungan, kompor ini juga ramah dompet.


Meski kelebihannya banyak, tidak semua panci/wajan bisa dipakai dengan kompor ini. Menurut persamaan di atas, semakin besar hambatan semakin besar pula daya yang dihasilkan. Makanya logam berhambatan listrik rendah seperti aluminium (yang cepat panas-> cocok buat bikin mie instant!!) tidak cocok dipakai untuk kompor ini . Setelah pindahan nanti tetap harus merogoh kocek lebih dalam untuk belanja peralatan masak. Apanya yang ramah dompettTt... iklannya nipu!


ReAD MoRE・・・

Telaga Soklat di Tahun Baru

Sepertinya 26 Desember menjadi tanggal yang penuh arti bagi sebagian orang di Indonesia. Bencana Tsunami di Aceh terjadi pada tanggal itu dan tahun 2007 lalu banjir yang melanda kota kelahiranku berlangsung pada hari yang sama. Banjir pertama yang aku tahu di Ponorogo! Dengar-dengar banjir kali ini terjadi setelah hujan yang sangat deras turun terus-menerus sehari semalam sehingga sungai tak mampu lagi menampung volume air yang berlipat-lipat dari biasanya. Banjir akhir tahun kali ini nampaknya tak hanya melanda kota kecilku saja, wilayah lain di Indonesia sedang mendapat kiriman yang sama dari alam.


Alhamdulillah rumah tak sempat mencicipi rendaman air di akhir tahun. Dan yang sedikit senang dengan adanya bencana ini adalah adikku yang menyamar sebagai sukarelawan ke tempat pengungsi akibat sekolah diliburkan karena jalan ke beberapa daerah putus oleh banjir atau tanah longsor. Kesempatan menyaksikan fenomena yang jarang terjadi di kota kecil. Huehe huehe huehehehehehH...


Banjir pertama yang aku kenal tentunya ada dalam kisah Nabi Nuh. Bukan hendak menyamakan bahwa banjir diturunkan sebagai hukuman melainkan lebih pada kesigapan manusia menghadapi bencana. Nah loh, bukannya ada jurusan planologi alias tata kota yang bisa mengatur sebuah kota lebih terstruktur? Teknik sipil yang memilih materi tepat untuk bangunan dan teknik arsitektur yang membuat sosoknya nyaman dipandang mata?

Jujur saja, untuk suasana dalam kota, aku cukup bisa berbangga dengan kota kecilku. Jalannya lumayan lebar dan hampir di setiap persimpangan jalan ada semacam tugu yang cukup artistik. Kenapa infrastruktur kota menjadi penting? Tentunya untuk menjamin ketentraman dan kenyamanan hidup masyarakatnya dong. Lebih dari 1000 tahun yang lalu Khalifah Umar bin Khattab pernah memerintahkan Gubernur Mesir Amr bin Ash agar 1/3 dari APBN untuk membangun sungai buatan dari Fustat (sekarang Kairo) hingga pelabuhan Suez untuk memudahkan arus barang antara Hijaz dan Mesir. Jaman itu saja sudah dirasakan pentingnya peran infrastruktur kota dalan mendukung kegiatan niaga yang menjadi pokok kegiatan ekonomi masyarakat waktu itu.


Tokyo, kota aku tinggal selama setahun pertama di Jepang, juga punya teknik khusus menghadapi ancaman banjir. Apa jadinya kalo pusat pemerintahan, ekonomi, dan mode dengan penduduk terpadat se-Jepang terendam air? Penanggulangan banjir bisa dilakukan dengan pelebaran dan pendalaman sungai. Namun hal ini cukup susah dilakukan karena wilayah Tokyo yang sempit dan padat penduduk . Tentunya terbayang berapa harga tanah yang harus dibebaskan untuk pelebaran sungai. Solusinya, pemerintah membuat terowongan bawah tanah untuk penampungan air di bawah jalan raya. Biaya pembuatannya menghabiskan dana sekitar 8,24 triliun rupiah. Mahal? Memang, namun kerugian setiap kali banjir bandang juga dalam hitungan ratusan milyar. Belum ditambah trauma psikis dan kerugian non-material lainnya.


Lalu bagaimana dengan Ponorogo? Anak kecil juga tahu kalee... masak mau membandingkan kota kecil ini dengan ibukota Jepang. Hanya saja aku berharap pemerintah bisa bertindak tepat guna untuk mengatasi, menaggulangi dan mencegah ancaman banjir agar tidak menyakiti rakyat kecil. Lain cerita dengan Jakarta. Kota yang menjadi tempat perputaran 80% uang di Indonesia ini seharusnya bisa dikelola dengan lebih baik, tidak macet dan anti banjir.
Ahh, mumpung ingat. Ada berita kalau filmnya James Bond mau mengadakan syuting di Indonesia, cuman tidak jadi karena urusan birokrasi yang -tahu sendiri lahhhh-. Sama dengan kasusu pengembangan teknologi semi konduktor, dengan penyebab tak terbeda, akhirnya tahun 80-an, investasi itu ditanam di Malaysia. Dalam industri komputer, pabrik prosesor adalah industri strategis, di Penang, Intel terbesar, akhirnya menarik banyak perusahaan komputer lainya seperti IBM, HP, DELL, Western Digital. Nah loh...


Banjir yang berlangsung mulai surut juga setelah tahun baru 1429 hijriah. Di kota kecilku tengah berlangsung Grebeg Suro dan Festival Reog Nasional ke-14 mulai 5 hingga 10 Januari 2008 (udah selesai dunk, hikz).Semoga saja Pemasukan daerah dari kegiatan itu bisa dinikmati kembali oleh masyarakat. ^__^


ReAD MoRE・・・

Friday, 11 January 2008

Perpanjangan Visa

Liburan musim dingin yang lalu, aku sempat menemani seorang teman yang hendak lapor diri ke KBRI. Kebetulan visa pelajarku juga berakhir 3 bulan lagi, kesempatan untuk bertanya ke petugas di situ. Paspor sebenarnya masih berlaku hingga tahun depan, tapi kalau tahun ini hanya memperpanjang visa, artinya visanya khan ditempel di paspor sekarang, kalau tahun depan mau mudik atau jalan-jalan ke luar Jepang (pengen!) harus bawa 2 paspor dunk. Iya gak sih?
Petugas bilang kalau mendingan perpanjang visa aja dulu, khan sayang klo paspornya masih sisa setahun sudah mau diganti. Akur deh. Tahun ini perpanjang visa dulu tahun depan giliran paspor yang diperbarui.

Tiba-tiba saja ada sms masuk di tengah malam.
"Buat perpanjangan visa apa saja yang diperlukann?"
Junior dari Vietnam rupanya. Hmmhm, 2 tahun lalu apa saja yang diperlukan yah. Ingat-ingat...
Dokumen yang diperlukan untuk perpanjangan visa antara lain :



1. Formulir Applikasi visa, diperoleh di kantor imigrasi.
2. Fotokopi Gaikokujin Toroku Syoumeisho (KTP Jepang)

3. Passport yg masih berlaku.

4. Bagi yang pindah program (D2/D3 ke S1, S1 ke S2, master ke doktor), perlu melampirkan surat keterangan beasiswa dari Monbukagakusho (yg menjelaskan bahwa anda adalah kokuhi ryuugakusei) atau surat keterangan dari badan pemberi beasiswa (kalau dapet beasiswa dari yayasan lain). Untuk yg tidak mendapat beasiswa lanjutan, maka anda diwajibkan memberikan fotokopi rekening bank 3 bulan terakhir. Surat keterangan, minta ke gakusei-ka : kokuhi ryuugakusei shomeisyo.
Owh, mulai tahun kemaren, pengumuman perpanjangan beasiswanya adalah akhir Februari, jadi baru bisa ngurus setelah dapet kepastian. ^__^
5. Student Records (seiseki syoumeisyo) atau fotokopi dari daftar nilai semester terakhir.

6. Shunyu-inshi (Meterai) seharga 4000 yen, dijual di kombini.
7. Fotokopi surat tanda kelulusan ujian masuk ke universitas (bagi hennyuu sei) atau zaigaku shomeisyo (bagi yang gak ganti program)
8. sotsygyou mikomi shomeisyo (bagi yg sudah tingkat akhir)


Proses perpanjangan visa bisa dilakukan 1 bulan sebelum masa visa tersebut habis dan paling lambat 2 minggu sebelum tanggal visa habis. Jadi dianjurkan lebih cepat lebih baik, karena proses approval visa cukup memakan waktu, -hmm dua tahun lalu disuruh kembali lagi sekitar 2 minggu kemudian dengan membawa semacam kartu pos untuk pengambilan-. Kalau sampai batas waktu visa berakhir, belum dapat perpanjangan juga, hubungi bagian imigrasi untuk menghindari "Overstay". Kalau ketahuan (huehe) overstay, bisa kena denda, paling parah deportasi lah. Makanya hati-hati soal hukum dan perijinan. InsyaAllah kalau menjalankan proses susuai prosedur dan tidak kelupaan, tidak perlu menghadapi gejolak gak enak. ^_^ . IngattT visa berlaku maksimum untuk 2 tahun!!


ReAD MoRE・・・

Pentas Maya


Kalau dunia ini panggung sandiwara dan manusia adalah para pemainnya, entah berapa banyak topeng perilaku yang diperlukan. Episode-episode kehidupan silih berganti dan senantiasa terrekam dengan baik, tanpa cacat, yang nantinya harus dipertanggung jawabkan. Pemain pun kadang melakukan kesalahan, tidak sesuai naskah, tak sesuai kemauan sutradara. Sayangnya, para pemain tak bisa memutar waktu untuk kembali, dan kesalahan-kesalahan yang terjadi tersimpan sebagaimana adanya, tanpa mungkin diperbaiki, tanpa mungkin ditambah efek atau manipulasi . Rekaman yang begitu murni.

Aku masih beruntung.
Sang Sutradara Hidup begitu menyayangiku, meski entah sudah berapa kali kesalahan yang aku lakukan, kesalahan yang terkadang terlalu bodoh untuk terjadi. Dia selalu mengingatkanku secara tak langsung, melalui para pemain lain yang menjadi karibku, melalui para pemain senior yang sudah mumpuni di atas pentas, melalui episode-episode di panggung lain yang aku saksikan. Terkadang melalui latar tempat yang terlalu sempurna Dia ciptakan.
Kemarin, kembali aku diperlihatkan kepada indahnya langit senja yang temaram, saat mentari nyaris tenggelam. Awan ditembusi sinar-sinar lentera langit yang mulai padam pada batas pergantian siang dan malam. Pemandangan yang membangkitkan kembali mahligai hati yang hampir remuk redam. Retak berserak di tengah nyanyian alam.

Aku sangat beruntung.
Aku hidup, aku bisa melihat, mendengar, meraba, merasa, aku selalu punya tempat bergantung, aku punya teman, aku bisa membantu orang, aku tahu kemana tempat yang bisa menjadi pelarian.

Aku begitu beruntung.
Kesalahan yang aku lakukan dijaga dengan rapat, tanpa meninggalkan bau pesing, kecut, atau busuk yang menempel. Tak terbayang bisa setiap kealphaan yang aku lakukan disimbolkan dengan bau.- Mungkin tak akan ada orang yang tahan berada di dekatku.- Satu hal yang membuatku masih punya muka untuk berkumpul dengan para pemain yang menurutku terbebas dari bau, yang harum mewangi sepanjang waktu.

Aku sangat beruntung.
Panggung tempatku berperan sangat nyaman, tak ada amukan, tamparan, penghancuran, atau pengusiran. Tak ada peran orang-orang tertekan dari kebebasan akan keyakinan, tak ada permusuhan yang menyakitkan. Aku tahu peran-peran sulit yang harus diperankan dalam beberapa panggung lain di luar sana. Peran anak-anak yang tertindas, peran orang tua yang kehilangan anak, peran orang-orang yang kehilangan hak. Tentu gaji mereka lebih besar, tentu imbalan mereka tak bisa dibandingan dengan peran-peran yang selama ini aku mainkan. Tak bisa dibandingan. Tak bisa kubayangkan bila aku yang harus menjadi aktor di panggung seperti itu, entah seberapa banyak air mata, keringat dan darah yang harus aku kerahkan untuk berperan dengan baik. Sampai saat ini aku hanya mampu menyaksikan, membeli karcis mengisi sumbangan, atau menggoyangkan tangkai-tangkai doa agar sarinya sampai ke haribaan. Kita memandang langit yang sama, mentari yang sama, rembulan dan bintang yang sama, menyentuh lautan yang terhubung ke seluruh penjuru, hanya peran-peran lah yang terkadang membedakan...

Terima kasih, Sutradara Hidup, yang masih memberikanku kepercayaan untuk tetap hidup. Memberikanku kes4an untuk memperbaiki kesalahan yang aku lalukan, memberiku entah berapa episode dan skenario lagi yang harus aku perankan.
.....
.....
.....


ReAD MoRE・・・