Monday, 18 February 2008

Ego dan Kerjasama

"Kamu jelek sekali waktu main ganda dengan Naoya."
"Oh yah? Tadi memang banyak bola yang di luar jangkauan kok..."
"Bukan. Kamu belum bisa menempatkan diri di posisi yang tepat. Depan gak terlalu depan, terlalu ke belakang juga tidak."
"Lah itu khan karena Naoya belum terlalu bisa menerima bola, jadi aku siap-siap di tengah supaya jangkauanku luas."
"Yeee... kalau begitu Naoya khan bingung menempatkan posisi dimana. Makanya kadang berebut bola, kadang bola dibiarkan jatuh karena saling menunggu."


Kerjasama. Ya, saya lupa bahwa saat bermain ganda saya harus bisa membaca posisi kawan sendiri. Saat itu saya hanya berkonsentrasi saat lawan menggembalikan bola tanpa pernah menoleh ke belakang untuk mengetahui posisi Naoya yang menjadi pasangan saya.

Hal yang sama terulang ketika saya berpasangan dengan Natsuko-san. Saya membiarkan bola jatuh di antara kami.

"Wah.. aku gak ambil, biasanya khan kamu sudah mengambil bola seperti tadi, " katanya.

Waduh. Lagi-lagi saya belum cerdas membaca situasi.
Dalam latihan kali ini saya lebih banyak belajar tentang meredam ego sendiri, belajar lebih cerdas membaca situasi, dan juga belajar membagi kepercayaan dalam tim. Untuk memenangkan pertandingan, tidak mutlak dengan teknik bermain saja. Faktor mental pemain juga turut berpengaruh.

4 comments:

Abay.Kun said...

gonta-ganti pasangan !! huehehe

pasti main badminton kan?

Kujaku said...

iya lah. emangnya aku bisa maen apalagi. Jumat malam maen basket sih, tapi nubruk sana sini sampai kacamataku meslek.

+__+

Kapan2 kita maen lagi yuk Bay!!

Abay.Kun said...

Wah nantangin badminton..berani sekali kamu??? huehehe

dah latihan sana dulu..klo kira2 udah jago..baru bilang =P

Kujaku said...

huahahaha. sombong benar dirimu! ck ck ck